Kisah Gennaro Gattuso, Sang Monster Sepakbola Modern

Gattuso Monster Sepakbola Modern. Foto: AFP

Beritamilan.com – Situs Berita Terbaru AC Milan

MILAN – Bagi para penikmat Sepak bola Serie A, tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok gelandang tangguh bernama Gennaro Gattuso.

Bacaan Lainnya

Sebagai seorang pesepakbola, Gattuso tidak dikaruniai skill olah bola yang mumpuni. Bahkan dalam suatu waktu dirinya mengaku malu bermain sepakbola jika melihat koleganya di lapangan tengah AC Milan, Andrea Pirlo memainkan si kulit bulat.

Namun semua itu tidak menghalanginya untuk menjadi pesepakbola papan atas. Mungkin dari skill olah bola Gattuso bukanlah apa-apa, namun soal kengototan dalam mempertahankan daerah pertahanannya jangan ditanyakan lagi.

Pria kelahiran Corigliano Calabro 42 tahun yang lalu itu sering dijuluki sebagai badak Milan. Tak mengherankan memang, berbekal stamina yang seolah tak ada habisnya dan mental sekeras baja, Gattuso seolah siap menerjang semua pemain lawan yang coba melewati area pertahanannya.

Tak cuma di dalam lapangan, perilaku beringas Rinho rupanya juga menjalar di kehidupan sehari-harinya.

Suatu ketika AC Milan akan menghadapi Manchester United di babak 16 besar Liga Champions tahun 2010. Tim Setan Merah dari Inggris kala itu lebih diunggulkan untuk lolos ke babak berikutnya karena memiliki para pemain yang sedang berada di puncak karirnya. Berbanding dengan Milan yang kala itu banyak dihuni oleh para pemain uzur.

Meski berstatus sebagai pemain senior yang sudah kenyang asam garam Liga Champions, rupanya Gattuso tetap diliputi ketegangan yang luar biasa. Dalam kondisi seperti itu, Si Badak rupanya melakukan sebuah ritual aneh yaitu dengan memakan keong hidup!

“Saya sudah melakukan banyak hal yang lebih buruk dibandingkan dengan makan keong hidup. Poinnya adalah bukan tentang makan keong,” buka Gattuso dinukil dari The World Game.

“Saya berkata seperti ini karena poin saya adalah ada sebuah momen saat seorang pemain perlu melakukan sesuatu untuk memecah ketegangan. Saat itu kami benar-benar dalam tekanan besar!”

“Kejadian itu terjadi beberapa jam sebelum pertandingan melawan Manchester United. Saya tak masalah harus melakukan apapun untuk meredakan ketegangan.” tutupnya.

Sayangnya ritual makan keong Gattuso tak berbuah manis setelah di leg pertama I Rosonerri dibekap pasukan Sir Alex Ferguson dengan skor 2-3. Nahasnya, di leg kedua yang berlangsung di Old Trafford, Milan harus terkulai lemas setelah dihajar tuan rumah dengan skor 4 gol tanpa balas.

Perilaku senggol bacok ala Gattuso juga di amini pemain bintang Juventus, Paulo Dybala. Kala itu Dybala muda masih bermain untuk Palermo asuhan Gennaro Gattuso. Dalam sebuah sesi latihan, tampak Gattuso kehilangan kesabaran dan menendang striker berdarah Argentina itu.

“Suatu hari dalam sebuah sesi latihan, Gattuso menendangku cuma untuk mengajari bagaimana cara untuk mempertahankan diri.” kenang Dybala dikutip dari El Pais.

Baru-baru ini Gattuso rupanya membuat pengakuan baru tentang korban keganasannya yang lain, Massimo Oddo.

“Pada suatu waktu, Oddo telah membuat saya sangat jengkel. Dia terlalu sering bercanda, lalu pada saat kami semua makan, saya mengambil garpu dan menancapkan di pahanya!” bunyi pengakuan Gattuso dilansir dari IFTV.

Di penghujung karirnya bersama Milan, Gattuso berhasil mempersembahkan gelar Scudetto ke 18 untuk AC Milan pada musim 2010-2011 silam. Tepat satu musim kemudian, Sang Badak memutuskan untuk mengakhiri kisah cintanya dengan Il Diavollo Rosso.

 

 

Pos terkait