Kemenangan vital berhasil diraih AC Milan saat bertandang ke markas Pisa, Sabtu dini hari WIB. Tiga poin dari Arena Garibaldi ini menyoroti statistik impresif Massimiliano Allegri dibandingkan pelatih sebelumnya.
Berdasarkan data statistik liga terbaru, performa Rossoneri musim ini jauh melampaui ekspektasi. Allegri mencatatkan raihan poin yang sangat masif hanya dalam 24 giornata.
“Setelah 24 pertandingan liga, Milan asuhan Massimiliano Allegri hanya memiliki 10 poin lebih sedikit dari jumlah poin yang dikumpulkan Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao dalam 38 pertandingan musim lalu.”
Jalannya Pertandingan
Milan menutup babak pertama dengan keunggulan berkat tandukan Ruben Loftus-Cheek. Gelandang Inggris tersebut sukses memanfaatkan umpan silang akurat dari Zachary Athekame.
Namun, drama terjadi di babak kedua ketika gol Adrien Rabiot dianulir wasit. Situasi makin pelik saat Niclas Fullkrug gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-56 karena bola membentur tiang.
Pisa sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-71 melalui Felipe Loyola. Gol ini bermula dari bola muntah hasil haluan Matteo Gabbia yang kurang sempurna.
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Magis Luka Modric
Allegri merespons dengan memasukkan Rafael Leao, Samuele Ricci, dan Christian Pulisic. Pergantian pemain ini terbukti jitu menambah daya gedor di menit-menit akhir.
Kemenangan akhirnya dikunci lewat aksi brilian Luka Modric pada menit ke-85. Pemain veteran itu melakukan kombinasi satu-dua sebelum menaklukkan kiper Nicolas dengan penyelesaian kelas dunia.
Fakta Pertandingan
- Pencetak Gol: Loftus-Cheek (Milan), Loyola (Pisa), Modric (Milan).
- Momen Kunci: Penalti gagal Fullkrug & pergantian pemain Allegri.
- Dampak Klasemen: Jarak dengan Inter kini hanya 5 poin.
Analisis Redaksi
Kemenangan ini membuktikan mentalitas juara yang mulai terbentuk di skuad Allegri. Meski sempat tertekan akibat kegagalan penalti, para pemain tetap tenang mencari gol kemenangan hingga akhir laga.
Secara matematis, peluang Scudetto kembali terbuka lebar dengan selisih yang kini hanya 5 poin dari Inter. Konsistensi melawan tim-tim kecil, yang sering menjadi sandungan musim lalu, kini mulai teratasi.
Kredit khusus layak diberikan kepada Luka Modric yang menjadi pembeda. Di usia senjanya, ia tetap menjadi sosok penentu saat tim membutuhkan keajaiban.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.




