Milan Berpisah dengan Joao Felix, Fokus Bangun Tim untuk Gimenez

Photo: acmilan.com

Musim ini, Santiago Gimenez dan Joao Felix sempat menjadi sorotan sebagai dua pemain dengan potensi besar yang diharapkan membawa AC Milan ke level berikutnya. Namun, perjalanan keduanya di San Siro tampaknya akan berakhir dengan arah yang sangat berbeda.

Joao Felix: Perjudian yang Gagal

Kedatangan Joao Felix pada bursa transfer musim dingin sempat memunculkan harapan besar. Pemain asal Portugal itu direkrut dengan status pinjaman dari Chelsea atas rekomendasi langsung dari pelatih Sergio Conceicao, yang mengenalnya dengan baik sebagai sesama rekan senegara.

Namun, ekspektasi tinggi tersebut tidak berhasil terwujud:

  • Minim Kontribusi: Felix gagal memberikan dampak signifikan di lapangan. Selain beberapa momen cemerlang yang jarang terjadi, ia tidak pernah benar-benar beradaptasi dengan skema Conceicao.
  • Ditarik ke Bangku Cadangan: Dalam tiga pertandingan terakhir Serie A melawan Lazio, Lecce, dan Como, Felix hanya menjadi penghangat bangku cadangan. Hal ini semakin menegaskan bahwa ia tidak lagi menjadi bagian dari rencana pelatih.

Dengan situasi ini, AC Milan tampaknya tidak akan memperpanjang kerja sama dengan Felix. Klub tidak tertarik untuk membuka negosiasi dengan Chelsea terkait transfer permanen, dan Felix hampir pasti akan meninggalkan San Siro setelah enam bulan yang mengecewakan.

Joao Felix
Photo: acmilan.com

Santiago Gimenez: Harapan di Tengah Tantangan

Berbeda dengan Felix, Santiago Gimenez adalah investasi jangka panjang bagi Milan. Pemain asal Meksiko ini didatangkan dari Feyenoord dengan biaya €35 juta dan menandatangani kontrak hingga 2029.

Namun, perjalanan Gimenez di Milan juga tidak sepenuhnya mulus:

  • Awal yang Menjanjikan: Gimenez mencetak tiga gol di awal kariernya di Milan, menunjukkan potensi besar sebagai predator di kotak penalti.
  • Penurunan Performa: Dalam satu bulan terakhir, ia belum mencetak gol dan tampak kesulitan menemukan ritme permainan. Hal ini menimbulkan kritik bahwa ia ‘keluar dari permainan’ dalam skema Sergio Conceicao.

Seperti yang disoroti oleh Alessandro Costacurta di Sky, gaya bermain Gimenez sebagai predator area penalti tidak sepenuhnya cocok dengan sistem Conceicao, yang lebih menghargai penyerang seperti Tammy Abraham yang mampu berperan dalam membangun serangan.

Masa Depan yang Berbeda untuk Keduanya

  1. Joao Felix:
    • Felix hampir pasti akan meninggalkan AC Milan pada akhir musim. Klub tidak akan mempermanenkan statusnya, dan ia kemungkinan akan kembali ke Chelsea atau mencari klub baru yang dapat mengakomodasi gaya bermainnya.
  2. Santiago Gimenez:
    • Milan tampaknya akan tetap bertaruh pada Gimenez, mengingat investasi besar yang telah dilakukan. Klub perlu mengubah pendekatan taktis, baik dengan Conceicao (jika ia bertahan) maupun pelatih baru, untuk memaksimalkan potensi Gimenez.
    • Dengan membangun tim di sekelilingnya, Gimenez bisa menjadi sosok kunci bagi Milan di masa depan, seperti yang pernah ia tunjukkan bersama Feyenoord.
Photo: www.acmilan.com

Kesimpulan: Fokus pada Masa Depan

AC Milan menghadapi tantangan besar dalam membangun kembali tim yang kompetitif. Keputusan untuk melepas Joao Felix dan mempertahankan Santiago Gimenez mencerminkan pendekatan klub untuk fokus pada pemain yang dapat memberikan kontribusi jangka panjang.

Meskipun perjalanan keduanya di Milan tidak berjalan sesuai harapan, masa depan Gimenez masih penuh potensi. Dengan dukungan yang tepat, ia bisa menjadi pilar utama dalam proyek Milan yang baru.

Tetap ikuti perkembangan terbaru tentang AC Milan di Beritamilan.com.

Pos terkait