Kegagalan mengamankan tiket Liga Champions musim lalu memaksa AC Milan untuk memulai petualangan baru di kompetisi antarklub Eropa kasta kedua dengan format yang sama sekali belum pernah mereka rasakan.
Mulai musim ini, Liga Europa tidak lagi menggunakan sistem babak penyisihan grup tradisional yang sudah sangat dihafal di luar kepala oleh para penggemar sepak bola.
Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah melakukan perombakan radikal dengan memperkenalkan sistem fase liga (League Phase) yang mungkin masih terasa cukup membingungkan bagi sebagian pihak.
Oleh karena itu, sangat penting untuk membedah secara tuntas panduan lengkap mengenai format anyar ini sebelum armada Ruben Amorim resmi memulai pertarungan mereka.
Berikut adalah poin-poin utama dari format baru Liga Europa yang wajib diketahui oleh para Milanisti:
- Sistem Undian: Tim akan dibagi ke dalam empat pot utama dan Milan sukses mengamankan posisi prestisius di Pot 1.
- Kalkulasi Lawan: Setiap tim diundi untuk menghadapi delapan lawan berbeda yang dipecah menjadi empat laga kandang dan empat tandang.
- Target Kelolosan: Menempati urutan delapan besar di klasemen akhir menjadi syarat mutlak untuk lolos otomatis ke babak 16 besar.
Mekanisme Koefisien dan Peluang Milan

Sama seperti halnya prosedur di Liga Champions, seluruh peserta akan dikelompokkan ke dalam empat pot undian berdasarkan akumulasi nilai koefisien historis mereka di kompetisi UEFA.
Berkat sejarah panjang dan warisan mentereng di kompetisi benua biru, nilai koefisien Rossoneri nyatanya masih tergolong sangat tinggi.
Meskipun performa mereka cenderung merosot dalam beberapa musim terakhir, skuad asuhan Amorim tetap berhak menyandang status unggulan dan masuk ke dalam Pot 1.
Nantinya, Il Diavolo Rosso akan diundi secara acak untuk berhadapan dengan delapan tim yang masing-masing diambil dua perwakilan dari Pot 1 hingga Pot 4.
Tujuan utama dari format maraton ini sangat jelas, yakni mengakhiri klasemen di urutan delapan teratas demi mendapatkan tiket emas langsung menuju fase perdelapan final.
Berdasarkan hitung-hitungan semenjak format ini dirancang, sebuah tim rata-rata membutuhkan torehan 14 hingga 16 poin untuk bisa memastikan posisi aman tersebut.
Jika hanya mampu finis di urutan kesembilan hingga ke-24, Milan harus melewati jalan terjal tambahan berupa partai play-off dua leg demi menyegel sisa tiket kelolosan.
Agenda Undian dan Daftar Calon Lawan

Prosesi pengundian fase liga ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 28 Agustus, tepat pukul 13:00 waktu Eropa Tengah (CEST) langsung dari Monako.
Para pendukung setia Milan di seluruh dunia dapat menyaksikan acara menegangkan ini secara langsung melalui tayangan live streaming di situs web Liga Europa dan saluran YouTube UEFA.
Kompetisi kasta kedua ini akan resmi bergulir pada pertengahan September dan fase liga baru akan rampung seluruhnya pada akhir Januari tahun depan.
Terkait peta kekuatan calon lawan, Milan berpotensi langsung berhadapan dengan raksasa lain di Pot 1 seperti Bayer Leverkusen, Juventus, Lyon, maupun Marseille.
Sementara itu, Pot 2 turut dihuni oleh tim-tim alot berpengalaman semacam Dinamo Zagreb, Celtic, Sparta Praha, dan wakil Prancis, Rennes.
Ancaman kuda hitam juga bisa datang sewaktu-waktu dari daratan Inggris, seiring kehadiran tim seperti Crystal Palace, Bournemouth, hingga Sunderland yang posisinya masih memperebutkan slot pot.
Daftar lengkap pembagian pot ini baru akan disahkan sepenuhnya setelah seluruh pertandingan babak kualifikasi terakhir resmi dibunyikan peluit panjangnya pada malam ini.





