Berita

PELLEGATTI NGAMUK! Sindir Manajemen Milan Pengecut dan Sebut Mimpi Scudetto Telah Jadi Abu

×

PELLEGATTI NGAMUK! Sindir Manajemen Milan Pengecut dan Sebut Mimpi Scudetto Telah Jadi Abu

Sebarkan artikel ini
Manajemen AC Milan
Manajemen AC Milan

Kekalahan menyakitkan AC Milan dari Parma masih meninggalkan luka menganga bagi para pendukungnya. Bukan hanya soal hilangnya poin, tetapi juga cara tim ini kalah—melalui keputusan wasit yang kontroversial—dan sikap manajemen yang seolah lepas tangan.

Jurnalis legendaris sekaligus pendukung setia Rossoneri, Carlo Pellegatti, meluapkan amarah dan kekecewaannya melalui kanal YouTube pribadinya. Ia membongkar dua masalah besar yang sedang melanda tubuh Il Diavolo: kepemimpinan wasit dan lemahnya kekuatan “politik” manajemen klub.

Mimpi Scudetto yang Menjadi Abu

Pellegatti mengawali videonya dengan nada yang sangat emosional. Baginya, kekalahan dari Parma adalah titik akhir dari harapan untuk mengejar Inter Milan di puncak klasemen.

“Saya menyadari satu hal, ini benar-benar bikin gila. Ini sudah menjadi hari yang menyedihkan karena ini adalah akhir dari mimpi yang saya pupuk secara pribadi sejak pertandingan pertama. Meskipun sempat kalah (di awal musim), saya terus memupuk mimpi memenangkan kejuaraan ini. Ini adalah hari yang rasanya seperti abu,” ungkap Pellegatti dengan nada pahit.

Gol Ilegal dan Bungkamnya Manajemen

Namun, rasa frustrasinya memuncak ketika membahas proses terjadinya gol Parma dan bagaimana klub merespons ketidakadilan tersebut. Setelah berkonsultasi dengan pakar wasit seperti Graziano Cesari dan Luca Marelli, Pellegatti makin yakin bahwa gol Troilo seharusnya dianulir karena pelanggaran terhadap Mike Maignan.

“Apakah kita harus senang dengan keputusan wasit saat melawan Como dan Parma? Apakah kita tidak boleh membicarakannya?… Gol itu harusnya dianulir lebih karena pelanggaran terhadap Maignan. Haruskah kita mengatakannya?”

– Carlo Pellegatti

Pellegatti kemudian melontarkan kritik pedas kepada para petinggi Milan (seperti Giorgio Furlani, Geoffrey Moncada, atau Zlatan Ibrahimovic) yang dinilai bersembunyi di balik layar saat tim sedang dirugikan. Ia membandingkan Milan dengan klub rival yang selalu mengirim direktur mereka untuk “menekan” wasit dan liga di depan media.

“Alih-alih mengirim Landucci (asisten pelatih) untuk berbicara… sementara klub lain seperti Juventus mengirim Chiellini-Comolli, dan Napoli mengirim Manna, kita malah mengirim Landucci! Dia memang bertindak layaknya pelatih berpengalaman, tapi itu sama sekali bukan tugasnya. Dalam kasus seperti ini, seorang direktur harusnya muncul. Jelas, bagi Milan urusan politik (lobi dan protes ketidakadilan) sama sekali tidak dipedulikan,” sindir Pellegatti tajam.

Rekomendasi Jersey AC Milan

Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.

👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee

Analisis Redaksi

Ledakan emosi Carlo Pellegatti adalah representasi sempurna dari apa yang dirasakan Milanisti saat ini. Ada rasa frustrasi yang mendalam melihat tim kesayangan “dikerjai” oleh keputusan wasit dan VAR yang inkonsisten secara berturut-turut (melawan Como dan Parma).

Namun, poin paling krusial dari ucapan Pellegatti adalah soal bobot politik klub. Manajemen Milan saat ini terkesan terlalu “baik”, kaku, dan pasif. Ketika tim dirampok di atas lapangan, mengirim seorang asisten pelatih (Marco Landucci) untuk menghadapi berondongan media adalah bentuk lari dari tanggung jawab kepemimpinan.

Manajemen harus mulai berani menunjukkan taringnya, memprotes secara resmi kepada AIA (Asosiasi Wasit Italia), dan melindungi skuad asuhan Allegri agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan, silakan Klik di sini.