Jeda internasional sering kali menjadi momok menakutkan bagi klub-klub elit Eropa, tetapi AC Milan justru baru saja menerima suntikan kabar baik menjelang kembalinya aksi Serie A.
Kabar menggembirakan telah tiba dari ruang perawatan untuk pelatih Ruben Amorim menjelang pertandingan tandang melawan Sassuolo pada hari Minggu malam.
Menurut laporan dari MilanNews, pelatih kepala Milan itu akhirnya kembali bersatu dengan seluruh pemain yang sebelumnya bertugas membela tim nasional masing-masing.
Para punggawa andalan tersebut diketahui telah melakukan perjalanan kembali ke Italia secara bertahap selama 24 hingga 48 jam terakhir.
Sebagai pengingat, kubu Rossoneri memiliki 15 pemain yang dipanggil oleh tim nasional mereka pada jeda kali ini, yang merupakan jumlah terbanyak bersama di antara semua klub Serie A lainnya.
Seluruh skuad dilaporkan telah berlatih bersama secara penuh pada hari Jumat sore, dan bahkan Pervis Estupinan sudah kembali hadir berlatih di lapangan.
Satu Kehilangan Besar di Tengah Kabar Baik

Meski sebagian besar skuad berada dalam kondisi bugar, tetap ada satu pemain yang dipastikan tidak bisa ikut serta dalam perjuangan tim.
Satu-satunya sosok yang absen dari sesi latihan tersebut adalah Alexis Saelemaekers, yang harus segera menjalani operasi pergelangan kaki dalam beberapa hari ke depan dan akan absen selama beberapa bulan.
Berikut adalah dampak signifikan dari absennya pemain sayap tersebut bagi skema permainan Il Diavolo Rosso:
- Kehilangan Keseimbangan Taktis: Mantan pemain pinjaman Roma itu selama ini sangat berguna dalam peran gandanya sebagai bek sayap dan gelandang serang.
- Perubahan Formasi Darurat: Saluran televisi Sky menyarankan bahwa formasi baru 4-4-1-1 kemungkinan besar akan menjadi solusi kejutan yang digunakan Amorim saat menghadapi Sassuolo.
Terlepas dari nasib sial yang menimpa pemain asal Belgia itu, Amorim kini memiliki hampir seluruh pemain yang siap sedia untuk pertandingan tandang Minggu sore di Stadion Mapei.
Laga ini sekaligus menjadi titik awal dari rentetan jadwal menakutkan berupa tujuh pertandingan hanya dalam waktu 21 hari, yang akan ditutup puncaknya dengan laga derbi Halloween yang mendebarkan.
Menarik untuk disaksikan bagaimana kejeniusan taktik Amorim akan diuji secara nyata dalam mengatasi hilangnya keseimbangan tim demi mengamankan poin penuh di kandang lawan yang terkenal angker.





