Jurnalis senior Stefano Agresti memberikan analisis tajam di harian La Gazzetta dello Sport edisi hari ini. Ia menyoroti performa AC Milan usai kemenangan susah payah 2-1 atas Pisa.
Agresti menilai secara jujur bahwa skuad asuhan Massimiliano Allegri saat ini tidak sekuat rival sekotanya. Milan dianggap memiliki kedalaman skuad yang kalah jauh dibandingkan Inter Milan.
“Milan asuhan Allegri tidak sekuat Inter, juga tidak sekomplet mereka. Mereka memiliki lebih sedikit alternatif berkualitas dan juga memiliki beberapa masalah fisik yang cukup mengganggu.”
“Pulisic dan Leao hampir tidak pernah berada dalam kondisi maksimal. Akibatnya, Milan jarang memberikan rasa superioritas yang menghancurkan seperti yang hampir selalu ditunjukkan Inter.”
– Stefano Agresti, La Gazzetta dello Sport
Rekomendasi Jersey AC Milan
Buat kamu fans AC Milan yang ingin jersey terbaru dengan kualitas bagus dan harga masih masuk akal, Jersey AC Milan Home 2026 – Grade Ori jadi salah satu pilihan favorit banyak Rossoneri.
Kondisi ini memaksa Allegri sering melakukan improvisasi, seperti memainkan Christopher Nkunku sebagai ujung tombak. Kemenangan di Pisa pun harus diraih dengan susah payah berkat aksi individu Luka Modric.
Harapan Scudetto Masih Ada
Meskipun kalah dalam hal kelengkapan skuad, Agresti menegaskan bahwa Milan masih sangat hidup dalam perburuan gelar. Jarak lima poin dianggap masih sangat mungkin untuk dikejar.
“Namun Milan masih dekat—cukup dekat—dengan Inter: lima poin tidak sedikit tetapi juga tidak terlalu banyak. Dan itu memungkinkan kita untuk mengatakan bahwa tidak, Scudetto (belum) menjadi milik Nerazzurri.”
“Jadi Milan, dengan kuku dan gigi, menjaga perebutan Scudetto tetap terbuka.”
– Stefano Agresti, La Gazzetta dello Sport
Faktor Pembeda: Jadwal dan Individu
Agresti juga menyoroti keuntungan jadwal Milan yang mayoritas hanya bermain satu kali seminggu (kecuali laga tunda vs Como). Selain itu, performa individu pemain menjadi sorotan positif:
- Zachary Athekame: Terus berkembang setiap laga dan memberikan assist krusial di Pisa.
- Luka Modric: Seorang juara sejati yang mengeluarkan kejeniusannya saat tim buntu.
Analisis Redaksi
Analisis Agresti sangat realistis melihat kondisi skuad Milan yang pincang akibat cedera pemain kunci. Namun, semangat juang “dengan kuku dan gigi” itulah yang menjadi DNA Milan di bawah Allegri musim ini.
Ketergantungan pada momen magis individu seperti Modric memang berisiko, namun sah-sah saja dalam situasi darurat. Yang terpenting sekarang adalah konsistensi meraih tiga poin, tak peduli seberapa jelek permainannya.
Beritamilan.com dikelola secara independen dan dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. Jika Anda ingin membantu menjaga situs ini tetap bertahan hidup silakan Klik di sini.




