BERITAMILAN.COM – Sorotan tajam berita AC Milan hari ini membahas hasil gemilang dari laga sengit AC Milan vs Inter Milan. Skuad Rossoneri sukses mencatatkan kemenangan besar pada laga bertajuk Derby della Madonnina dengan memborong tiga gol sekaligus pada babak pertama untuk mengamankan kemenangan 3-1.
Kemenangan meyakinkan ini menandai raihan positif keempat secara beruntun bagi Iblis Merah dalam sejarah pertemuan laga derby. Selain mengamankan gengsi kota mode, tambahan tiga poin ini sukses memangkas jarak ketertinggalan mereka dari sang rival sekota menjadi hanya empat poin saja di papan klasemen sementara.
Babak Pertama yang Berjalan Sangat Panas
Pelatih Ruben Amorim memutuskan untuk melakukan enam perubahan dari susunan pemain yang kalah melawan Bologna pada pertengahan pekan. Keputusan memasukkan Mario Gila, Sankhoun Diawara, Luka Modric, Adrien Rabiot, Diego Moreira, dan Christian Pulisic sejak menit awal terbukti sangat brilian.

- Menit ke-4: Christian Pulisic mencetak gol pembuka lewat sundulan akurat memanfaatkan umpan silang mematikan dari Diego Moreira
- Gol Kedua Milan: Adrien Rabiot melepaskan tembakan sentuhan pertama menyambut umpan sepak pojok mendatar Moreira
- Balasan Nerazzurri: Alessandro Bastoni memperkecil ketertinggalan melalui sundulan jarak dekat dari skema bola mati
- Menit ke-43: Diego Moreira menutup babak pertama dengan gol tendangan bebas indah yang melengkung melewati pagar betis
Setelah tertinggal dua gol, tim tamu sempat mengambil alih dominasi dan memberikan ancaman bertubi-tubi. Tembakan Hakan Calhanoglu dari luar kotak penalti berhasil ditepis keluar, sementara sundulan lainnya dari sepak pojok memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan refleks yang luar biasa. Pelanggaran ceroboh dari Strahinja Pavlovic dan kesalahan antisipasi Koni De Winter juga hampir membuahkan gol penyeimbang jika Maignan tidak tampil gemilang menjaga gawangnya.
Mempertahankan Keunggulan dan Intervensi VAR
Memasuki sepuluh menit babak kedua berjalan, kubu lawan langsung mendapatkan peluang emas melalui Carlos Augusto. Sayangnya, sundulan bek sayap yang lepas dari pengawalan tersebut masih melebar tipis dari tiang jauh. Sepuluh menit kemudian, giliran tuan rumah mengancam lewat sepak pojok Luka Modric, tetapi sundulan Rabiot di tiang dekat masih kurang sempurna.
Ketegangan memuncak pada menit ke-75 ketika wasit menunjuk titik putih akibat dugaan handball yang dilakukan oleh Mario Gila di dalam kotak terlarang. Namun, tayangan ulang VAR dengan jelas menunjukkan bahwa umpan silang tersebut hanya membentur perut sang pemain bertahan, sehingga keputusan penalti pun langsung dibatalkan menjadi sepak pojok.

Ketika ritme pertandingan mulai berubah menjadi dominasi serangan versus pertahanan murni, Amorim merespons dengan pergantian pemain taktis. Pulisic dan Diawara ditarik keluar untuk memberi ruang bagi Alphadjo Cisse dan Davide Bartesaghi. Menjelang detik-detik akhir masa tambahan waktu, Goncalo Ramos dan Moreira juga ditarik keluar untuk memberikan penyegaran melalui Filippo Terracciano dan Omari Hutchinson.
Pada akhirnya, Cisse yang baru masuk hampir saja menambah pundi-pundi gol melalui tembakan melengkung dari luar kotak penalti. Namun, kiper Martinez tampil sigap menepis bola keluar dan memaksa pertandingan seru ini berakhir dengan skor 3-1 untuk kejayaan publik San Siro yang memerah.





