Arrigo Sacchi Sebut Sepak bola Sedang Sakit dan Ungkap 3 Penyebab Utamanya

Berita AC Milan
Photo: vocidisport.it

Berita AC Milan – Beritamilan.com

Pelatih legendaris AC Milan, Arrigo Sacchi, akhirnya ikut buka suara terkait persoalan yang terjadi dalam dunia Sepak bola akhir-akhir ini.

Bacaan Lainnya

Pria berusia 75 tahun itu berharap dengan gagal terbentuknya kompetisi Liga Super Eropa beberapa waktu lalu dapat menjadi pembelajaran bahwa ada hal yang salah dalam dunia sepak bola saat ini.

Lebih jauh, Sacchi mengungkapkan jika Sepak bola kini sedang sakit dan ia membeberkan 3 penyebab utamanya.

“Itu adalah hal yang sangat serius, dan saya semakin menyadarinya beberapa hari yang lalu ketika saya mengajak cucu saya yang berusia tiga tahun berjalan-jalan.” buka Sacchi kepada La Gazzetta dello Sport.

“Suatu saat kami bertemu dengan sekelompok anak yang lebih tua yang bermain sepak bola. Dia ikut bermain dan menendang bola, dan yang lain menyambutnya meskipun dia lebih kecil. Inilah sepak bola: inklusi, kesenangan, kegembiraan.”

“Namun, kami akan membuat kesalahan besar jika kami tidak memikirkan alasan mengapa kami mengajukan proposal serius seperti Liga Super.”

“Sepak bola sedang sakit dan memiliki tiga musuh: ketenaran, bisnis, dan neraca keuangan yang buruk. Mari kita kesampingkan sejenak ketenaran dan pikirkan bisnisnya. Jika Anda pergi ke pertemuan liga dan federasi, kami hanya berbicara tentang uang, tidak pernah tentang sepak bola. Konyol.”

“Ada tim di Serie A yang memiliki skuad dengan 30 atau 40 pemain: gila. Dengan demikian yang lainnya menjadi lemah. Mengenai neraca keuangan yang sehat, saya hanya mengatakan satu hal: di perusahaan mana pun, jika Anda memiliki pendapatan 100 dan pengeluaan 120, maka Anda akan habis.”

“Namun itu tidak dalam sepa bola. Mengapa? Dan kemudian: apakah menang dengan hutang itu benar? Apakah ini jujur? Bukankah itu curang? Sepak bola dilakukan dengan ide, bukan dengan uang.”

“Tentu saja, semua komponen harus bernalar pada panjang gelombang yang sama. Bahkan media massa yang harus berhenti memuji pembelian 100 juta jika tahu bahwa 100 juta itu tidak ada.”

“Kegagalan Superliga adalah kesempatan untuk mereformasi segalanya, kami berharap untuk tidak ketinggalan kereta ini juga. Dalam hal ini, kata-kata Presiden (FIGC) Gravina harus diapresiasi.” tutupnya.

Laporan dari Sportkeeda menyebut jika tahun lalu ada 2 tim Serie A yang memiliki hutang sangat besar. Kedua tim itu adalah Juventus dengan hutang sebesar Rp. 6.5 triliun dan Inter yang memiliki hutang mencapai Rp. 8.1 triliun.

AC Milan sendiri pada tahun 2021 ini memiliki utang yang relatif lebih kecil ketimbang duo rivalnya itu, yaitu sebesar Rp. 3.9 triliun.

 

Pos terkait