Tak ada rasa sakit yang lebih dalam bagi seorang bek setia selain jatuh tepat di malam ia kembali dipercaya memimpin barisan belakang.
Hasil pemeriksaan terbaru terhadap Matteo Gabbia akhirnya keluar, dan kabarnya mengonfirmasi kekhawatiran terburuk para Milanisti: ada keterlibatan tendon dalam cedera flexor yang dialaminya.
Malam yang Ingin Dilupakan di Mapei Stadium
Gabbia kembali masuk susunan pemain utama untuk pertama kalinya di bawah pelatih baru Ruben Amorim, tetapi malam itu justru menjadi malam yang ingin dilupakan. Setelah berduel dengan Armand Laurienté di sisi kanan lapangan, sang bek tumbang menahan sakit yang luar biasa dan akhirnya harus ditandu keluar.
Dilaporkan bahwa Gabbia meninggalkan Mapei Stadium dengan kruk, pertanda bahwa cederanya bukan perkara ringan. La Gazzetta dello Sport sempat berspekulasi bahwa masalahnya bisa berdampak pada tendon sekaligus otot, dan kini pernyataan resmi dari klub telah tiba.

Berikut rangkuman fakta penting dari kabar ini:
- Pemain: Matteo Gabbia, bek tengah lulusan akademi Milan.
- Hasil pemeriksaan: cedera otot flexor paha kiri dengan keterlibatan sebagian tendon.
- Langkah berikutnya: konsultasi spesialis untuk menentukan terapi yang paling tepat.
- Opsi penanganan: operasi atau terapi konservatif, tergantung hasil konsultasi.
- Perkiraan kembali: baru pada 2027, menurut laporan MilanNews.
Pernyataan Resmi Klub dan Kabar Absen hingga 2027
Dalam pernyataan resminya, AC Milan menjelaskan hasil pemeriksaan yang dijalani Gabbia:
“Matteo Gabbia hari ini menjalani tes instrumental yang menunjukkan adanya cedera pada otot flexor paha kirinya, dengan keterlibatan sebagian tendon. Ia akan menjalani konsultasi spesialis untuk menentukan jalur terapi yang paling tepat.”
Selagi menunggu evaluasi penuh untuk memastikan seberapa besar masalah tendon tersebut dan langkah apa yang akan diambil, aman untuk menduga bahwa Amorim akan kehilangan sang lulusan akademi Milan itu untuk waktu yang cukup lama.
MilanNews melaporkan bahwa kunjungan ke spesialis akan menentukan apakah Gabbia membutuhkan operasi atau cukup dengan terapi konservatif. Satu hal yang tak berubah: tahun 2026 telah berakhir bagi sang bek tengah karena ia baru akan kembali pada 2027.

Ujian Berat Menjelang Sembilan Laga dalam Sebulan
Kabar ini terasa semakin suram karena Alexis Saelemaekers diperkirakan membutuhkan operasi akibat masalah pergelangan kaki. Dua pemain penting tumbang tepat sebelum Milan menghadapi rangkaian sembilan pertandingan dalam satu bulan.
Meski 2026 harus berakhir lebih cepat bagi sang benteng kebanggaan akademi, para Milanisti percaya bahwa pahlawan yang tumbang hari ini akan menjulang kembali di 2027 sebagai tembok merah-hitam yang lebih perkasa, Tornerai più forte, Matteo!




