Tampaknya Alexis Saelemaekers akan menjalani peran yang sama sekali baru pada musim ini, dengan slot bek sayap kanan kini diambil alih oleh pemain sayap lain yang juga dikonversi posisinya.
Selama pramusim, Saelemaekers belum digunakan secara reguler seperti yang mungkin diharapkan oleh sebagian pendukung. Padahal, untuk sebagian besar musim lalu—jika bukan keseluruhan musim—ia adalah salah satu nama pertama yang selalu masuk dalam daftar starter tim asuhan Massimiliano Allegri.
Berikut adalah sorotan utama dari perubahan peran Alexis Saelemaekers di bawah asuhan Ruben Amorim:
- Evolusi Taktik: Ruben Amorim melihat Saelemaekers lebih cocok bermain ke depan sebagai gelandang serang, bukan lagi sebagai wing-back.
- Insting Sang Pemain: Karakteristik Saelemaekers yang suka memotong ke dalam dan menyerang kotak penalti menjadi alasan utama perubahan ini.
- Penyeimbang Tim: Peran baru ini juga dirancang untuk menutupi potensi kekurangan defensif Samuel Chukwueze di sisi sayap.
Peran Baru Saelemaekers di Tangan Amorim

Namun, tampaknya pelatih baru Ruben Amorim memiliki pandangan berbeda. Ia melihat peran yang berbeda untuk pemain asal Belgia itu, baik dalam hal hierarki maupun posisi aktualnya di atas lapangan.
Kita memang belum benar-benar melihat apa yang Amorim persiapkan secara utuh untuk Saelemaekers, tetapi perekrutan Diego Moreira seakan memberikan sinyal bahwa slot bek sayap sudah cukup penuh. Oleh karena itu, ia mungkin akan kembali beroperasi lebih jauh di area pertahanan lawan.
Dalam sebuah artikel editorial untuk MilanNews, jurnalis Pietro Mazzara menyoroti bagaimana peran Saelemaekers akan berubah musim ini setelah sebelumnya sering digunakan oleh Allegri di pos bek sayap.
“Setelah bertahun-tahun dihabiskan dengan berlari di sayap, musim panas yang penuh perubahan telah tiba untuk Alexis Saelemaekers. Karena Ruben Amorim tidak melihatnya terutama di posisi bek kanan, yang pada awal tahun ini kita semua identifikasi sebagai posisi alaminya.”
“Ia (Amorim) melihatnya bermain lebih ke depan, di belakang striker, di posisi gelandang serang. Dan jika Anda akan berkata, ‘Bagaimana mungkin?’, jawabannya terletak pada pengamatan panjang dan cermat yang dilakukan oleh Amorim sendiri dan stafnya dalam beberapa minggu terakhir.”
Karakteristik Bermain dan Pelindung Chukwueze

Alasan utama dari perubahan radikal ini ternyata bertumpu pada sifat alami dan insting Alexis. Saelemaekers adalah tipe pemain yang sangat menikmati pergerakan memotong ke dalam (cut inside), bermain satu-dua dengan rekan setimnya, dan menyerang langsung ke area penalti daripada sekadar turun ke garis tepi untuk melepaskan umpan silang.
“Tahun lalu, di bawah asuhan Allegri, Alexis juga lebih suka menutup tiang gawang dari sayap yang berlawanan, serta terus-menerus mencari ruang di dalam saat pelatih sebenarnya lebih suka memanfaatkan kelebaran lapangan. Inilah sebabnya Amorim memutuskan untuk menggunakannya di sana, di salah satu dari dua slot di belakang Goncalo Ramos, tepatnya untuk mencoba mengirimnya ke area di mana ia tampaknya merasa lebih nyaman.”
Lebih dari itu, ada pertimbangan taktis lain yang sangat cerdas di balik keputusan ini. Mazzara menambahkan bahwa langkah ini bisa menjadi cara Amorim untuk menyeimbangkan lini pertahanan.
“Selanjutnya, sangat menggoda untuk berpikir bahwa dengan perpindahan Samuel Chukwueze ke peran full-back, kemungkinan peran starter Saelemaekers sebagai three-quarter back juga bisa menjadi cara untuk ‘menutupi’ potensi kekurangan pertahanan Chukwu dan perlindungan yang akan diberikan Mario Gila.”
Amorim menaruh kepercayaan besar pada Saelemaekers. Perubahan peran ini bisa menjadi kunci penting di tahap kariernya, belum lagi mempertimbangkan fleksibilitasnya yang sewaktu-waktu bisa kembali mengisi peran full-back, baik di sisi kanan maupun kiri, jika dibutuhkan.





