Berita

Krisis Musim Panas AC Milan: Mirip Kekacauan Era 2018, RedBird Terlalu Lelet!

×

Krisis Musim Panas AC Milan: Mirip Kekacauan Era 2018, RedBird Terlalu Lelet!

Sebarkan artikel ini
Yonghong Li, Gerry Cardinale
Yonghong Li, Gerry Cardinale

Kondisi AC Milan di bawah kendali Gerry Cardinale saat ini sedang mengalami keterlambatan yang sangat fatal. Situasi luntang-lantung tanpa arah ini mau tidak mau membuat kita teringat kembali pada masa-masa kelam dan kacau balau di musim panas tahun 2018 silam.

Delapan tahun yang lalu, klub kesayangan kita ini melewati masa transisi yang super berantakan dari era kepemilikan Tiongkok ke tangan perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Elliott Management.

Saat itu, drama baru berakhir di pertengahan bulan Juli, menyisakan waktu yang sangat mepet bagi manajemen baru untuk meracik skuad yang kompetitif demi mengarungi ketatnya kompetisi Serie A.

Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Musim Panas Gila 2018: Transisi Dadakan dari Tiongkok ke Elliott

Yonghong Li, Gerry Cardinale
Yonghong Li, Gerry Cardinale

Pada pertengahan 2018, Yonghong Li gagal menyuntikkan dana rekapitalisasi sebesar 32 juta euro, yang membuat Elliott langsung mengeksekusi jaminan dan mengambil alih kendali penuh klub pada 10 Juli 2018.

Era operasional baru Milan saat itu baru resmi dimulai pada tanggal 21 Juli dengan perombakan total di jajaran direksi. Manajemen baru dipaksa berlari dikejar waktu untuk menyusun program tim:

  • Manuver Darurat Leonardo: Ditunjuknya Leonardo sebagai direktur olahraga yang langsung memanggil pulang sang legenda, Paolo Maldini, demi memulihkan kepercayaan dan meredam kepanikan suporter.
  • Mega Transfer Dadakan: Operasi transfer kilat dan rumit yang memulangkan Bonucci ke Juventus demi mendatangkan Gonzalo Higuain dan Mattia Caldara, disusul kedatangan Laxalt, Castillejo, dan Bakayoko.
  • Ekspektasi Tinggi di Tengah Kepanikan: Masuknya petinggi baru dan barisan pemain bintang di sisa waktu bursa transfer sempat memberikan napas lega dan antusiasme luar biasa di San Siro.
  • Hasil Akhir yang Pahit: Persiapan yang serba kejar tayang terbukti berbuah petaka. Skuad dadakan itu akhirnya cuma finis di urutan kelima Serie A dan tersingkir secara tragis di fase grup Liga Europa oleh Olympiacos.

Dejavu 11 Juni 2026: Jangan Sampai Bencana Berulang, Bos Cardinale!

Sekarang, mari kita lihat situasi kita hari ini. Tepat pada tanggal 11 Juni 2026 ini, RedBird masih saja menunda-nunda keputusan final mengenai siapa nahkoda baru skuad Rossoneri. Keterlambatan ini jelas membuat kita sangat mengernyitkan dahi.

Kalau Cardinale memang serius mau menyerahkan kunci revolusi taktis ke tangan Ralf Rangnick dan Oliver Glasner, dia wajib mengetuk palu secepatnya! Menunda-nunda peresmian cuma akan menjadi gol bunuh diri yang merusak ritme persiapan pramusim.

Meskipun Rangnick saat ini sedang sibuk mengurus tim nasional Austria di ajang Piala Dunia, sang profesor asal Jerman itu tetap memiliki jaringan asisten dan orang kepercayaan yang luas untuk langsung mengambil alih operasional klub di Milanello.

Situasi mengambil alih klub di pertengahan Juli seperti tahun 2018 adalah sebuah kondisi darurat yang tidak boleh terulang lagi. Sebuah tim yang bermental juara dan meyakinkan di atas lapangan tidak akan pernah lahir dari persiapan yang serba buru-buru dan asal jadi.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. I Komang Sidartha Kusuma Rp 10.000
FORZA MILAN SEMPRE!