Berakhirnya kompetisi Serie A musim ini secara resmi meninggalkan sebuah catatan merah yang sangat memprihatinkan bagi lini serang AC Milan.
Untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, tidak ada satu pun pemain Rossoneri yang berhasil mencetak gol hingga menyentuh dua digit angka di liga domestik.
Kegagalan para juru gedor ini sekaligus menjadi cerminan nyata dari rapuhnya performa tim di atas lapangan sepanjang musim 2025/2026 bergulir.
Rafael Leao yang menjadi tumpuan utama di lini depan hanya mampu mengakhiri musim dengan koleksi 9 gol saja.
Christian Pulisic yang musim lalu tampil sangat subur kali ini harus puas finis di posisi kedua dengan raihan 8 gol.
Sementara itu, rekrutan anyar Christopher Nkunku yang sempat memberikan harapan lewat golnya di Genoa terhenti di angka 7 gol saja.
Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Poin Kunci Kemerosotan Gol AC Milan
Berikut adalah beberapa catatan krusial di balik mandulnya barisan penyerang Milan sepanjang musim kompetisi kali ini:
- Putusnya Tren Positif: Rantai rekor selalu memiliki pencetak gol dua digit yang terjaga sejak musim 2019/2020 akhirnya resmi terhenti total pada musim ini.
- Penurunan Drastis Bintang: Rafael Leao dan Christian Pulisic mengalami penurunan produktivitas gol yang sangat signifikan dibandingkan musim lalu.
- PR Besar Manajemen Baru: Fakta tumpulnya lini depan ini dipastikan akan menjadi bahan evaluasi mahaberat dalam menyusun ulang skuad untuk musim depan.
Perbandingan Produktivitas Gol dari Musim ke Musim

Jika menilik ke belakang, catatan selalu memiliki predator tajam di kotak penalti sebenarnya sudah konsisten dipertahankan sejak enam tahun lalu.
Pada musim 2024/2025 kemarin, Pulisic sukses memimpin dengan mengemas 11 gol yang langsung disusul oleh Tijjani Reijnders lewat torehan 10 gol.
Bergeser ke musim 2023/2024, duet maut Olivier Giroud dengan lesatan 15 gol dan Pulisic dengan 12 gol menjadi mesin gol yang sangat menakutkan.
Tren produktif serupa juga terlihat pada musim 2022/2023 ketika Leao memimpin dengan 15 gol dan didampingi Giroud lewat koleksi 13 golnya.
Bahkan pada musim kejayaan Scudetto 2021/2022, duet Leao dan Giroud kompak menyumbang masing-masing 11 gol untuk membawa trofi ke San Siro.
Mundur lagi ke musim 2020/2021, lini depan Milan tampil luar biasa subur berkat kontribusi Zlatan Ibrahimovic dengan 15 gol, Franck Kessie 13 gol, serta Ante Rebic 11 gol.
Sementara fondasi tren positif ini pertama kali dibangun pada musim 2019/2020 lewat lesatan 11 gol milik Ibrahimovic dan 10 gol dari kaki Rebic.
Catatan kelam musim ini diharapkan bisa menjadi alarm keras bagi jajaran direksi untuk segera mendatangkan striker haus gol di bursa transfer musim panas.





