Menjelang akhir pekan ini, portal olahraga MilanNews.it merilis sebuah editorial tajam yang mempertanyakan apakah taktik AC Milan saat ini adalah murni keinginan pelatih atau sekadar keterpaksaan keadaan.
Lompatan dari peringkat kedelapan di akhir musim lalu menjadi peringkat ketiga saat ini dengan keunggulan lima poin dari kejaran rival adalah satu-satunya hal positif yang bisa dibanggakan.
Sisanya, perjalanan Iblis Merah sepanjang musim ini dinilai bagaikan sebuah pendakian yang sangat melelahkan dengan sesekali diselamatkan oleh kilauan kemenangan dalam laga derby.
Taktik Paksaan Massimiliano Allegri
Sang penulis editorial meyakini bahwa sejak bulan Juli lalu, Massimiliano Allegri telah membangun dan membentuk tim ini sesuai dengan kemampuannya, bukan sesuai dengan keinginan idealnya.
Ia terpaksa merancang formasi yang didikte oleh karakteristik terbatas para pemain demi menambal lubang pertahanan yang sebelumnya telah kebobolan hampir seratus gol dalam dua musim terakhir.
Skema ini sempat berjalan lancar setelah kedatangan Adrien Rabiot dan selama Christian Pulisic masih rajin mencetak gol, namun kini semuanya berujung pada kebuntuan taktik yang mengerikan.
Melihat performa lini depan yang diisi oleh Santiago Gimenez, Niclas Fullkrug, Christopher Nkunku, hingga kemunduran Rafael Leao, koleksi 63 poin dari 31 pertandingan saat ini terasa seperti sebuah keajaiban.
Sambil menanti kebangkitan mental bertanding skuad kita akhir pekan ini, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini, segera sikat promo menariknya dengan ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Transfer Goretzka dan Teguran Manajemen
Di tengah krisis performa ini, rumor ketertarikan serius klub terhadap gelandang serang Bayern Munchen, Leon Goretzka, setidaknya memberikan angin segar bagi para pendukung.
Di sisi lain, media juga menyoroti pemandangan miris terkait absennya jajaran petinggi klub saat tim sedang bertanding di laga-laga tandang krusial.
Berikut adalah rincian analisis MilanNews.it mengenai makna di balik transfer Goretzka dan kekecewaan publik terhadap sikap manajemen petinggi klub:
- Profil Tingkat Tinggi: Ketertarikan pada Goretzka membuktikan bahwa klub masih mengincar pemain dengan kualitas, karakter, dan pengalaman elit Eropa untuk mengangkat mentalitas tim.
- Dukungan Penuh Pelatih: Jika terealisasi, transfer ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen bersedia untuk mengakomodasi secara langsung permintaan spesifik dari Allegri demi membangun sistem yang lebih berani.
- Kursi Kosong Manajemen: Pemandangan kursi kosong petinggi klub di tribun saat laga tandang melawan Cagliari dan Napoli merupakan sebuah citra yang sangat buruk bagi muruah Iblis Merah.
- Krisis Rasa Memiliki: Membiarkan direktur olahraga Tare sendirian menemani tim menunjukkan tingkat profesionalisme dan rasa kepemilikan yang sangat rendah, berbanding terbalik dengan era dedikasi Galliani dan Maldini.
Analisis Redaksi
Ulasan mendalam dari media Italia ini memberikan perspektif yang sangat adil dan seimbang dalam menilai kinerja pelatih di tengah keterbatasan skuad yang ada.
Tuntutan untuk mendatangkan pemain bermental juara sekelas Goretzka adalah sebuah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi jika kita ingin serius berbicara soal gelar juara musim depan.
Selain itu, teguran keras mengenai sering absennya para petinggi klub harus menjadi tamparan keras agar mereka kembali menunjukkan kepedulian nyata kepada para pemain yang sedang berjuang di lapangan.





