BERITAMILAN.COM – Sorotan utama berita AC Milan hari ini membahas pengakuan Niclas Fullkrug AC Milan. Sang striker tangguh asal Jerman tersebut baru-baru ini merefleksikan masa baktinya yang terbilang cukup singkat bersama skuad Rossoneri.
Saat ini, penyerang tersebut sedang menikmati awal musim yang spektakuler bersama Werder Bremen. Ia sukses mencetak 11 gol hanya dalam sembilan pertandingan di ajang Bundesliga dan DFB-Pokal. Bahkan, catatan luar biasa ini telah melampaui torehan Harry Kane yang baru mengemas 10 gol bagi Bayern Munchen sejauh musim ini berjalan.
Penyesalan Taktis dan Kenangan Magis San Siro
Kembalinya sang pemain ke klub lamanya terbukti membuahkan hasil yang sangat manis. Berkat ketajamannya di depan gawang, ia kembali masuk radar tim nasional Jerman asuhan Jurgen Klopp. Selanjutnya, ia melangsungkan wawancara eksklusif bersama jurnalis media MilanNews, Alessandro Schiavone.
Nama Pemain: Niclas Füllkrug
Klub Saat Ini: Werder Bremen
Statistik Musim Ini: Mengemas 11 gol dari 9 pertandingan domestik
Sahabat Terdekat di Milan: Ardon Jashari
Ketika mendapat pertanyaan mengenai produktivitas golnya selama merumput di Italia, ia mengakui adanya penyesalan mendalam. Ia merasa seharusnya bisa memberikan kontribusi gol dan umpan yang jauh lebih mematikan bagi tim.
“Tentu saja. Sekarang ini adalah musim yang baru, tetapi saya seharusnya bisa mencetak beberapa gol tambahan dan memberikan beberapa assist lebih banyak di AC Milan.”
“Itu adalah periode yang sedikit tidak beruntung, tetapi saya merasa telah menampilkan beberapa performa bagus. Itu adalah waktu yang benar-benar luar biasa, dan saya masih memiliki kasih sayang yang besar untuk klub ini.”
Selain itu, ia memberikan pujian setinggi langit untuk kemegahan stadion San Siro. Baginya, atmosfer markas kebanggaan Iblis Merah tersebut sangat luar biasa dan berani ia bandingkan langsung dengan keangkeran Signal Iduna Park di Dortmund.

Misteri Kegagalan Transfer Permanen dan Dukungan Jarak Jauh
Lebih lanjut, awak media menanyakan keinginannya untuk bertahan lebih lama di kota mode tersebut. Sang striker mengungkapkan bahwa keputusan transfer tidak murni berada di tangannya sendiri. Ia menyinggung adanya perombakan besar pada jajaran manajemen level atas klub yang pada akhirnya memengaruhi nasibnya.
Menariknya, klub sebenarnya bisa mempermanenkan statusnya hanya dengan menebus klausul senilai 5 juta Euro. Namun, saat jurnalis memancing pertanyaan apakah manajemen secara langsung menolak opsi tersebut, ia hanya membalas dengan senyuman. Ia memilih bungkam dan menghindari polemik terkait kegagalan transfer murah tersebut.
Pada akhirnya, sang penyerang tetap menunjukkan sikap profesional dan rasa hormat yang tinggi. Ia mengaku masih rutin menyaksikan pertandingan skuad asuhan Ruben Amorim ketika memiliki waktu luang. Ia juga mendoakan yang terbaik bagi perjuangan mantan rekan-rekan setimnya dalam perebutan gelar Scudetto tahun ini.



