Luka Modric baru saja memberikan isyarat kuat bahwa ia ingin tetap bertahan di AC Milan melebihi musim kompetisi saat ini.
Sang gelandang veteran Kroasia tersebut secara terang-terangan mengungkapkan betapa bahagianya ia berada di klub impian masa kecilnya.
Pemain berusia 40 tahun ini telah menjadi secercah cahaya terang bagi Milan dalam musim kompetisi yang penuh dengan gejolak.
Hasrat Bermain dan Topeng Sang Maestro
Berbicara secara eksklusif kepada Claudio Raimondi dari SportMediaset, Modric membagikan detail pemulihannya dari cedera patah tulang pipi.
“Saya merasa baik dan terus membaik secara fisik.”
“Saya kembali berlatih bersama tim, dan saya sudah mulai terbiasa dengan topeng ini.”
“Saya siap untuk kembali.”
“Saya sangat ingin kembali bermain.”

Ia juga menyayangkan ketidakhadirannya di lapangan saat tim sedang berjuang keras mengamankan poin penuh.
“Sangat sulit berada di luar lapangan karena Anda tidak bisa membantu rekan setim, seperti saat melawan Genoa misalnya.”
“Jelas, Allegri yang akan memutuskan, tetapi saya tersedia.”
Ketika ditanya apakah topeng tersebut membuatnya merasa seperti pahlawan super, sang maestro menjawabnya dengan gaya merendah yang khas.
“Tidak (tertawa), saya merasa seperti orang normal.”
“Saya memakainya untuk perlindungan, sesuai dengan rekomendasi dokter.”
“Saya tidak merasa seperti pahlawan super!”
Mari putih-merahkan San Siro dan berikan penghormatan tertinggi untuk sang maestro dengan tetap tampil gaya memakai Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Masa Depan dan Kekaguman pada Allegri
Modric kemudian menanggapi isu mengenai masa depannya, termasuk rumor tentang dirinya yang akan masuk ke jajaran staf pelatih setelah pensiun.
“Apa yang bisa saya katakan adalah bahwa saya sangat bahagia di Milan, tetapi hal terpenting saat ini adalah pertandingan melawan Cagliari pada hari Minggu dan kualifikasi Liga Champions.”
“Mengenai sisanya, kita akan lihat nanti.”
“Saya memiliki hubungan yang baik dengan klub, manajemen, dan pelatih.”
Dalam wawancara panjang tersebut, eks pemain Real Madrid ini juga memberikan pernyataan langsung mengenai beberapa topik krusial:
- Rahasia di Usia 40 Tahun: “Ada banyak faktor seperti tidur yang baik, berlatih dengan baik, memperhatikan segalanya, tetapi yang paling penting adalah hasrat dan cinta saya pada sepak bola.”
- Ambisi Bersama Rossoneri: “Ketika saya memilih Milan, itu adalah untuk membantu dan mencoba untuk menang.”
- Pendapat Tentang Massimiliano Allegri: “Seorang pelatih hebat, dia mencapai hasil-hasil luar biasa bersama Milan dan Juve, dia kembali ke AC Milan dan melakukan pekerjaan yang luar biasa.”
- Kualitas Serie A: “Sepak bola Italia itu kompetitif dan lebih baik dari apa yang mereka pikirkan di luar negeri.”
Pada akhirnya, sosok Luka Modric ibarat sebuah simfoni klasik yang menolak untuk meredup di tengah bisingnya musik modern.
Di usianya yang menginjak senja, langkah kakinya di atas rumput San Siro adalah tarian puitis yang mengajarkan kita tentang arti kesetiaan tanpa batas.
Topeng pelindung di wajahnya bukanlah simbol kelemahan, melainkan perisai baja seorang ksatria yang siap mengorbankan segalanya demi lambang kebesaran di dada.
Selama sang maestro masih ingin memegang tongkat konduktornya, kita hanya perlu duduk diam di tribun dan menikmati setiap bait keajaiban yang tercipta dari ujung kakinya.





