Jurnalis olahraga Gianfranco Teotino baru saja memberikan pandangannya melalui Sky Sport 24 mengenai keputusan besar yang harus segera diambil oleh klub musim panas ini.
Bencana total yang dialami AC Milan telah menenggelamkan musim yang sebenarnya berada dalam genggaman mereka hampir di sepanjang tahun.
Skuad Rossoneri secara mengejutkan kalah di San Siro melawan Cagliari, sekaligus kehilangan kesempatan berharga untuk lolos ke Liga Champions.
Sehari setelah bencana tersebut, keputusan berat pertama langsung diambil oleh Gerry Cardinale beserta para penasihatnya di bidang olahraga, yakni Massimo Calvelli dan Zlatan Ibrahimovic.
Massimiliano Allegri, Giorgio Furlani, Geoffrey Moncada, dan Igli Tare telah resmi dipecat di tempat dengan efek yang berlaku seketika.
Keputusan dari Luar Klub

Gianfranco Teotino kemudian mengomentari situasi rumit ini sebagai tamu undangan di studio televisi.
“Semuanya sangat rumit: Anda harus membangun kembali semuanya dari awal.”
“Pilihan pertama haruslah CEO (manajer umum) dan kemudian darinya akan bergantung pilihan para penanggung jawab bagian olahraga lainnya.”
Mari kawal terus jalannya revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil berkelas memakai Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
“Gagasannya pada saat ini adalah bahwa mereka yang memutuskan siapa yang akan menduduki fungsi-fungsi ini adalah semua pria di luar klub Milan: Calvelli, kepala area olahraga RedBird, dan Ibrahimovic, Penasihat Senior RedBird.”
“Pilihan-pilihan tersebut dibuat dari luar Milan.”
“Kemudian pilihan direktur olahraga, pelatih dan bursa transfer harus dilakukan dari dalam dan akibatnya oleh CEO.”
Pernyataan Teotino ini menyoroti sebuah ironi besar di mana nasib raksasa Italia tersebut kini sepenuhnya disetir oleh entitas korporasi dari luar struktur internal klub.
Ketika palu keputusan diketuk oleh mereka yang berada di balik payung RedBird, Milan seolah kehilangan otonominya sebagai sebuah institusi sepak bola yang mandiri.
Langkah krusial pertama kini bertumpu pada penunjukan CEO baru, yang nantinya akan memikul beban maha berat untuk merakit ulang kepingan-kepingan skuad yang hancur.
Mari berharap para eksekutif eksternal ini memiliki visi yang cukup jernih untuk tidak kembali mengulangi kesalahan fatal yang sama dalam memilih nakhoda baru bagi armada Iblis Merah.




