4 Perubahan Taktis yang Perlu Dipertimbangkan Pioli Musim Ini

Stefano Pioli

Berita AC Milan – AC Milan menorehkan kemenangan krusial 3-1 melawan Frosinone di San Siro, namun kendati hasil positif itu, langkah drastis diperlukan guna menjaga posisi Stefano Pioli dan memperbaiki performa klub di musim ini.

Krisis sedang melanda Rossoneri dengan berbagai cedera dan performa buruk, meskipun posisi ketiga mereka di klasemen Serie A nampak mengindikasikan sebaliknya.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa terpilihnya Milan di posisi Liga Champions dan hasrat mereka untuk meraih sukses lebih dari sekadar hasil yang memadai di panggung Eropa menandai perkembangan pesat klub ini dalam beberapa musim terakhir.

Pujian ‘Pioli’s on fire’ yang biasa bergema di San Siro sebelum pertandingan kini telah redup, karena kritik terhadap manajemen taktisnya dan perhatian atas pengelolaan beban pemain telah meroket. Kritik ini, pada dasarnya, tampak valid.

Namun, satu hal yang tak bisa disalahkan dari Pioli adalah kemampuannya beradaptasi dan keberaniannya mencoba hal baru saat situasi sulit menghadang.

Pelatih berusia 58 tahun ini sudah terbiasa dengan tekanan semacam ini selama empat tahun masa kepemimpinannya. Dan sekali lagi, satu-satunya pilihan adalah menemukan formula taktis baru untuk memaksimalkan skuad yang kini berada di ambang kelelahan.

Jika Pioli berharap menghindari pemecatan dan mencegah Milan semakin terpuruk di klasemen Serie A, ada empat perubahan taktis yang harus dia pertimbangkan serius:

1. Kembali ke Formasi 3-4-2-1

Pada dua musim awal kepemimpinannya, Pioli mulai mengusung formasi tiga bek, terutama dalam penguasaan bola. Salah satu contohnya adalah pada pertandingan melawan Lecce pada 20 Oktober 2019 yang berakhir imbang 2-2, yang menandai penggunaan formasi 3+2.

Struktur build-up 3-2 membutuhkan tiga bek yang konsisten dengan dua pemain di depan. Umumnya, formasi ini diwujudkan dalam 3-4-3 atau 4-2-3-1 dengan salah satu bek sayap bergeser.

Pendekatan serupa diambil musim lalu setelah kekalahan memalukan 5-2 dari Sassuolo pada akhir Januari. Pengaturan 3-5-2 diperkenalkan dalam upaya menyesuaikan struktur tim, yang membantu dalam perbaikan pertahanan namun belum menunjukkan hasil yang konsisten.

Variasi lain, yakni formasi 3-4-2-1, berhasil membantu Milan meraih kemenangan beruntun dan clean sheet setelah Derby Della Madonnina.

Namun, kekhawatiran terbesar adalah kurangnya bek tengah alami yang tersedia saat ini, dengan Fikayo Tomori sebagai pilihan utama satu-satunya yang tersedia. Meski demikian, Theo Hernandez menunjukkan kemampuan yang baik dalam peran tersebut, namun kekurangan opsi pemain menimbulkan kekhawatiran.

2. Turunkan Peran Pulisic sebagai Nomor 10

pulisic
Photo: acmilan.com

Sebelum pertandingan melawan Frosinone, Christian Pulisic mengalami kesulitan dalam memberikan pengaruh signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Peran sentral di posisi nomor 10 mungkin bisa membantu pemain Amerika ini menemukan konsistensi.

Pulisic, dengan kekuatan giringan bola dan kemampuan menekan, bisa memberikan kontribusi lebih dalam hal kreativitas di lapangan, terutama dalam mendukung penyerang utama.

3. Memberi Keleluasaan pada Bek Sayap untuk Maju

Menganalisis Inter Milan di bawah Antonio Conte yang menggunakan formasi 3-5-2, pentingnya peran bek sayap sangat terlihat dalam kesuksesan formasi tersebut. Kemampuan Theo Hernandez dalam menyerang harus dimanfaatkan dengan lebih baik, sementara pemain lain seperti Calabria atau Alessandro Florenzi bisa mengisi kekosongan.

4. Fokus pada Perbaikan Tekanan

Giroud
Photo: acmilan.com

Milan perlu kembali menekan lawan secara efektif, terutama dalam merebut kembali bola untuk mendominasi permainan. Para pemain, bersama Giroud di lini depan, harus aktif bekerja sama untuk menekan lawan dan merebut bola untuk menguasai permainan.

Dengan tekanan cedera yang terjadi, Pioli perlu mengatur timing yang tepat untuk menerapkan taktik tekanan tersebut demi hasil yang lebih konsisten.

Pioli harus serius mempertimbangkan opsi-opsi taktis ini untuk meningkatkan performa Milan yang terbatas pilihan pemainnya. Hanya dengan memaksimalkan potensi mereka, AC Milan dapat mencapai kesuksesan yang diinginkan.

Pos terkait