AC Milan tampaknya harus memutar otak dan bersiap melakukan perombakan skuad besar-besaran pada sisa bursa transfer musim panas ini.
Manajemen Rossoneri dikabarkan mulai menerapkan kebijakan ketat terkait aktivitas belanja pemain menyusul serangkaian investasi yang telah dilakukan sepanjang bulan Juni lalu.
Moto Klasik Adriano Galliani Terulang Kembali
Menurut laporan terbaru dari Corriere dello Sport yang disampaikan oleh jurnalis Antonello Gioia, kebijakan ini bukan sekadar urusan menyeimbangkan neraca keuangan klub semata.
Model bisnis mandiri yang diusung oleh pemilik klub memaksa manajemen untuk memperhatikan ruang dan stabilitas di dalam ruang ganti skuad.
“Moto lama Adriano Galliani ‘tidak ada kepergian, tidak ada kedatangan’ telah kembali. Ini bukan hanya masalah keuangan, melainkan klub tidak bisa terus berbelanja setelah investasi Juni karena masalah manajemen skuad,” ungkap laporan tersebut.

Tujuh Bintang Potensial Tinggalkan San Siro
Situasi pelik ini otomatis membuat sejumlah nama di skuad utama Il Diavolo Rosso kini berada tepat di ambang pintu keluar.
Beberapa pemain bahkan dikabarkan sudah diincar dan dikaitkan dengan tawaran dari klub-klub top di berbagai liga Eropa.
- Fikayo Tomori & Estupiñán: Tomori saat ini sedang diikuti secara ketat oleh Juventus, sementara Estupiñán dilaporkan sudah hampir bergabung dengan klub Inggris, Aston Villa.
- Loftus-Cheek & Fofana: Ruben Loftus-Cheek dikagumi oleh klub-klub promosi Premier League, dan Fofana mulai mendapat minat serius dari liga Turki.
- Ricci & Santiago Giménez: Samuele Ricci sangat diinginkan oleh Atalanta di bawah asuhan Maurizio Sarri, sedangkan Giménez menjadi incaran utama Lazio.
- Rafael Leão: Saga transfer bintang asal Portugal ini dengan klub-klub raksasa Turki masih menjadi situasi yang terus berlangsung.

Langkah tegas manajemen untuk menyeimbangkan neraca dan merampingkan skuad ini menjadi pertaruhan besar bagi kedalaman tim racikan Ruben Amorim di musim kompetisi mendatang.
Melepas pemain pilar demi memberi ruang bagi pemain baru yang lebih sesuai dengan skema pelatih jelas membutuhkan keberanian ekstra dari para petinggi di Casa Milan.
Kini, jutaan pasang mata pendukung setia hanya bisa menunggu dan melihat siapa yang pada akhirnya akan benar-benar dikorbankan.
Bursa transfer masih terbuka, dan pergerakan domino dari kepergian satu bintang akan sangat menentukan wajah baru AC Milan musim ini.





