Tanda-tanda dari dua hari pertama kerja Ruben Amorim di Milanello menunjukkan pendekatan yang sangat berbeda dari pendahulunya.
Laporan La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa Amorim ingin berada di jantung permainan Milan, baik secara kiasan maupun fisik.
Selama sesi latihan pertama musim ini pada Senin sore, ia berdiri tepat di tengah lapangan yang merupakan posisi lamanya sebagai seorang pemain.
Ia secara naluriah selalu mencari bola dan bahkan sempat merebutnya dari penguasaan Mario Gila.
Dalam sebuah tayangan video, ia terlihat berpartisipasi dalam sesi rondo dengan antusiasme yang tak tertandingi.
Hal tersebut sebagian tentu saja merupakan candaan, tetapi sebagian lainnya adalah murni keinginannya untuk berpartisipasi langsung.
Melihatnya dari dekat, Anda akan mendapat kesan tentang seorang pria yang sedang mencari kebahagiaan dalam melatih untuk menyalakan kembali api di dalam dirinya yang sempat dipadamkan oleh Manchester United.
Membangun Ikatan Personal

Massimiliano Allegri sebelumnya lebih banyak mempercayakan porsi latihan kepada stafnya yang sangat besar dan hanya melakukan intervensi pada waktu-waktu tertentu.
Sebaliknya, Amorim memiliki jumlah staf yang jauh lebih sedikit dan ia sering kali menyela sesi latihan secara pribadi.
Allegri terbiasa berbicara kepada tim dalam bahasa Italia, sementara Amorim masih menggunakan bahasa Inggris sembari terus belajar bahasa setempat.
Ia memberikan pidato singkat kepada tim, tetap berada di dekat para pemain, dan menghabiskan banyak waktu untuk berdiskusi, terutama dengan Gila.
Kesan yang timbul adalah bahwa ia ingin membangun hubungan yang akrab namun tetap langsung dan tulus dengan para pemainnya.
Berikut adalah kutipan pidato sang pelatih sebelum memulai sesi latihan perdana bersama skuad Rossoneri:
“Apa pun yang kalian butuhkan, saya ada di sini, saya selalu tersedia.”
“Saya akan membela kalian dalam perdebatan apa pun, jika kalian memang benar.”
Kata kunci terpenting dari pidato tersebut adalah ‘jika kalian memang benar’ dan bukan membela secara membabi buta tanpa alasan.
Meskipun belum terlalu fokus pada pemain muda di hari pertamanya, Amorim dipastikan akan segera memberikan kesempatan kepada mereka seperti yang dilakukan Allegri kepada Davide Bartesaghi.
Arah Taktik yang Jelas
Amorim is hyped up for next season, I never saw him doing this at united. He was always far from the boys when they were training.
I think something has changed. ๐ pic.twitter.com/yMQv5YY2sl
โ ๐ฉ๐ฌ๐ต๐ฐ ๐ต๐น (@Utdbeni) July 14, 2026
Di atas lapangan, arah taktik yang jelas sudah mulai terlihat, meskipun akan sangat tidak masuk akal untuk menarik kesimpulan hanya setelah dua atau tiga sesi latihan.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai pendekatan taktis awal Amorim di Milanello:
- Sistem Formasi: Amorim secara konsisten menginstruksikan tim untuk bermain dengan formasi 3-4-2-1 yang menjadi pakem andalannya.
- Sirkulasi Bola: Ia terus melatih sirkulasi umpan, terus-menerus menggunakan bola, dan meminta pemain memulai ulang dari belakang jika sebuah skema latihan tidak berjalan baik.
- Ritme Latihan: Pada latihan taktis pertama, ia merotasi dua tim secara bergantian untuk memberi waktu istirahat sekaligus menciptakan ritme yang sangat intens.
- Fokus Menekan: Sang pelatih diprediksi akan segera menyusun mekanisme pressing atau tekanan yang menjadi landasan utama lainnya dari proyek besarnya.
Apakah ini akan menjadi AC Milan yang terus meraih kemenangan tentu masih harus dilihat, tetapi pendekatannya saat ini sudah pasti terasa sangat berbeda.





