Luka Modric akhirnya menginjakkan kaki di Perth, Australia, untuk memulai musim keduanya bersama skuad AC Milan.
Gelandang legendaris ini diproyeksikan memegang peran sentral dalam revolusi taktik yang diusung oleh sang *allenatore* baru, Ruben Amorim.
Mari dukung terus langkah manajemen dengan menggunakan Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee secara langsung.
Modric tiba di hotel tim bersama Ardon Jashari, sementara nama-nama lain seperti Koni De Winter dan Alexis Saelemaekers dijadwalkan segera menyusul besok untuk memperkuat tim.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, ini hampir dipastikan menjadi musim pamungkas sang maestro di kancah sepak bola profesional. Usai kekecewaan di akhir musim 2025-26, ia bertekad menutup karirnya dengan gemilang agar bisa meninggalkan lapangan hijau tanpa penyesalan.
Antusiasme Meledak di Australia
Kehadiran pemain bernomor punggung 14 ini disambut sangat antusias di Perth. Bukan hanya oleh Milanisti, namun juga komunitas Kroasia setempat yang sangat memuja sang legenda.
Modric menunjukkan dedikasinya yang tak tertandingi dengan terus menjaga kondisi fisik selama masa liburan, membuktikan dirinya sama sekali belum berkarat.
- Usia Bukan Halangan: Pada 9 September mendatang, ia akan merayakan ulang tahunnya yang ke-41 dengan status masih aktif bermain dan mengoleksi enam gelar Liga Champions.
- Pamit dari Timnas: Pada 6 Oktober, Modric akan resmi pensiun dari Timnas Kroasia pada laga UEFA Nations League melawan Spanyol di Split.
- Fokus Rossoneri: Setelahnya, ia akan mendedikasikan 100% tenaganya untuk mengejar trofi ke-35 dalam karirnya bersama panji Merah-Hitam.
Peran Kunci dari Ruben Amorim
Ruben Amorim menyambut Modric dengan tangan terbuka di Australia. Sang pelatih asal Portugal adalah sosok yang mendesak perpanjangan kontrak sang veteran karena sangat sadar akan nilai magisnya.
Keduanya diketahui sudah beberapa kali berbincang melalui telepon sebelum akhirnya bertatap muka langsung, menyamakan visi untuk kejayaan Il Diavolo Rosso.
“Pengalamannya akan membantu pemain muda berkembang, dan itu akan krusial dalam perkembangan tim kami. Kami ingin mendasarkan permainan kami pada penguasaan bola, dan jika ada orang di dunia ini yang benar-benar berguna dalam mengelola penguasaan bola, itu adalah Luka.”
Keputusan Modric untuk bertahan selama satu musim lagi terbukti membawa harmoni di ruang ganti. Rekan-rekan setimnya yang sejak awal berharap ia memperpanjang kontrak turut menyambut bahagia kabar ini. Terlebih, Modric memberikan hadiah manis dengan meminjamkan trofi Ballon d’Or 2018 miliknya ke museum Casa Milan sebagai wujud terima kasih kepada para fans yang telah menjadikan jerseynya sebagai jersey terlaris sepanjang sejarah toko resmi klub.
Kini, jutaan pasang mata akan menantikan sentuhan akhir dari sang maestro di atas lapangan hijau. Bersama filosofi penguasaan bola ala Ruben Amorim, ‘Last Dance’ Luka Modric berseragam AC Milan dipastikan akan menjadi tontonan emosional yang mendebarkan sepanjang musim ini.
Dukung Terus BeritaMilan.com
Bagi Anda yang ingin berpartisipasi mendukung operasional web ini, dapat menyalurkan donasi melalui:
DANA: 0816598786
| No | Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com | Nominal |
|---|---|---|
| 1 |





