Kekalahan menyesakkan di San Siro mengawali langkah AC Milan di Liga Europa musim 2026-27 dengan nada yang sangat sumbang.
Rossoneri dipaksa menyerah dua gol tanpa balas oleh Benfica dalam sebuah laga yang memperlihatkan dominasi serta efisiensi tim tamu di setiap lini.
Hasil ini menjadi peringatan keras bagi skuat asuhan Ruben Amorim yang sebenarnya memiliki beberapa peluang emas namun gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Gelandang andalan Milan, Ardon Jashari, merasa timnya kehilangan elemen krusial saat bertanding baik ketika menguasai bola maupun saat transisi bertahan.
“Saya pikir kami kekurangan sesuatu, baik dengan atau tanpa bola, dan ketika Anda tidak tampil 100 persen, Anda tidak akan mencetak gol melainkan justru kebobolan,” ujar Jashari kepada Sky Sport.
Keyakinan Teguh pada Proyek Strategis Ruben Amorim

Meski memulai turnamen dengan hasil negatif yang mengecewakan, Jashari menolak untuk menyalahkan skema atau proyek baru yang sedang dibangun oleh pelatih Ruben Amorim.
Pemain berkebangsaan Swiss ini menekankan bahwa kegagalan di lapangan lebih disebabkan oleh kurangnya agresivitas serta fokus para pemain sejak menit awal laga.
“Kita harus percaya pada proyek ini karena kegagalan hari ini bukan karena sistemnya, melainkan karena kami kurang agresif dan memberikan ruang cuma-cuma kepada lawan,” tegasnya.
Jashari juga menyoroti pentingnya rasa tanggung jawab individu bagi setiap pemain yang mengenakan seragam kebesaran klub sebesar AC Milan.
Evaluasi Performa Individu dan Kurangnya Kreativitas Tim

Secara jantan, Jashari mengakui tanggung jawabnya atas gol pertama Benfica yang dicetak oleh Lukebakio karena posisi bertahannya yang dianggap kurang rapat.
Ia juga mengkritik timnya yang bermain terlalu terprediksi sehingga memudahkan barisan pertahanan Benfica untuk mematahkan setiap serangan yang dibangun.
Tanggung jawab kolektif: Seluruh pemain harus menyadari peran masing-masing dan menerima hasil akhir baik saat menang maupun kalah.
Kreativitas yang tumpul: Tim kesulitan menciptakan peluang matang karena kurangnya opsi pergerakan di belakang garis pertahanan lawan.
Kesalahan defensif: Membiarkan lawan melakukan tusukan dengan mudah adalah kesalahan teknis yang tidak boleh terulang di level kompetisi Eropa.
Jalan terjal kini membentang di depan mata Milan, namun integritas kolektif dan kemauan untuk belajar dari kesalahan di San Siro akan menjadi kunci utama untuk menjaga asa mereka di turnamen ini.





