Roberto Martinez: “Di Usianya, Tidak Banyak Pemain Eropa yang Seperti Charles De Ketelaere!”

Charles De Ketelaere
Photo: Tim Clayton - Corbis/GettyImages

Berita AC Milan – Pelatih timnas Belgia, Roberto Martinez memberikan gambaran tentang betapa hebatnya dua anak didiknya yang baru bergabung dengan AC Milan yakni Divock Origi dan Charles De Ketelaere.

Sebagaimana kita tahu, Origi datang ke Milan dari Liverpool dengan status free transfer. Berbeda dengan rekan senegarnya, De Ketelaere datang dengan biaya transfer yang mencapai lebih dari 32 juta euro.

Tentu harapan besar berada di pundak Charles De Ketelaere, namun Roberto Martinez meyakini jika pemain sepakbola berusia 21 tahun itu akan mampu mengatasi tekanan karena bakat luar biasanya.

“Origi sudah matang dan memiliki hak istimewa berada di ruang ganti yang luar biasa seperti Liverpool. Meskipun dia bermain sedikit sejak awal, dia memutuskan banyak permainan. Sekarang dia memiliki keinginan yang tepat untuk memulai dari awal, juga karena Divock memiliki bakat.” tutur Martinez untuk Gazzetta.

“Di saat-saat sulit, dia tiba-tiba muncul dan memutuskan. Saya pikir dia siap untuk berada di tim baru di level Milan, penting bagi rekan satu timnya untuk menunjukkan jalan kepadanya setelah Scudetto.”

Terakhir, Martinez berbicara tentang wonderkid Belgia, Charles De Ketelaere, yang diharapkan tumbuh menjadi bintang bersama Rossoneri setelah kepindahannya dari Club Brugge.

“De Ketelaere mencuri perhatian Anda, membuat Anda terdiam dengan kemampuan teknis, fleksibilitas, keanggunan permainan. Dia memiliki koordinasi, keterampilan dalam umpan akhir dan dalam menembak ke gawang yang hanya dimiliki oleh beberapa pemain seusianya di Eropa. Mari fokus pada lapangan dan bukan pada perbandingan.

“Charles selalu berkembang, kami telah menemaninya dalam proyek dari U-21 hingga tim utama, dan dia memiliki kemampuan luar biasa untuk menempati semua area serangan.

“Dia bisa beradaptasi dengan kebutuhan terutama karena tekniknya. Charles seiring waktu dapat terus mengikuti jejak para pemain hebat dalam tradisi Rossoneri.” tutup eks manajer Wigan Athletic itu.

Pos terkait