BERITAMILAN.COM – Sorotan tajam berita AC Milan hari ini membahas pengakuan blak-blakan dari bek andalan, Koni De Winter AC Milan. Pemain asal Belgia tersebut meyakini bahwa skuad Iblis Merah saat ini sedang sangat menderita secara psikologis dalam pertandingan-pertandingan tertentu, seperti yang terlihat jelas saat kekalahan memalukan dari Ferencvaros.
Milan harus menelan kekalahan ketiga mereka hanya dalam empat laga pembuka kampanye Liga Europa musim ini. Menyusul kekalahan 2-0 dari Benfica dan 3-0 dari Bournemouth, skuad asuhan Ruben Amorim kembali takluk dengan skor 2-0, dan mirisnya, kembali gagal mencetak satu gol pun saat menjamu wakil Hungaria tersebut.
Hukuman Lenny Joseph dan Ancaman Tersingkir
Pahlawan kemenangan bagi tim tamu malam itu adalah striker Lenny Joseph, yang sukses mencetak dua gol krusial di babak kedua untuk menghukum rentetan kesalahan fatal di lini belakang Rossoneri. Hasil jeblok ini membuahkan konsekuensi yang sangat nyata bagi nasib klub di kancah Eropa.
- Terlempar dari Batas Aman: Kekalahan ini membuat Iblis Merah terlempar keluar dari zona 24 besar klasemen liga.
- Bayang-Bayang Gugur: Posisi saat ini mengindikasikan bahwa mereka sedang meluncur deras menuju pintu keluar kompetisi dan terancam gugur lebih awal dari yang dibayangkan.
- Krisis Produktivitas: Kegagalan mencetak gol dalam tiga dari empat laga Eropa menjadi alarm bahaya akan tumpulnya taktik sepertiga akhir lapangan.
Pengakuan Jujur De Winter: “Semuanya Adalah Mental”

De Winter berbicara kepada awak media Sky sesaat setelah peluit panjang dibunyikan untuk memberikan pendapat jujurnya mengenai pertandingan tersebut. Sang pemain bertahan berbicara sangat blak-blakan dalam penilaiannya setelah malam yang sangat menguras rasa frustrasi, dengan kutipan yang dilansir oleh MilanNews.
Ketika ditanya apa yang salah dengan permainan tim malam ini, ia menjawab dengan nada pasrah.
“Tidak ada yang berjalan lancar hari ini, kami harus mengusahakannya (memperbaikinya). Saya tidak bisa menjelaskannya. Kami harus terus bekerja keras, seluruh grup harus bekerja keras. Sangat sulit untuk berbicara saat ini.”
Para jurnalis kemudian mendesaknya, menanyakan apakah krisis yang melanda skuad saat ini murni masalah teknis taktik di atas lapangan ataukah ada indikasi masalah mentalitas di dalam ruang ganti.
“Ini masalah mental, semuanya adalah mental. Bagaimana cara kami bermain, bagaimana cara kami mendekati pertandingan. Semuanya murni masalah mental.”
Mengingat tantangan berat yang menanti di depan mata untuk setidaknya bisa kembali merangsek masuk ke posisi 24 besar, sang bek memperingatkan rekan-rekan setimnya agar segera terbangun dari mimpi buruk ini.
“Setiap pertandingan itu berat. Jika kami tidak berhati-hati, kami akan kalah lagi seperti hari ini. Kami harus melakukan segala hal yang kami bisa demi bisa kembali meraih kemenangan.”





