Beberapa pekan lalu, nama Zachary Athekame nyaris tak diperbincangkan. Namun dalam laga-laga terakhir, bek muda asal Swiss tersebut mulai menunjukkan bahwa ia bisa menjadi aset penting bagi AC Milan.
Seperti ditulis La Gazzetta dello Sport, Athekame datang ke Milan nyaris tanpa sorotan. Sebelum direkrut Rossoneri pada musim panas lalu, ia bahkan belum pernah bermain di luar Swiss.
Latar Belakang dan Proses Adaptasi
Pengalaman Athekame memang terbatas, tetapi bukan tanpa nilai. Ia sudah mencatat delapan penampilan di Liga Champions bersama Young Boys, membela tim nasional Swiss U-21, serta mendapat panggilan ke tim senior pada Oktober lalu.
Musim pertamanya di Milan lebih difokuskan pada proses adaptasi: memahami, mengamati, dan mempelajari ritme sepak bola Italia. Dengan skuad Milan yang relatif tipis, kesempatan pun perlahan datang, dan Massimiliano Allegri mulai memberikan kepercayaan.
Performa Menanjak di Bologna
Penampilannya melawan Bologna menjadi simbol perkembangan tersebut. Absennya Alexis Saelemaekers sempat menimbulkan kekhawatiran, bahkan sempat muncul opsi memainkan Ruben Loftus-Cheek di sisi kanan.
Namun Allegri memilih mempercayai Athekame, dan keputusan itu terbayar. Sang bek tampil solid dan mendapat nilai 6,5 dalam penilaian pemain.
- Tampil disiplin dan percaya diri di Dall’Ara
- Menang duel penting melawan Jonathan Rowe
- Menjawab kepercayaan Allegri dengan performa stabil
Menit Bermain Masih Terbatas
Hingga saat ini, Athekame masih termasuk pemain dengan menit bermain terendah di Serie A bersama Milan: 265 menit. Hanya David Odogu (4 menit) dan Niclas Füllkrug (191 menit) yang mencatat waktu lebih sedikit, dengan catatan Füllkrug baru bergabung.
Dari jumlah tersebut, Athekame baru dua kali menjadi starter. Yang pertama terjadi saat melawan Fiorentina di giornata ketujuh, di mana ia ditarik keluar sebelum satu jam pertandingan berjalan.
Bangkit dan Terus Berkembang
Laga kontra Fiorentina sempat dianggap sebagai titik balik negatif. Namun hanya lima hari berselang, di San Siro, Athekame bangkit dengan mencetak gol penyeimbang di menit akhir melawan Pisa lewat tembakan jarak jauh.
Sejak momen tersebut, pemain berusia 21 tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman taktik dan kepercayaan diri. Pergerakan, penjagaan area, serta kualitas umpan silangnya semakin matang—meski beberapa di antaranya belum berbuah gol.
Allegri kerap menekankan bahwa adaptasi di Serie A tidak mudah, terutama bagi pemain yang datang dari luar Italia. Dalam konteks itu, progres Athekame patut diapresiasi.
Kemungkinan ia tidak akan mendapat banyak starter tambahan musim ini tetap terbuka, namun kini Allegri tahu bahwa ia memiliki opsi yang siap dipanggil kapan pun dibutuhkan.
BeritaMilan.com dikelola secara independen dan bergantung pada dukungan pembaca untuk biaya operasional serta perawatan website.
Jika Anda ingin membantu menjaga keberlangsungan situs ini, silakan
klik di sini.





