BERITAMILAN.COM – Sorotan tajam berita AC Milan hari ini membahas masalah pelik terkait kedalaman skuad dan taktik Ruben Amorim AC Milan. Setelah rentetan penampilan buruk lainnya di pertengahan pekan, banyak pertanyaan yang kini diarahkan pada kemampuan sang pelatih dalam melakukan rotasi pemain.
Amorim sejatinya tidak bisa sepenuhnya disalahkan atas kekalahan menyakitkan tadi malam. Setelah melewati jadwal bulan Oktober yang sangat padat, ia memang mau tidak mau harus merotasi pemainnya demi menjaga kebugaran.
Namun, hasil di atas lapangan terbukti tidak pernah cukup kuat setiap kali ia memilih untuk mengistirahatkan para pemain starter. Kekalahan memalukan dari wakil Hungaria, Ferencvaros, semalam hanyalah contoh terbaru dari betapa parahnya masalah kesenjangan kualitas di bangku cadangan ini.
Kritik Tajam Gazzetta dan Hilangnya Arah Permainan

Surat kabar olahraga terkemuka Italia, Gazzetta dello Sport, menulis ulasan tajam bahwa Rossoneri saat ini adalah tim yang langsung kehilangan arah setiap kali rotasi besar-besaran terjadi. Bahkan setelah beberapa bulan menjabat, Amorim tampaknya hanya bisa mempercayai segelintir pemain intinya untuk menjalankan sistem dengan baik.
- Momentum Menguap: Euforia kemenangan Derby della Madonnina seharusnya mampu membakar semangat tim, namun skuad rotasi justru tampil tanpa intensitas dan tidak menunjukkan hasrat bertarung.
- Kesenjangan Kualitas: Jarak kualitas teknis antara pemain inti dan pemain cadangan terlihat sangat mencolok, bahkan dinilai terlalu jauh untuk ukuran tim yang bersaing di level Eropa.
- Bukan Lawan Elite: Performa buruk ini tidak bisa dimaafkan dengan alasan usia muda, mengingat lawan yang dihadapi bukanlah tim elite Eropa dan laga tersebut sejatinya sangat bisa dimenangkan.
Dilema Rotasi dan Ancaman Kehancuran Musim

Ujian rotasi keempat ini, sebagaimana yang digambarkan secara gamblang oleh Gazzetta, adalah sebuah kegagalan mutlak. Ini sekarang menjadi kali ketiga secara tragis mereka harus tumbang di kompetisi Eropa musim ini.
“Bahkan saat melawan Bologna di liga domestik, dengan rotasi yang hanya sedikit saja, mereka terbukti tumbang. Amorim kini mungkin akan sangat enggan untuk melakukan rotasi besar-besaran lagi, namun hal itu justru memunculkan masalah baru terkait ancaman kelelahan dan cedera pemain utama.”
Jika mereka terus melangkah dengan ritme dan ketergantungan mutlak pada skuad inti yang seperti ini, mereka berisiko besar akan melenceng jauh dari jalur target. Manajemen klub jelas harus segera turun tangan mengevaluasi kedalaman skuad ini pada bursa transfer musim dingin mendatang demi menyelamatkan musim Iblis Merah.





