Tag: Tiemoué Bakayoko

  • Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi Italia Puji Perilaku Bakayoko

    Jadi Korban Salah Tangkap, Polisi Italia Puji Perilaku Bakayoko

    Berita AC Milan – Girolamo Lacquaniti, juru bicara Asosiasi Perwira Polisi Nasional Italia, memuji Tiémoué Bakayoko atas perilakunya saat diberhentikan oleh polisi bersenjata baru-baru ini.

    Sebuah video yang diposting online baru-baru ini tampaknya menunjukkan bahwa gelandang Rossoneri itu diduga dihentikan oleh polisi bersenjata di Milan pada 3 Juli. Video tersebut menunjukkan Bakayoko tampaknya digeledah oleh seorang petugas di sebuah pos pemeriksaan polisi.

    Tindakan polisi itu terjadi sebagai tanggapan atas baku tembak yang telah terjadi di kota Milan di hari itu. Setelah beberapa detik, kesalahan itu tampaknya disadari dan akhirnya Bakayoko diizinkan pergi.

    Berbicara melalui New Sound Level, Lacquaniti pertama kali menjelaskan mengapa Bakayoko dihentikan pada 3 Juli.

    “Ruang operasi Questura di Milano telah mengeluarkan pemberitahuan yang menunjukkan bahwa telah terjadi perkelahian dengan baku tembak dan bahwa mereka sedang mencari SUV dengan orang kulit hitam mengenakan T-shirt hijau.

    “Persis jenis mobil, jenis pakaian dan karakteristik pemain Milan. Prosedur intervensi yang diterapkan operator adalah prosedur standar ketika mengintervensi tersangka yang diyakini bersenjata.

    “Bakayoko punya waktu, cara, dan sarana untuk berbicara, tetapi dialah yang pertama memahami mengapa operator polisi bertindak seperti itu.”

    Juru bicara National Association of Police Officers kemudian memuji gelandang AC Milan atas perilakunya yang patut dicontoh selama insiden tersebut.

    “Saya juga mengambil kesempatan untuk mengucapkan selamat kepadanya, dia tidak mengatakan kepada petugas polisi ungkapan seperti ‘Kamu tidak tahu siapa saya, saya akan membuat Anda dalam masalah’.

    “Dia kooperatif, dia mengerti dinamika peristiwa. Jika tidak ada video, tidak ada yang akan mengatakan apa-apa karena tidak ada yang bisa dikatakan dan pemain Milan adalah orang pertama yang mengetahuinya.

    “Penghargaan untuknya karena berperilaku seperti warga negara teladan, menunjukkan kerja sama, memahami situasi dan menghindari segala bentuk kontroversi.”

    Bakayoko dilaporkan hampir meninggalkan Milan musim panas ini, dengan beberapa laporan menunjukkan bahwa kesepakatan lisan telah dicapai dengan Olympique Marseille. Selain itu, Gattuso juga dikabarkan berminat untuk membawanya bereuni di Valencia.

  • Polisi Bersenjata Lengkap Hentikan Mobil Bakayoko, Ada Apa?

    Polisi Bersenjata Lengkap Hentikan Mobil Bakayoko, Ada Apa?

    Berita AC Milan – Sebuah video yang diposting online tampaknya menunjukkan gelandang AC Milan, Tiemoué Bakayoko, diduga dihentikan oleh polisi bersenjata lengkap.

    Calciomercato.com merinci bagaimana dugaan insiden itu dilaporkan terjadi di daerah Porta Garibaldi di Milan pada 3 Juli, awal bulan ini.

    Gelandang Rossoneri tampaknya telah dihentikan di sebuah pos pemeriksaan polisi dan video tersebut tampaknya menunjukkan bahwa dia ditahan sebentar sementara pemeriksaan tampaknya sedang dilakukan.

    Setelah beberapa detik, petugas polisi tampaknya menyadari kesalahan mereka dan meminta maaf kepada pemain sebelum membiarkannya pergi.

    Laporan menunjukkan bahwa telah terjadi baku tembak di Milan malam itu dan pos pemeriksaan didirikan untuk mencoba dan mencegat para tersangka.

    Bakayoko dilaporkan di ambang meninggalkan Rossoneri musim panas ini, dengan beberapa outlet menunjukkan bahwa kesepakatan lisan telah dicapai dengan Olympique Marseille.

    Gelandang Prancis itu tidak menjalani musim yang mudah di bawah Stefano Pioli musim lalu dan dia akan berharap untuk menemukan kembali performanya di Ligue 1.

  • Setelah Castillejo, Gattuso Berniat untuk Mendatangkan Bakayoko

    Setelah Castillejo, Gattuso Berniat untuk Mendatangkan Bakayoko

    Berita AC Milan – Gennaro Gattuso sedang mencoba untuk menciptakan kembali skuad Milan lamanya di Valencia, karena setelah Samu Castillejo, dia sekarang ingin reuni lagi dengan Tiemoue Bakayoko.

    Pelatih baru Valencia sedang membangun kembali tim dengan citranya sendiri dan itu berarti bersatu kembali dengan para pemain yang pernah bekerja dengannya sebelumnya.

    Mengutip laporan dari Calciomercato, Castillejo menyelesaikan transfernya dengan bebas biaya pekan ini dan bisa segera diikuti oleh Bakayoko. Ini akan menjadi ketiga kalinya Gattuso meminta Bakayoko dalam skuadnya, setelah Milan pada 2018-19 dan kemudian Napoli pada 2020-21.

    Sudah dua kali Baka diizinkan untuk meninggalkan Chelsea dengan status pinjaman dengan opsi untuk membeli, dan dalam kedua kesempatan, klub peminjam menolak untuk membuat kepindahan permanen.

    Chelsea membayar €40 juta untuk mengontrak Bakayoko dari AS Monaco pada tahun 2017, tetapi ia jarang bermain untuk The Blues, alih-alih menjalani serangkaian masa peminjaman yang mengecewakan di Milan, Monaco, Napoli dan yang terbaru kembali ke Milan lagi.

    Kontraknya berlaku hingga Juni 2024 dan Rossoneri memiliki kewajiban untuk membeli seharga €17 juta jika Bakayoko memainkan setidaknya 15 pertandingan selama 45 menit.

    Namun, AC Milan tidak berniat melakukan itu dan ingin menghentikan masa pinjaman dua tahun lebih awal.

  • Bakayoko ingin Sudahi Masa Pinjamannya di Milan

    Bakayoko ingin Sudahi Masa Pinjamannya di Milan

    Berita AC Milan – Tiémoué Bakayoko dan AC Milan sedang menjajaki cara mempersingkat masa pinjaman gelandang Prancis itu menjadi selama 1 tahun saja.

    Pemain berusia 27 tahun itu sedang menjalani masa pinjaman keduanya bersama Rossoneri dan pada kesempatan ini, kesepakatan itu berlangsung selama dua tahun dengan opsi untuk mempermanenkannya.

    Tapi Bakayoko hanya tampil 14 kali di Serie A musim kemarin dan Milan kini masih mencari pemain tengah baru pasca kehilangan Kessie. Situasi yang membuat mantan pemain Monaco itu kian terasa sulit di San Siro.

    Il Corriere dello Sport melaporkan Milan dan Bakayoko sedang dalam diskusi dengan klub pemilik sang pemain, Chelsea, mengenai cara mempersingkat kesepakatan pinjaman menjadi selama 12 bulan saja.

    Gelandang itu ingin mengeksplorasi opsi lain, meskipun saat ini tidak memiliki terlalu banyak tawaran, laporan itu menambahkan. Bakayoko adalah bagian dari tim Monaco yang memenangkan Ligue 1 pada 2016-17 dan dikalahkan oleh Juventus di semifinal Liga Champions.

    Dia bergabung dengan Chelsea musim panas itu tetapi pergi ke Milan dengan status pinjaman pada musim berikutnya. Bakayoko kemudian menghabiskan waktu di bekas klubnya Monaco dan Napoli sebelum kembali ke Rossoneri.

  • Duet Ancur Bennacer dan Bakayoko, Begini Komentar Stefano Pioli

    Duet Ancur Bennacer dan Bakayoko, Begini Komentar Stefano Pioli

    Berita AC Milan – Melawan Udinese, Stefano Pioli memberikan sedikit kejutan dengan menurunkan duet Tiemoue Bakayoko dengan Ismael Bennacer di lini tengah AC Milan. Padahal dalam beberapa laga Bakayoko terlihat belum bisa menyatu dengan permainan tim.

    Sebetulnya alasan Pioli bisa dimaklumi mengingat padatnya jadwal pertandingan yang mengharuskan anak asuhnya bermain setiap 3 hari sekali. Bakayoko sendiri terlihat juga sudah melakukan sedikit peningkatan, namun kali ini rekan duetnya adalah Bennacer yang jarang bermain bersama.

    Hasilnya pun sudah bisa ditebak, lini tengah Milan di babak pertama kalang kabut dalam mengatasi permainan agresif tuan rumah Udinese. Gagal mengkreasikan serangan, lemah ketika ditekan. Bahkan gol Udinese adalah buah dari ancurnya duet Bennacer dan Bakayako ini.

    Seusai pertandingan Stefano Pioli sangat menyesalkan performa duo gelandang tengahnya tersebut. Secara halus ia menyampaikan kritikannya kepada Bakayoko dan Bennacer yang pada babak kedua ia tarik ke bangku cadangan untuk diganti Tonali dan Kessie.

    “Masalahnya adalah Bakayoko tidak harus berada di antara garis, gelandang kami seharusnya tidak menerimanya di sana dengan tubuhnya menghadap ke gawang. Hari ini kami mencoba membangun dengan Isma menurunkan dirinya di antara dua bek tengah, tetapi dia tidak selalu berhasil dengan cara yang tepat dan cepat.” keluh Pioli kepada DAZN.

    Tentang permainan… “Milan asuhan Pioli tidak diperhitungkan, gaya permainan kami diperhitungkan. Kami tidak dapat memiliki kejelasan dalam pengambilan keputusan untuk melewati pertahanan yang begitu kompak.”

    “Kami tidak menciptakan peluang yang jelas tetapi kami sering memasuki kotak. Kami bisa saja menyamakan kedudukan lebih awal dan mencoba meraih kemenangan.”

    Kebobolan gol… “Kami kebobolan gol, hampir semuanya dari penumpukan kami karena kami membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan. Anda membayar untuk situasi ini. Kami harus lebih berhati-hati dan lebih baik saat bola berada di tangan kami.”

    Dalam tim … “Anak-anak saya sadar, baik dalam keberhasilan maupun kekalahan. Kami datang dari dua penampilan yang tidak terlalu menarik dan kami harus tampil lebih baik dalam banyak situasi. Kata-kata Tonali penting karena ada ambisi.”

    Tentang Tonali tidak starter … “Baik di liga dan di UCL kami bermain bagus dan menang dengan keempat gelandang. Gol itu lahir dari sebuah kesalahan. Selain itu, kami berada di pertandingan ketujuh dalam 20 hari dan bermain tiga hari setelah pertandingan di Liga Champions menghabiskan energi mental.”

    Poin diperoleh atau hilang? “Ketika kami tidak menang, kami tidak bisa sepenuhnya puas, tetapi intinya adalah tanda betapa tim ingin tidak kalah. Sayangnya, kami meninggalkan Liga Champions, sekarang mari kita mulai dengan gol-gol kecil.”

    “Tahun lalu kami mencetak 43 poin di babak pertama, sekarang ada dua pertandingan tersisa dan kami memiliki 39 poin: kami akan berusaha lebih baik lagi.”

    Tentang Brahim Diaz… “Ini bukan waktu terbaiknya. Dia punya peluang. Jika Anda mencetak gol, Anda naik bahkan dalam performa, dia harus menemukan kondisi terbaik. Dengan berlatih seperti yang dia lakukan, dia akan kembali ke levelnya.” tutup Pioli.

  • 4 Pemain AC Milan Ini akan Pulih Seusai Jeda Internasional

    4 Pemain AC Milan Ini akan Pulih Seusai Jeda Internasional

    Berita AC Milan – AC Milan tampak begitu akrab dengan badai cedera yang menyambangi para pemainnya. Sebuah masalah yang membuat mereka gagal mengamankan posisi puncak klasemen Serie A musim lalu.

    Padahal ini barulah awal musim, namun I Rossoneri sudah ditinggal oleh beberapa pemainnya karena cedera seperti Ibrahimovic, Krunic, Giroud, Bakayoko, Florenzi dan Plizzari.

    Waktu jeda internasional selama 2 pekan ini sepertinya adalah waktu yang tepat bagi pemain Milan untuk sejenak menghembuskan nafasnya. Pemain yang tidak dipanggil timnas dapat sedikit menikmati waktu santai di Milanello dan pemain cedera dapat mengintensifkan pemulihannya.

    Melansir laporan dari Tuttosport, seusai jeda internasional ini 4 pemain AC Milan akan pulih dari cederanya. Mereka adalah Ibrahimovic, Giroud, Krunic dan Bakayoko.

    Ini berarti keempat pemain tersebut sudah bisa tampil saat AC Milan melawan Verona pada giornata 8 Serie A, 17 Oktober nanti.

    Dengan jadwal pertandingan yang teramat padat, AC Milan membutuhkan semua sumber daya yang tersedia untuk melalui kompetisi musim ini dengan baik. Terutama untuk melakukan rotasi pemain yang bertujuan untuk menghindarkan pemain dari cedera.

    Sebetulnya masalah cedera ini sudah diantisipasi dengan baik oleh Paolo Maldini. Hal itu dapat kita lihat dari kedalaman skuad AC Milan musim ini yang merupakan hasil dari investasi Milan sepanjang pasar transfer musim panas kemarin.

    Bagaimana pun, publik San Siro rasanya sudah teramat rindu dengan auman sang singa tua yang baru saja merayakan hari jadinya ke 40, Zlatan Ibrahimovic. Hellas Verona semoga saja akan menjadi ladang gol bagi sang bomber.

  • Alami Cedera di Laga Debut, Begini Kondisi Bakayoko Saat Ini

    Alami Cedera di Laga Debut, Begini Kondisi Bakayoko Saat Ini

    Berita AC Milan – Mimpi Tiemoue Bakayoko untuk kembali bermain bersama AC Milan akhirnya terwujud musim ini. Hal itu terjadi lantaran pihak Chelsea telah setuju untuk meminjamkannya ke Milan dengan opsi pembelian permanen.

    Pemain sepak bola asal Prancis itu juga telah menjalani laga debutnya saat melawan Lazio akhir pekan lalu. Namun sayangnya, Bakayoko yang masuk di babak kedua harus kembali ke ditarik keluar karena mengalami cedera.

    Melansir laporan dari Milanpress.it, Bakayoko pada pertandingan kontra Lazio mengalami pendarahan di telapak kaki kirinya. Sang gelandang diperkirakan baru akan sembuh dalam waktu sekitar 1 bulan.

    Dengan kondisi seperti itu, maka pada laga melawan Juventus akhir pekan nanti AC Milan hanya bisa mengandalkan trio pemain tengahnya yaitu Franck Kessie, Ismael Bennacer dan Sandro Tonali.

    Selain akan kehilangan Bakayoko, AC Milan kemungkinan juga masih belum bisa diperkuat oleh Zlatan Ibrahimovic yang mengalami masalah pada tendon achillesnya.

    Namun begitu masih harus kita tunggu bagaimana situasi perkembangan dari Ibra. Saat ini pemain Swedia itu masih berjuang keras agar dapat pulih tepat waktu melawan Juve, Senin mendatang.

  • Dapatkan Pelecehan Rasial, Begini Respon dari Bakayoko

    Dapatkan Pelecehan Rasial, Begini Respon dari Bakayoko

    Berita AC Milan – Para pendukung Lazio kedapatan melakukan aksis rasisme terhadap pemain AC Milan, Tiemoue Bakayoko dan juga Franck Kessie.

    Hal itu terjadi pada pertandingan AC Milan melawan Lazio di San Siro yang berkesudahan dengan skor 2-0 bagi kemenangan tim tuan rumah.

    Mengutip laporan dari Milannews, saat masuk menggantikan Kessie pada menit ke-61′, Bakayoko mendapatkan sambutan meriah dari para pendukung AC Milan. Namun pada saat yang sama, Ultras Lazio langsung meneriakkan nyanyian bernada rasial pada pemain Prancis tersebut.

    Saat Bakayoko masuk, nyanyian “Pisang ini untuk Bakayoko.” langsung bergemuruh dari tribun penonton yang dijejali oleh Ultras Lazio. AC Milan sendiri rencananya akan melaporkan kejadian tersebut kepada FIGC.

    Berikut adalah pernyataan resmi AC Milan terkait insiden rasisme yang dialami oleh Bakayoko:

    “Mengenai nyanyian diskriminatif di alamat pemain kami @TimoeB08 datang dari sektor tamu dan diperingatkan oleh beberapa jurnalis dan penonton, AC Milan setelah pemeriksaan yang sesuai sedang mempertimbangkan untuk mengajukan keluhan ke FIGC. #WeRespAct#WeTheFamily”

    Melalui akun Instagram resminya, Bakayoko mengutarakan rasa terimakasihnya atas sambutan hangat dari Milanisti. Ia juga mengaku tegar untuk menghadapi aksi rasisme yang dilakukan oleh fans Lazio.

    Terima kasih atas sambutan hangat Rossoneri.. ️ Sayangnya saya cedera untuk debut saya tetapi yang paling penting adalah 3 poin dari tim.

    Dan untuk beberapa fans Lazio dan teriakan rasis mereka kepada saya dan saudara saya @franckkessie. Kami kuat dan bangga dengan warna kulit kami. Saya memiliki semua kepercayaan saya di klub kami untuk mengidentifikasi mereka. #forzamilan #notoracism

    Hubungan Bakayoko dan kessie dengan fans Lazio sepertinya tidak akan pernah membaik. Sejak insiden 2019 silam terkait insiden jersey Acerbi, amarah Laziale kepada keduanya masih belum juga padam.

  • Bakayoko Mendapat Serangan Rasis dari Ultras Lazio

    Bakayoko Mendapat Serangan Rasis dari Ultras Lazio

    Berita AC Milan – Tiemoue Bakayoko sepertinya menjalani debut yang kurang menyenangkan, walaupun AC Milan faktanya menang 2-0 atas Lazio.

    Pemain sepak bola asal Prancis itu tampil kurang maksimal dengan kerap salah umpan dan gagal menyergap bola dari lini tengah. Sebuah kondisi yang membuat Tonali mesti bekerja ekstra untuk mengcovernya.

    Nasib sial Bakayoko kian bertambah setelah ia harus ditarik keluar karena mengalami cedera, beberapa menit ketika ia baru masuk menggantikan Franck Kessie.

    Tidak hanya itu saja, mengutip laporan dari Milannews, Bakayoko pada pertandingan ini rupanya juga mengalami serang rasial dari para Ultras Lazio.

    Saat masuk menggantikan Kessie pada menit ke-61′, Bakayoko mendapatkan sambutan meriah dari para pendukung AC Milan. Namun pada saat yang sama, Ultras Lazio langsung meneriakkan nyanyian rasial pada pemain pinjaman dari Chelsea itu.

    Dalam laporan itu disebutkan jika lagu yang Ultras Lazio nyanyikan adalah berjudul “Pisang ini untuk Bakayoko.” Untuk kita ketahui, Ultras Lazio memang cukup dikenal akan kecenderungannya pada paham fasisme ala Benito Mussolini dan neo Nazi.

    Dalam statemen resminya, AC Milan sendiri akan melaporkan kejadian tersebut kepada FIGC. I Rossoneri sendiri sangat tidak menyukai aksi rasisme sampai mereka membuat slogan #WeRespAct.

    Mengenai nyanyian diskriminatif di alamat pemain kami @TimoeB08 datang dari sektor tamu dan diperingatkan oleh beberapa jurnalis dan penonton, AC Milan setelah pemeriksaan yang sesuai sedang mempertimbangkan untuk mengajukan keluhan ke FIGC. #WeRespAct#WeTheFamily

    Bakayoko pada pertandingan vs Lazio ini mengalami masalah pada kaki kirinya dan itulah sebabnya dia terpaksa ditarik keluar. Pemeriksaan medis dijadwalkan akan berlangsung besok untuk mengetahui seberapa parah cederanya.

  • Tiemoue Bakayoko: “Paolo Maldini Adalah Seorang yang Fantastis!”

    Tiemoue Bakayoko: “Paolo Maldini Adalah Seorang yang Fantastis!”

    Berita AC Milan – Tiemoue Bakayoko akhirnya berkesempatan sekali lagi untuk mengenakan jersey merah hitam. Kepastian itu didapatkan setelah AC Milan mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk meminjamnya selama 2 musim.

    Bakayoko sendiri sebelumnya pernah membela panji I Rossoneri pada musim 2018/2019 silam. Saat itu ia berhasil menjadi tembok kokoh di lini tengah Milan bersama dengan rekan duetnya, Franck Kessie.

    Tadi malam waktu Indonesia (02/09/2021), Bakayoko akhirnya menjalani konferensi pers pertamanya sebagai pemain AC Milan. Tanpa ragu, pemain sepakbola asal Prancis itu menyebut Paolo Maldini sebagai seorang yang fantastis.

    Berikut petikan wawancaranya dengan awak media melansir dari kanal resmi AC Milan:

    “Memang benar bahwa saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan para penggemar. Pada awalnya itu tidak mudah, tetapi seiring berjalannya waktu, saya mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri.”

    Tentang Paolo Maldini: “Memang benar bahwa Paolo Maldini dan saya memiliki hubungan yang baik. Dia banyak membantu saya di awal pengalaman saya di Milan. Dia orang yang fantastis.”

    Pada pertandingan terakhirnya dengan Milan: “Pertandingan terakhir saya dengan Milan adalah melawan SPAL. Sayangnya itu adalah kenangan buruk karena kami hampir berhasil mencapai Liga Champions, tetapi gagal. Sekarang Milan jauh lebih kuat daripada saat itu dan saya sangat senang berada di sini dan memiliki kesempatan ini.”

    Apakah Anda berbicara dengan pelatih Pioli? “Saya berbicara dengan pelatih yang baru saja berkomunikasi dengan saya dengan tenang. Kami tahu betul bahwa dalam sepak bola, setiap orang harus mendapatkan tempat mereka di skuat. Saya akan melakukan yang terbaik untuk berkontribusi pada peningkatan tim.”

    Tentang memiliki banyak pemain Prancis di Milan sekarang: “Saya ingat ketika pertama kali tiba di Milan, saya adalah satu-satunya orang Prancis. Namun, sekarang sangat berbeda. Ada lebih banyak rekan senegara saya dan tim jauh lebih kuat. Saya tidak sabar untuk bermain bersama dengan semua pemain lain.”

    Tentang masa tinggalnya di Milan: “Saya pasti ingin tinggal di sini, saya merasakan keterikatan yang hebat dengan klub ini. Milan seperti rumah saya dan saya akan melakukan segalanya untuk memenangkan trofi dengan jersey ini.”

    Setelah pindah pada beberapa kesepakatan pinjaman: “Saya telah mencapai titik dalam karir saya di mana saya membutuhkan stabilitas. Sekarang tujuannya adalah untuk tinggal di klub selama beberapa tahun dan saya percaya bahwa Milan adalah klub yang tepat untuk saya, saya akan melakukan segala kemungkinan untuk mewujudkannya.”

    Tentang hubungan dengan Franck Kessie: “Kessie dan saya bahagia sebelumnya bersama. Tapi, sudah dua tahun sekarang dan banyak hal berubah. Adapun masa depannya, saya berharap dia tetap di sini.”

    Tentang Zlatan Ibrahimovic: “Zlatan dan saya berbicara kemarin di sesi latihan. Kepribadiannya diketahui semua orang dan kita harus melihatnya sebagai contoh. Saya sangat senang bermain dengannya dan belajar darinya.”

    Saat bermain untuk Gattuso dan sekarang Pioli: “Gaya permainan saya seharusnya tidak banyak berubah antara pelatih Gattuso dan Pioli. Saya belum menerima instruksi yang sangat berbeda.”

    Tentang upaya memenangkan Scudetto bersama Milan: “Anda sudah tahu klub yang harus dikalahkan untuk Scudetto. Milan finis di urutan kedua dalam kejuaraan tahun lalu, tetapi hampir saja memenangkannya. Saya yakin kita bisa bertarung. Kami harus bekerja di pertandingan demi pertandingan dan mengevaluasi diri kami sendiri.”

    Apakah Anda lebih baik dengan dua atau tiga pemain di lini tengah? “Penampilan saya akan sama, saya tidak bermain sendiri tapi bersama tim. Pelatih akan memilih gameplan, saya akan selalu memberikan yang terbaik”.

    Tentang negosiasi tahun lalu untuk menandatangani kontrak dengan Milan: “Tahun lalu ada beberapa negosiasi, tapi sejujurnya saya tidak tahu seberapa jauh mereka melangkah. Namun, itu tidak masalah sekarang. Yang penting aku ada di sini.”

    Tentang bermain dengan dua mantan rekan setimnya di Chelsea: “Saya telah berbicara dengan Tomori dan Giroud sebelum saya tiba di sini. Mereka juga menelepon saya di FaceTime. Mereka ingin saya bergabung dengan mereka di sini.”

    Apa yang paling Anda rindukan dari Milan dalam dua tahun ini? “Saya merindukan segalanya, Milan, orang-orangnya, klubnya, para penggemarnya. Saya sering kembali ke Milan bersama keluarga saya selama bertahun-tahun, saya senang berada di sini.”

    Apa yang dapat Anda temukan di Milan yang belum Anda miliki dalam karier Anda? “Saya ingin mencoba bahagia di Milan dan mencoba memenangkan trofi sebanyak mungkin.” tutup Bakayoko.