Berita

Ibra Adalah Keburukan Bagi Milan, Tolak Berbagi Kekuasaan dengan Ralf Rangnick

×

Ibra Adalah Keburukan Bagi Milan, Tolak Berbagi Kekuasaan dengan Ralf Rangnick

Sebarkan artikel ini
Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic

Krisis kepemimpinan dan ketidakpastian mengenai sosok nakhoda baru AC Milan terus menuai kecaman keras dari berbagai pengamat sepak bola Italia.

Jurnalis senior Enzo Bucchioni memberikan analisis yang sangat menohok terkait peran negatif Zlatan Ibrahimovic di dalam jajaran manajemen Rossoneri saat ini.

Melalui tulisan editorial terbarunya di laman tuttomercatoweb.com, Bucchioni secara blak-blakan menyoroti ego besar sang legenda asal Swedia tersebut.

Menurut pandangannya, Ibrahimovic yang menjadi satu-satunya petinggi yang selamat dari pemecatan massal justru menjadi akar masalah utama di Casa Milan.

“Sementara itu, pertanyaan dari segala pertanyaan hanya satu: siapa yang akan melatih Milan?” cetus Enzo Bucchioni dalam pembuka analisisnya.

“Dan di sini Ibra kembali ambil bagian, satu-satunya direktur yang bertahan,” tambahnya lagi.

Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Bucchioni mengungkapkan bahwa mantan penyerang andalan Milan tersebut sangat tidak setuju dengan rencana pemilik klub untuk mendatangkan Ralf Rangnick.

Ralf Rangnick, AC Milan
Ralf Rangnick, AC Milan

“Pria Swedia itu masih memegang kendali karena terikat dengan Cardinale dan RedBird, seperti yang mudah diprediksi, dia tidak yakin dengan solusi Rangnick,” papar Bucchioni membongkar konflik internal.

“Manajer tersebut telah meminta kekuasaan penuh atas area teknis dan tentu saja, hal ini tidak bisa diterima oleh Ibra,” lanjutnya menjelaskan.

“Dia, dengan egonya yang tak terukur, ingin mencampuri segala hal, seperti yang dia lakukan pada musim lalu, menyebabkan kekacauan manajerial dan manajemen,” sambung Bucchioni.

“Dengan Rangnick, hubungan tersebut bisa berlangsung selama dua hari,” tandasnya secara tajam.

Poin Kunci Kritik Pedas Enzo Bucchioni

Berikut adalah beberapa catatan krusial yang dibeberkan oleh Enzo Bucchioni mengenai borok kepemimpinan Ibrahimovic di Milan:

  • Ibra Masalah Utama: Zlatan Ibrahimovic dituding sebagai sosok sentral di balik kekacauan manajemen AC Milan akibat ego besarnya yang ingin mengatur segala hal.
  • Penolakan Kuasa Rangnick: Ralf Rangnick meminta wewenang mutlak di area teknis, sebuah persyaratan yang tidak disukai dan ditolak mentah-mentah oleh Ibra.
  • Jalur Agensi Raiola: Demi menjegal Rangnick, Ibra dilaporkan berinisiatif menghubungi agensi mendiang Mino Raiola untuk mencari draf nama direktur olahraga dan pelatih baru.
  • Kendala Anggaran Slot: Meski Arne Slot saat ini berstatus bebas pasca-lepas dari Liverpool, harganya dinilai terlalu mahal bagi anggaran belanja Milan.

Manuver Agensi Raiola dan Batas Waktu Rangnick

Gerry Cardinale, Zlatan Ibrahimovic,
Gerry Cardinale, Zlatan Ibrahimovic,

Demi menggagalkan kedatangan pria asal Jerman tersebut, Ibrahimovic dikabarkan mulai bergerak sendiri mencari opsi alternatif di luar rencana Cardinale.

“And faktanya Ibra dilaporkan telah melakukan kontak dengan agensi mendiang temannya, Mino Raiola, untuk meminta saran nama direktur olahraga dan pelatih dari tim manajemen mereka,” bongkar Bucchioni dalam tulisan editorialnya.

“Apakah semuanya baik-baik saja, Tuan Cardinale?” sindirnya menanyakan situasi pemilik klub.

Keputusan akhir mengenai bersedia atau tidaknya Rangnick untuk bergabung ke San Siro dilaporkan akan segera diketahui dalam hitungan jam.

“Antara hari ini dan Selasa, jawaban dari Rangnick seharusnya tiba, bersamanya Glasner dari Crystal Palace bisa pergi ke bangku cadangan,” jelas sang jurnalis mengenai draf bursa pelatih.

“Namun sekarang Slot yang dibebaskan oleh Liverpool juga gratis, tetapi biayanya terlalu mahal,” tambahnya lagi.

Bucchioni juga memberikan peringatan keras kepada Gerry Cardinale jika tetap mempertahankan sistem kepemimpinan tunggal yang dijalankan oleh Ibrahimovic.

“Melihat apa yang telah terjadi, tampaknya dipahami bahwa orang seperti Ibra, seorang pria yang sendirian memegang komando, one man show, mengalami kesulitan untuk menjadi seorang manajer,” tegas Bucchioni memberikan peringatan.

“Jika Cardinale tidak memahaminya, masuk akal untuk berpikir bahwa pada pertandingan pertama yang salah atau karena sesuatu yang tidak disukai, Ibra dapat kembali melakukan apa yang telah mengacaukan musim lalu,” lanjutnya memaparkan risiko.

“Biarkan dia memutuskan untuk menjadi direktur olahraga dan pelatih sekaligus, sembari menunggu untuk menjadi Tuhan,” sindir Bucchioni dengan pedas.

“Saya mengatakan ini karena dinamika sepak bola sudah diketahui dan tanpa rantai komando yang kohesif, akan sulit bagi Milan untuk keluar dari jalan buntu ini,” ulas sang jurnalis.

“Jika Rangnick menolak proposal Cardinale, itu berarti dia paham bahwa dia tidak bisa bekerja secara mandiri,” pungkasnya mengakhiri kritik.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Anonim Bank Sumut Rp 100.000
2. Athena Rp 100.000
3. Chris Yudha Rp 47.111
4. I Komang Sidartha Kusuma Rp 38.000
5. Ac Milan Siamo Noi Rp 28.266
FORZA MILAN SEMPRE!