Masa depan Tony D’Amico, yang akan segera meninggalkan Atalanta dan sempat dikaitkan dengan AC Milan dalam beberapa pekan terakhir, kemungkinan besar akan berlabuh di AS Roma.
Klub ibu kota tersebut saat ini sedang gencar mencari direktur olahraga baru untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Frederic Massara.
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Corriere dello Sport, nasib perburuan transfer eksekutif ini akan sangat bergantung pada pertandingan malam ini melawan Hellas Verona.
Laga tersebut menjadi sangat krusial karena berpotensi memberikan tiket kualifikasi Liga Champions 2026-2027 bagi kubu Giallorossi.
Setelah peluit panjang berbunyi, keluarga Friedkin dikabarkan siap melancarkan serangan penentu untuk mengamankan jasa eksekutif asal Abruzzo tersebut.
Terus pantau manuver manajemen Iblis Merah di bursa transfer dengan tetap tampil elegan memakai Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Reuni Emas Bersama Gian Piero Gasperini

Kepindahan ini akan menjadi momen reuni yang sangat istimewa karena D’Amico akan kembali bekerja sama dengan Gian Piero Gasperini di Roma.
Beberapa pekan yang lalu, pelatih AS Roma tersebut sempat berbicara secara terbuka mengenai betapa pentingnya hubungan yang harmonis antara seorang pelatih dan direktur olahraga.
“Menurut saya, pelatih dan direktur olahraga harus bekerja sama, bukan berjalan di jalurnya masing-masing.”
“Mereka harus berbicara dengan tulus satu sama lain dan melihat apa yang bisa dilakukan demi kebaikan klub dan tim, dengan satu tujuan: meningkatkan tim mereka secara teknis, mencari pemain dengan karakteristik yang diperlukan oleh pelatih untuk meningkatkan permainan mereka, sejalan dengan kebutuhan direktur olahraga dalam membelanjakan angka tertentu.”
“Saya melihat dua peran yang sangat terikat dan berdekatan, baik sebagai ide sepak bola, maupun sebagai kemungkinan untuk dapat saling membantu dan mendukung, dengan tujuan meningkatkan tim.”
Berdasarkan dinamika tersebut, terdapat beberapa catatan penting terkait pergerakan manajemen ini:
- Batal ke Milan: Meskipun sempat menjadi kandidat kuat untuk bergabung dengan Rossoneri, D’Amico kini tampak lebih memilih proyek yang ditawarkan oleh AS Roma.
- Pengganti Massara: Sang eksekutif secara khusus diproyeksikan untuk mengisi kekosongan kursi kepemimpinan olahraga yang ditinggalkan oleh Frederic Massara di ibu kota.
- Faktor Gasperini: Kehadiran Gian Piero Gasperini di kursi kepelatihan Roma menjadi magnet utama yang diyakini kuat menarik minat D’Amico untuk menerima tawaran keluarga Friedkin.
Dinamika bursa transfer eksekutif ini ibarat sebuah permainan catur tingkat tinggi di mana setiap bidak memiliki peran krusial dalam menentukan masa depan sebuah kerajaan.
Bagi Milan, kehilangan satu kandidat potensial di atas papan catur bukanlah akhir dari dunia, melainkan sebuah pertanda teguran untuk segera memutar otak mencari strategi baru.
Sang Iblis Merah harus segera menemukan sosok arsitek jeli yang mampu merajut kembali benang-benang kekuatan di Casa Milan sebelum jubah kebesaran mereka semakin terkoyak oleh kejamnya waktu.
Sebab di tengah pusaran badai kompetisi yang tak kenal ampun, kapal raksasa ini membutuhkan navigator ulung yang tak hanya bermodal kompas bisnis, tetapi juga memiliki keberanian mutlak untuk menaklukkan gelombang demi mengembalikan kejayaan di tanah Eropa.





