Kegagalan AC Milan meraih kemenangan atas Juventus di San Siro terus memancing berbagai reaksi dan evaluasi mendalam dari para pakar sepak bola Italia.
Melalui saluran YouTube miliknya, jurnalis olahraga dan pandit terkemuka Sandro Sabatini secara khusus mengomentari pertandingan yang berlangsung kemarin malam tersebut.
Ia memberikan penilaian yang sangat kontras terhadap performa individu para pemain asuhan Massimiliano Allegri, mulai dari yang tampil brilian hingga yang mengecewakan.
Berikut adalah kutipan langsung dari pernyataan Sandro Sabatini mengenai rapor pemain di laga krusial tersebut.
“Modric seperti biasa bermain sangat baik, kategori yang berbeda seperti biasa, keluar karena benturan di kepala yang diderita dari Locatelli.”
“Sebagai gantinya masuk Jashari yang saya pikir menyentuh beberapa bola dalam 10 menit dan tidak lebih.”
“Rabiot mungkin, seperti biasa, adalah yang terbaik dari timnya.”
“Jelas bahwa ketika Milan memiliki pemain seperti Rabiot, ia selalu memberikan sensasi bahaya, otoritas, kepribadian yang lebih unggul dibandingkan dengan semua pemain lain, kecuali Modric.”
“Bartesaghi tidak bermain dengan baik, ia sangat menderita menghadapi Conceicao di babak pertama, ia tidak dalam kondisi baik, masuklah Estupinan yang bermain lebih baik daripada Bartesaghi.”
“Nah, untuk sekali ini penampilan Estupinan bagaimanapun juga positif dan sebaliknya penampilan Pulisic tidak positif dan kita sekarang telah mencapai akhir April, sudah 4 bulan, sepanjang tahun 2026 Pulisic tidak lagi mencetak gol.”
“Pemain luar biasa dari awal musim, awal kejuaraan, tidak ada lagi, dia keluar dengan sangat gugup dan kecewa pada dirinya sendiri.”
Ringkasan Rapor Pemain

Berdasarkan analisis tajam tersebut, berikut adalah kesimpulan performa beberapa pilar utama Iblis Merah di laga melawan Nyonya Tua:
- Luka Modric: Terus menunjukkan sentuhan magis di level yang berbeda sebelum harus ditarik keluar akibat cedera benturan di kepala.
- Adrien Rabiot: Dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat otoritas dan kepribadiannya yang dominan dalam mengendalikan lini tengah permainan.
- Pervis Estupinan: Menunjukkan penampilan yang sangat positif dan berhasil menambal lubang di sektor kiri yang sebelumnya dieksploitasi lawan saat dijaga oleh Bartesaghi.
- Christian Pulisic: Mengalami krisis kepercayaan diri yang parah setelah gagal mencetak gol selama empat bulan penuh di sepanjang tahun 2026 ini.
Sambil menanti kebangkitan insting mencetak gol dari Christian Pulisic di sisa musim ini, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi
Komentar blak-blakan dari Sandro Sabatini seolah menggarami luka yang sedang dirasakan oleh para pendukung akibat mandulnya lini serang tim kebanggaan kita.
Fakta bahwa Christian Pulisic sama sekali belum mencetak gol sejak pergantian tahun adalah sebuah anomali yang sangat merugikan bagi skema permainan ofensif yang dibangun oleh pelatih.
Ketergantungan skuad yang terlalu besar pada kreativitas pemain veteran seperti Luka Modric dan Adrien Rabiot juga harus menjadi catatan penting bagi manajemen dalam merencanakan bursa transfer mendatang.
Ketika Modric harus ditarik keluar karena cedera, terlihat jelas ada penurunan kualitas yang sangat drastis di area distribusi bola karena pemain muda seperti Jashari belum mampu memikul beban tersebut.
Staf kepelatihan kini dituntut untuk bekerja ekstra keras memulihkan mental Pulisic di pusat pelatihan Milanello agar ia tidak terus-menerus tenggelam dalam rasa frustrasi yang menghancurkan permainannya sendiri.





