Kekacauan di dalam struktur internal manajemen AC Milan tampaknya semakin tidak terkendali seiring dengan munculnya laporan-laporan terbaru dari media Italia.
Tidak hanya masalah taktik di atas lapangan hijau, kini borok komunikasi antara petinggi klub mulai terkuak ke publik, menyoroti perpecahan yang sangat serius di Casa Milan.
Jurnalis Luca Bianchin di La Gazzetta dello Sport menyoroti situasi aneh yang menimpa gelandang Ardon Jashari, sementara Corriere della Sera membongkar skandal “pasar transfer paralel” yang dilakukan oleh CEO Giorgio Furlani.
Berikut adalah rangkuman kutipan-kutipan mengejutkan yang membongkar betapa kacaunya kepemimpinan di klub kesayangan kita saat ini.
“Dalam hidup ada kekecewaan dan kekecewaan, musim yang buruk dan musim yang buruk. Ardon Jashari telah mengecewakan Allegri, yang sama sekali tidak melihatnya, tetapi dia memiliki sangat sedikit peluang, hampir tidak ada dalam posisinya yang sebenarnya.” (Luca Bianchin)
“Posisi Igli Tare di Milan, serta para direktur lainnya, tetap berada di ujung tanduk dan belum tentu kualifikasi ke Liga Champions akan menyelamatkannya 100%.”
“Direktur olahraga asal Albania tersebut secara khusus disalahkan atas pembelian mahal Ardon Jashari dan Christopher Nkunku yang tidak tampil seperti yang diharapkan.”
“Sebagai pembelaannya, harus diakui bahwa CEO Furlani memimpin pasar transfer paralel dengan menegosiasikan pemain, seperti Mateta, tanpa sepengetahuan Tare sendiri.”
“Jika Tare pergi, nama terpanas adalah Tony D’Amico… profil yang disukai oleh CEO Rossoneri Giorgio Furlani dan tidak akan memiliki masalah untuk menyesuaikan diri dengan Geoffrey Moncada.”
Poin Krusial Kebobrokan Manajemen

Dari rilis informasi di atas, ada beberapa poin mengerikan yang menunjukkan betapa tidak profesionalnya manajemen klub kita saat ini:
- Jashari Korban Allegri: Gelandang potensial ini divonis gagal oleh Allegri, padahal faktanya ia nyaris tidak pernah dimainkan di posisi naturalnya sendiri. Sebuah kebodohan taktis yang merugikan investasi klub.
- Transfer Gelap Furlani: Fakta bahwa seorang CEO berani bernegosiasi diam-diam (seperti kasus Mateta) tanpa memberitahu direktur olahraga adalah bukti hancurnya rasa hormat dan hierarki di manajemen.
- Tare Jadi Tumbal: Igli Tare bersiap dijadikan kambing hitam utama atas kegagalan transfer musim ini, meskipun tangannya mungkin ‘diikat’ oleh intervensi langsung dari Furlani.
- Proyek D’Amico: Kedatangan Tony D’Amico sepertinya tinggal menunggu waktu, sebuah langkah yang dirancang Furlani untuk memperkuat cengkeramannya bersama Moncada di sektor olahraga.
Sambil mengawal tuntas drama internal manajemen dan pelatih Iblis Merah, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi

Berita ini secara sempurna merangkum mengapa AC Milan tampak sangat kebingungan di atas lapangan musim ini; karena dari bangku manajemennya saja sudah terjadi kekacauan dan konflik kepentingan yang akut.
Sangat tidak adil melihat Massimiliano Allegri menyingkirkan Ardon Jashari dengan alasan mengecewakan, padahal sang pelatih sendiri yang tidak mampu, atau tidak mau, memainkannya di posisi aslinya. Ini adalah bentuk penyia-nyiaan bakat yang sangat nyata.
Di sisi lain, tindakan Giorgio Furlani yang menjalankan “pasar paralel” di belakang punggung Igli Tare adalah sebuah penghinaan terhadap profesionalisme. Bagaimana bisa sebuah klub sepak bola level Eropa bekerja dengan cara di mana CEO dan Direktur Olahraga-nya tidak saling berkoordinasi dalam membeli pemain?
Jika Igli Tare pada akhirnya dipecat dan digantikan oleh Tony D’Amico, kita hanya bisa berharap Furlani berhenti bertingkah seperti manajer sepak bola dan membiarkan departemen olahraga bekerja sesuai dengan keahlian mereka. Tanpa sinergi yang sehat di manajemen, siapa pun pemain atau pelatih yang datang hanya akan berakhir menjadi korban berikutnya.





