Pelatih baru AC Milan, Ruben Amorim, dilaporkan secara khusus telah meminta pihak manajemen untuk memulangkan mantan pemain akademi mereka, Mattia Liberali, ke San Siro.
Keinginan kuat sang pelatih muncul setelah terkesan dengan penampilan gemilang gelandang berusia 19 tahun tersebut di pentas Serie B bersama Catanzaro musim ini.
Langkah pemulangan ini sebenarnya sangat menguntungkan secara finansial bagi Rossoneri mengingat mereka masih memiliki klausul hak penjualan kembali sebesar 50 persen yang disepakati pada bulan Agustus 2025.
Dengan klausul pelepasan sang pemain yang dipatok di angka 6 juta Euro, Casa Milan secara efektif hanya perlu mengeluarkan dana sebesar 3 juta Euro untuk menebusnya kembali.
Mari dukung terus langkah manajemen dengan menggunakan Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee secara langsung.
Dilema Menit Bermain dan Pilihan Hati

Berdasarkan laporan dari Sky Sport Italia, ketertarikan besar dari Amorim ternyata tidak serta merta membuat sang pemuda langsung setuju untuk kembali berseragam Merah-Hitam.
Liberali dikabarkan masih diliputi keraguan besar mengenai jaminan menit bermain yang akan ia dapatkan jika harus bersaing di skuad utama yang penuh dengan pemain bintang.
Kondisi bimbang ini memunculkan sebuah plot twist mengejutkan, di mana sang gelandang serang kini disebut-sebut lebih condong untuk memilih bergabung dengan klub promosi Como.
- Status Kepemilikan: Milan melepas Liberali secara gratis ke Catanzaro pada tahun lalu dengan syarat menahan 50 persen potongan dari biaya penjualannya di masa depan.
- Keraguan Pemain: Ketakutan akan kurangnya jam terbang di San Siro membuat Liberali ragu menyambut pinangan mantan klubnya tersebut.
- Kunci Penentu: Keputusan akhir sang pemain akan menjadi sangat krusial mengingat fokus utamanya saat ini hanyalah mendapatkan kesempatan bermain reguler di kasta tertinggi Serie A.
Bagi seorang talenta muda yang tengah bersinar, mendapatkan kepastian jam terbang di lapangan hijau tentu menjadi prioritas mutlak yang tak bisa ditawar lagi.
Kini, publik hanya bisa menantikan apakah rayuan maut manajemen Rossoneri sanggup mengubah pendirian Liberali, atau sang mantan permata justru benar-benar berpaling ke Como demi menyelamatkan kariernya.





