Satu gol indah mampu membuat dada Milanisti membusung, tetapi satu kelengahan sudah cukup untuk mengubah pesta menjadi penyesalan. Itulah yang terjadi di Mapei Stadium, ketika keunggulan yang sudah di depan mata lenyap begitu saja.
AC Milan membuang keunggulan 1-0 atas Sassuolo dan gagal memaksimalkan kualitas individu untuk kembali memimpin. Laga ini bak roller coaster bagi pasukan Ruben Amorim, yang justru mengundang Sassuolo kembali ke dalam pertandingan setelah unggul. Meski sejumlah pemain tampil baik, tak ada kilau di akhir laga untuk merebut kembali keunggulan. Berikut rapor lengkap para pemain Rossoneri.
Rabiot Bersinar, Estupinan dan Amorim Jadi Sorotan
Dari seluruh penampilan malam itu, tiga nama paling menonjol, baik karena kilauannya maupun kritik yang menyertainya. Berikut versi singkatnya:
- Rabiot (7, Man of the Match): lari-lari kuatnya ke depan, terutama saat berpadu dengan umpan satu-dua kesukaannya, sangat sulit dihentikan lawan. Golnya adalah tembakan yang brilian, dan meski masih bisa tampil lebih baik di beberapa hal, perannya sangat krusial.
- Estupinan (5.5): ia sukses menghentikan Berardi masuk ke belakang lewat intersepsi akrobatik dan mengirim satu umpan bagus untuk Moreira. Namun secara umum, ia boros saat menguasai bola dan gagal menemukan jalan keluar dari situasi sempit.
- Amorim (4.5): pendekatan taktiknya dinilai jauh dari memuaskan, dengan babak pertama yang sangat lambat meski ada perubahan formasi demi memberi kebebasan lebih.
Rapor Starting XI AC Milan

Sebelas pemain yang diturunkan Amorim mendapat penilaian beragam, mulai dari kokohnya Maignan hingga cedera menyedihkan yang menimpa Gabbia. Berikut rinciannya:
- Maignan (7): babak pertama relatif tenang baginya, tetapi di babak kedua ia tampil gemilang lewat penyelamatan hebat atas Adzic dan satu lagi atas Bowie. Tanpa dirinya, Milan bisa kebobolan lebih cepat. Pada gol yang tercipta, ia tak bisa berbuat apa-apa.
- Gila (6.5): ia menjalankan perannya dengan baik, menemukan keseimbangan antara bermain melebar dan masuk ke tengah. Kecepatannya beberapa kali dimanfaatkan untuk turun membantu bertahan dan merebut bola kembali.
- Gabbia (tanpa nilai): sayangnya ia harus keluar lapangan hanya setelah 20 menit karena cedera. Kondisinya tampak sangat serius, ia ditandu keluar dan terlihat menangis. Penilaian ini mencatat cedera itu bermula dari umpan yang salah waktu, tetapi memilih mengabaikannya.
- Pavlovic (6): penilaian sempat ragu antara 5.5 dan 6, dan akhirnya jatuh pada 6 karena kontribusinya yang baik di sektor serangan serta pertahanan yang secara umum solid. Namun, ada beberapa momen di babak kedua, terutama sesaat sebelum gol Sassuolo, yang seharusnya bisa lebih baik.
- Estupinan (5.5): lihat penjelasan di atas. Ia boros dalam penguasaan bola dan kesulitan keluar dari situasi sempit.
- Chukwueze (5.5): ia dinilai seharusnya berbuat lebih banyak dari situasi satu lawan satu dan umpan silangnya. Tugas bertahannya tak sebanyak laga-laga sebelumnya, tetapi ia tidak memanfaatkannya. Ia juga gagal menuntaskan peluang bagus di babak kedua, meski kiper melakukan penyelamatan apik.
- Musah (6): bila hanya babak pertama yang dinilai, angkanya 5.5. Ia terlalu sering turun dan bukan yang terbaik di fase membangun serangan, mungkin atas instruksi Amorim. Di babak kedua ia tampil jauh lebih baik dan bisa fokus pada hal yang tepat.
- Rabiot (7, Man of the Match): bintang malam itu, dengan lari kuat dan gol brilian yang menjadi penentu.
- Moreira (6.5): di posisi yang lebih maju, ia sangat lincah dengan beberapa lari bagus, umpan silang berbahaya, dan gocekan apik. Namun ia meredup setelah digeser ke bek kiri atau wing-back kiri, dengan beberapa umpan silang yang sangat buruk di akhir laga. Penilaian ini bahkan membuka ruang bagi pembaca untuk menilai angka 7 lewat voting.
- Pulisic (6.5): ia terus bergerak, berlari lebih banyak dari pemain Milan lainnya, dan mengambil posisi-posisi bagus. Ia sering menang dalam duel satu lawan satu dan seharusnya mencatat assist saat memberi umpan kepada Chukwueze. Tak semenarik Moreira, tetapi pentingnya pergerakannya tak boleh diabaikan.
- Ramos (6): sisi yang lebih egois darinya patut disyukuri, meski itu juga membuang peluang yang mungkin lebih baik dijadikan umpan. Pergerakan dan kombinasinya lebih banyak memberi manfaat ketimbang kerugian.
Pemain Pengganti dan Rapor untuk Amorim

Para pemain pengganti juga memberi warna pada laga, meski tak semuanya cukup lama bermain untuk dinilai:
- De Winter (6): tidak masuk starter sempat mengejutkan, dan penampilannya sedikit menegaskan hal itu. Ia memenangi banyak duel dan menunjukkan posisi yang baik, tetapi menjadi penyebab peluang besar Bowie tak lama sebelum gol Sassuolo. Meski begitu, ia tetap cukup layak untuk angka 6.
- Modric (6): pergantian dari Musah sebagai gelandang utama dalam fase membangun serangan ke Modric membawa efek positif. Sang veteran tidak tampil spektakuler, tetapi menjalankan tugasnya dengan baik.
- Jashari, Cisse, dan Hutchinson (tanpa nilai): tampil terlalu singkat sehingga belum cukup untuk dinilai.
Sorotan terbesar jatuh kepada sang pelatih. Ruben Amorim hanya mendapat angka 4,5 karena pendekatan taktiknya dinilai sangat kurang memuaskan. Babak pertama berjalan sangat lambat, dan meski ada perubahan formasi demi memberi lebih banyak kebebasan, Milan tidak menemukan jalur yang lebih mudah untuk menciptakan peluang dari fase membangun serangan.
Akhir babak pertama dan awal babak kedua sebenarnya tampil sangat baik, tetapi Milan kehilangan ritme setelah itu. Keputusan menggeser Moreira ke posisi bertahan juga dipertanyakan karena Sassuolo terlihat lebih banyak menciptakan peluang di sisi tersebut setelah gol Milan.
Pertanyaan lain: mengapa Musah yang harus turun dalam fase membangun serangan? Rabiot bisa mengambil peran itu, atau Jashari dimainkan jika Modric ingin diistirahatkan. Ini bukan serangan kepada sang pemain asal Amerika, tetapi kekuatannya diketahui berada di area lain lapangan.
Tak ada gading yang tak retak. Rossoneri memang menyisakan banyak catatan dari Mapei Stadium, tetapi gading yang retak akan selalu kembali berkilau di tangan yang tepat. Forza Milan, sempre!





