AC Milan harus puas dengan hasil imbang kedua beruntun dalam kampanye pramusim mereka setelah ditahan seri 1-1 oleh Inter Milan di Perth.
Skuad Rossoneri tampil sebagai tim yang lebih dominan pada 30 menit pembukaan dan menguasai jalannya laga di 30 menit terakhir pertandingan.
Kedua gol pada laga derby di Australia ini baru tercipta ketika pertandingan memasuki babak kedua.
Federico Dimarco membuka keunggulan terlebih dahulu untuk Inter Milan sebelum Christopher Nkunku membalasnya melalui titik putih dengan enam menit tersisa.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Pelatih Ruben Amorim harus kehilangan total 13 pemain karena berbagai alasan, namun ia tetap melakukan enam perubahan formasi dari susunan tim saat melawan Celtic.
Berikut adalah sejumlah momen penting yang terjadi sepanjang paruh pertama pertandingan:
- Nama-nama seperti Samuel Chukwueze, Yunus Musah, Youssouf Fofana, Alphadjo Cisse, dan Francesco Camarda mendapatkan kesempatan berharga untuk turun sebagai starter kali ini.
- Peluang apik pertama jatuh ke tangan Milan berkat skema tekanan tinggi yang berujung pada keberhasilan merebut penguasaan bola dari kaki Stankovic.
- Ruben Loftus-Cheek memanfaatkan situasi tersebut untuk melangkah maju dan memberikan umpan matang kepada Cisse, namun tembakannya gagal menembus tiang dekat.
- Peluang bagus lainnya bagi Milan untuk memimpin datang pada menit ke-12 ketika kombinasi Chukwueze dan Camarda hampir kembali membuahkan hasil seperti di Glasgow.
- Pemain sayap asal Nigeria itu memotong ke dalam dan melepaskan umpan silang akurat, sayangnya sundulan Camarda dari jarak dekat masih meleset dari sasaran.
- Sebuah pergerakan mengalir ke depan kembali dipimpin oleh Loftus-Cheek pada menit ke-18 yang kali ini menyodorkan bola dengan sempurna kepada Musah di dalam kotak penalti.
- Nahas bagi kubu Milan, tembakan sang gelandang dari jarak sekitar 12 meter masih membentur tiang gawang Inter.
- Tiga menit sebelum turun minum, Chukwueze menyambut umpan silang Bartesaghi dan memberikannya kepada Camarda, yang kemudian melakukan gerak tipu untuk membiarkan bola mengalir ke arah Fofana.
- Namun, tembakan melengkung Fofana gagal mengecoh kiper Martinez yang sudah berada pada posisi tepat di bawah mistar gawang Inter.
Drama Gol di Babak Kedua

Dua pergantian pemain langsung dilakukan oleh Amorim sebelum babak kedua dimulai, di mana Nkunku dan Pervis Estupinan masuk menggantikan Cisse dan Bartesaghi.
Sementara itu, kubu Inter juga menarik keluar Stankovic dan Idrissou untuk digantikan oleh Henrikh Mkhitaryan dan Lavelli.
Intensitas pertandingan semakin meningkat di babak kedua dengan terciptanya sejumlah peluang emas dan gol balasan:
- Tujuh menit memasuki paruh kedua, Nerazzurri justru berhasil unggul 1-0 berkat sontekan Dimarco yang memanfaatkan umpan matang Barella dari jarak dekat.
- Itu bukanlah sebuah transisi pertahanan yang baik bagi Milan, mengingat beberapa pemain terjebak di posisi tak bertuan sementara Chukwueze gagal melacak pergerakan lawannya.
- Tepat setelah satu jam permainan berlalu, delapan wajah baru dimasukkan secara bersamaan untuk memperkuat ritme permainan Il Diavolo.
- Vladimirov, Terracciano, De Winter, Saelemaekers, Jashari, Luka Modric, Rafael Leao, dan Goncalo Ramos secara bertahap masuk untuk menyegarkan susunan pemain.
- Setelah kiper Torriani melakukan penyelamatan gemilang untuk menahan tembakan rendah Lavelli, kerja sama apik antara Ramos dan Leao sempat memaksa Provedel untuk beraksi guna mencegah gol tap-in dari Nkunku.
- Pada menit ke-83, Milan akhirnya mendapat hadiah tendangan penalti yang tampak seperti sebuah keputusan menguntungkan dari pengadil lapangan.
- Sebuah skema umpan satu-dua antara Nkunku dan Modric membuat gelandang veteran asal Kroasia itu dijatuhkan oleh Carlos Augusto saat ia berusaha mengejar umpan terobosan.
- Nkunku yang mengambil tanggung jawab penuh dari jarak 12 meter sukses mengeksekusi tendangan penalti tersebut dengan sangat meyakinkan.
- Torriani layak mendapatkan apresiasi besar karena berhasil menjaga skor tetap imbang di menit-menit akhir lewat penyelamatan terbang yang menakjubkan untuk menepis tembakan keras Hakan Calhanoglu.
- Penyelamatan krusial tersebut menjadi aksi besar terakhir seiring berakhirnya waktu pertandingan yang memaksa kedua kubu untuk berjabat tangan dengan hasil imbang.
Penutup dan Evaluasi Tim
Hasil imbang ini tentu menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi pelatih Ruben Amorim sebelum skuad Rossoneri kembali bertolak menuju Eropa.
Meskipun belum berhasil memetik kemenangan penuh di dua laga awal pramusim ini, perkembangan taktik tim secara keseluruhan perlahan mulai menunjukkan arah yang positif.
Para penggemar Milan kini tentu berharap agar celah kelemahan, khususnya di lini pertahanan, dapat segera diperbaiki demi menyambut kompetisi Serie A musim depan dengan jauh lebih meyakinkan.





