Skuad AC Milan kini tengah bersiap untuk menghadapi laga tandang yang sangat rumit pada Minggu sore di markas Hellas Verona.
Pertandingan ini merupakan sebuah titik krusial bagi perjalanan Iblis Merah di kompetisi liga yang sejauh ini sebenarnya berjalan cukup positif.
Namun, para pemain sama sekali tidak boleh lagi bermain api setelah kehilangan banyak poin berharga dalam beberapa pertandingan terakhir.
Dua kekalahan menyakitkan secara beruntun telah menyalakan beberapa alarm peringatan darurat bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri.
Rekor Negatif Penyelesaian Akhir Rossoneri
Di balik kesulitan tim dalam memenangkan pertandingan, terdapat sebuah data statistik mencengangkan yang menyoroti tumpulnya lini serang Milan.
Di antara enam tim teratas di klasemen Serie A, Milan tercatat sebagai tim yang memiliki selisih negatif paling lebar antara gol yang dicetak dan harapan gol yang tercipta.
Kesenjangan tersebut berada di angka minus 5,83 di mana tim hanya mampu mencetak 47 gol dari nilai Expected Goals (xG) yang seharusnya mencapai 52,83 gol.
Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, Rossoneri juga menjadi tim dengan persentase terendah dalam mengonversi peluang emas menjadi gol, yaitu hanya sebesar 33,7 persen saja.
Di tengah kegelisahan melihat tumpulnya lini depan tim kesayangan kita, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Penurunan Tajam Performa Rafael Leao
Selain buruknya penyelesaian akhir tim secara kolektif, mandulnya barisan penyerang juga sangat dipengaruhi oleh anjloknya performa individu sang bintang.
Selain fakta bahwa Rafael Leao belum pernah mencetak gol di Stadion Bentegodi sepanjang kariernya, pemain asal Portugal tersebut juga mengalami musim terburuknya secara statistik.
Leao saat ini hanya mencatatkan rata-rata dribel sukses terendah dengan angka 0,88 kali per pertandingan di kompetisi Serie A musim ini.
Persentase keberhasilan dribelnya juga merosot sangat tajam hingga menyentuh titik terendah di angka 40,4 persen dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Analisis Redaksi
Data statistik mengenai kesenjangan antara gol yang diharapkan dan gol aktual ini mengonfirmasi keluhan para penggemar mengenai buruknya penyelesaian akhir tim.
AC Milan sebenarnya terbukti mampu menciptakan banyak peluang berbahaya di depan gawang lawan melalui skema permainan yang dibangun dari bawah.
Sayangnya, peluang-peluang emas tersebut seringkali terbuang sia-sia akibat hilangnya ketenangan para penyerang saat berada di dalam kotak penalti.
Ketergantungan yang terlalu besar pada aksi individu kini mulai menjadi bumerang ketika performa pemain kunci seperti Rafael Leao sedang menurun drastis.
Pertandingan melawan Verona akhir pekan ini harus menjadi titik balik bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri untuk memperbaiki efektivitas mematikan di sepertiga akhir lapangan.





