Sebuah kisah menarik terungkap dari balik layar bursa transfer AC Milan usai striker asal Prancis, Jean-Philippe Mateta, secara terbuka menyampaikan rasa terima kasihnya kepada staf medis klub.
Pemain yang saat ini membela Crystal Palace tersebut merasa sangat bersyukur karena tim medis Rossoneri berhasil mengidentifikasi masalah serius pada tubuhnya, yang ironisnya justru menjadi penyebab utama batalnya kepindahannya ke San Siro.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kegagalan transfer Mateta ke AC Milan:
- Hampir Berseragam Merah Hitam: Pada bulan Januari lalu, Mateta nyaris resmi menjadi penyerang tengah baru Milan untuk menambal kekosongan lini serang.
- Vonis Dr. Mazzoni: Kesepakatan dengan Crystal Palace dibatalkan sepihak oleh Milan setelah tes medis mendalam menemukan kerusakan serius pada lutut sang pemain.
- Rasa Syukur Mendalam: Mateta tidak menaruh dendam, ia justru berterima kasih karena diagnosis teliti Milan telah menyelamatkan kelanjutan karier profesionalnya.
Kronologi Batalnya Transfer di Bulan Januari
Kembali pada bursa transfer musim dingin di bulan Januari lalu, Mateta selangkah lagi menjadi pemain baru Milan. Kala itu, Rossoneri memang tengah gencar mencari sosok penyerang tengah dan terus menekan pihak klub untuk mendatangkan pria asal Prancis tersebut, yang sebenarnya sudah masuk dalam radar buruan sejak bursa transfer musim panas sebelumnya.
Negosiasi antara manajemen Milan dan Crystal Palace berjalan dengan sangat cepat dan mulus. Proses tersebut bahkan sudah mencapai tahap akhir di mana Mateta terbang ke Italia dan menjalani serangkaian tes medis bersama tim dokter Rossoneri.
Namun, di titik krusial inilah staf medis klub mulai menaruh kecurigaan dan kekhawatiran terhadap kondisi lutut Mateta.
Pemeriksaan mendalam yang dipimpin langsung oleh Dr. Mazzoni akhirnya menemukan sebuah masalah fisik yang cukup vital, yang pada akhirnya membuat pihak klub dengan tegas membatalkan seluruh kesepakatan transfer tersebut secara sepihak.

Ungkapan Syukur Mateta kepada Tim Medis Milan
Batal pindah ke salah satu klub raksasa Eropa tentu bisa menjadi pukulan telak bagi pemain mana pun. Namun, dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Canal Plus (seperti yang dilansir oleh MilanVibes), Mateta justru melihat kejadian tersebut dari sudut pandang yang sangat positif.
Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas ketelitian dan profesionalisme tim dokter Milan melalui pernyataan berikut:
“Kesepakatan itu gagal karena pemeriksaan medis saya. Masalah pada lutut saya ternyata jauh lebih serius daripada yang mereka katakan kepada saya. Ini bukanlah sesuatu yang mudah saya proses, saya tidak pernah mengira situasinya akan separah itu.”
Meski sempat terguncang dengan vonis tersebut, sang penyerang menegaskan bahwa ia sama sekali tidak menaruh penyesalan atas batalnya langkah besar dalam kariernya itu.
“Saya sama sekali tidak menyesali apa pun, karena jika saya tidak menjalani pemeriksaan medis tersebut, saya akan terus membawa masalah lutut ini. Untungnya, saya melakukan pemeriksaan dan mengetahui secara pasti bagaimana kondisi saya yang sebenarnya. Saya berterima kasih atas pandangan jauh ke depan mereka.”
Kisah ini menjadi bukti nyata betapa penting dan krusialnya peran departemen medis dalam sebuah klub sepak bola modern, tidak hanya untuk melindungi investasi finansial klub, tetapi juga untuk menyelamatkan masa depan kesehatan sang atlet itu sendiri.





