Berita

EDITORIAL: Skuad Mentok, Wasit Ngawur, dan Manajemen Bisu! Milan Terancam Kehilangan Semuanya!

×

EDITORIAL: Skuad Mentok, Wasit Ngawur, dan Manajemen Bisu! Milan Terancam Kehilangan Semuanya!

Sebarkan artikel ini
Massimiliano Allegri,
Massimiliano Allegri,

Dalam menganalisis situasi AC Milan saat ini, kita harus bersikap objektif. Sangat salah jika kita menyederhanakan segala masalah hanya pada keputusan wasit semata, namun sama salahnya jika kita menutup mata terhadap rentetan kesalahan VAR hanya demi mencari alasan untuk menyerang Massimiliano Allegri.

Mari kita mulai dengan fakta pahit di atas lapangan: tim ini harus tampil jauh lebih baik saat menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka. Entah karena masalah struktur, kurangnya determinasi, atau minimnya alternatif taktik, Milan tidak boleh membuang poin secara cuma-cuma melawan tim seperti Parma, Genoa, Pisa, hingga Cremonese. Membuang peluang emas untuk mengamankan tiket Liga Champions di saat Juventus dan Napoli juga tersandung adalah sebuah kebodohan taktis.

Tiga Kesalahan VAR dan Absurdnya Kasus Loftus-Cheek

Setelah menyoroti kekurangan tim dan staf teknis, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa ada kesalahan luar biasa dari wasit yang secara efektif telah menodai integritas liga. Hampir setiap minggu selalu ada kontroversi absurd.

Khusus di laga melawan Parma, terdapat tiga kesalahan beruntun dalam satu insiden gol kemenangan tim tamu. Pertama, menurut protokol, VAR seharusnya tidak boleh mengintervensi karena wasit (Piccinini) sudah mengambil keputusan di lapangan.

Kedua, ada pelanggaran dari Troilo yang melompat ke punggung Bartesaghi. Ketiga, pemain Parma (Valenti) secara sengaja menghalangi pergerakan Mike Maignan. Hasilnya? Gol tetap disahkan dan Milan kalah.

AC Milan, Parma, Serie A
Mike Maignan, AC Milan, Parma, Serie A

Yang lebih gila lagi adalah insiden Ruben Loftus-Cheek. Sang gelandang dihancurkan oleh tekel sembrono dari kiper Corvi hingga mengalami patah rahang dan harus absen dua bulan. Alih-alih memberikan penalti, wasit justru meniup peluit pelanggaran terhadap pemain asal Inggris tersebut! Ini benar-benar di luar nalar.

Manajemen yang Bisu dan Lemah Secara Politik

Di sinilah kritik tajam harus diarahkan kepada jajaran direksi klub. Manajemen Milan seharusnya bersuara lebih lantang dalam situasi seperti ini, karena poin yang hilang juga berarti jutaan Euro yang melayang. Berjuang secara tertutup di “jalur yang tepat” memang perlu, tetapi menunjukkan wajah dan protes secara publik juga sama pentingnya.

“Semua klub melakukannya sepanjang musim ini, dari Napoli, Juventus, hingga Inter bersama Marotta… Di Milan, sebaliknya, tidak ada satu pun yang berani tampil ke publik. Apakah Milan punya direktur dengan bobot politik yang kuat? Kesannya, ada kekosongan besar di sana.”

Waspada Pukulan Mental dan Rencana Masa Depan

Tim AC Milan
Tim AC Milan

Kini, tugas terberat Allegri adalah mengelola ruang ganti yang sedang terguncang akibat krisis ini (hanya meraih satu poin dari laga melawan Como dan Parma).

Sangat disayangkan jika kerja keras mengumpulkan 54 poin dari 26 laga (rata-rata lebih dari 2 poin per laga) harus hancur berantakan. Asisten pelatih Landucci bahkan mengakui bahwa para pemain merasa sedih dan jatuh mentalnya.

Musim ini belum berakhir, dan fase krusial baru saja dimulai. Sambil menjaga mentalitas skuad, manajemen juga harus segera mematangkan strategi di bursa transfer mendatang.

Setidaknya Milan butuh satu striker mematikan, seorang bek tangguh, sepasang gelandang pekerja keras, dan seorang sayap murni. Tim ini harus diperkuat, karena lubang kelemahan itu masih menganga lebar.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin terus mengawal kebangkitan tim dari masa sulit ini, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori tetap jadi seragam wajib untuk menemani akhir pekanmu.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Manajemen AC Milan
Manajemen AC Milan

Artikel opini ini adalah cerminan suara mayoritas Milanisti di seluruh dunia. Kita kecewa dengan Allegri yang gagal meracik strategi melawan tim parkir bus, namun kita jauh lebih muak dengan ketidakadilan wasit dan kepengecutan manajemen klub.

Kasus patah rahang Loftus-Cheek yang malah berujung pelanggaran untuk Parma adalah bukti sahih bahwa Milan sama sekali tidak disegani (atau malah sengaja dikerjai) oleh para pengadil lapangan.

Jika Giorgio Furlani, Zlatan Ibrahimovic, atau petinggi lainnya terus bersembunyi di balik keheningan elegan mereka, maka Milan akan terus diinjak-injak di liga ini.

Evaluasi total wajib dilakukan: mulai dari taktik Allegri di lapangan, psikologis pemain di ruang ganti, hingga nyali manajemen di hadapan media dan federasi.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.