Kritik Corriere dello Sport soal Milan terdengar keras, karena menurut mereka tak ada yang bisa diselamatkan dari kekalahan di Bournemouth.
Biasanya, bahkan di malam yang paling kelam, selalu ada sisi positif yang bisa dijadikan titik awal untuk bangkit, tetapi kali ini tidak.
Kritik Corriere dello Sport soal Milan Usai Malam Kelam di Bournemouth
Menurut Corriere dello Sport pagi ini waktu Italia, yang dikutip MilanNews, tak ada yang bisa diselamatkan dari kekalahan Milan di Bournemouth semalam.
Harian itu mengkritik Milan karena pendekatan yang longgar, Mike Maignan yang ceroboh, kelengahan di lini belakang (bahkan saat jumlah pemain sama), dan nol tembakan tepat sasaran.
Berikut rangkuman kritik utamanya:
- Pendekatan tim: dinilai longgar sepanjang laga.
- Maignan: gestur yang dinilai gila dan tak masuk akal, padahal ia kapten berusia 31 tahun dengan 49 penampilan di Eropa.
- Lini belakang: lengah, bahkan saat jumlah pemain sama.
- Serangan: nol tembakan tepat sasaran.
- Pemain lain: bek kiri Estupinan dan Bartesaghi serta Loftus-Cheek mengecewakan.
Gestur Maignan dan Keterbatasan Skuad yang Terbuka

Keterbatasan skuad Milan terlihat jelas di tengah jadwal padat. Saat mencoba menggambarkan penampilan Milan melawan Bournemouth, gestur gila dan tak masuk akal Mike Maignan tak bisa diabaikan.
Dari pemain Prancis berusia 31 tahun dengan 49 penampilan di Eropa dan ban kapten, tindakan sekonyol itu tak diharapkan.
Itu tindakan yang kurang dewasa dan memengaruhi laga Milan yang sudah berat. Dampaknya mungkin terasa pada beberapa laga berikutnya, karena para pemain menguras banyak tenaga selama satu jam bermain dengan sepuluh orang di tengah hujan.
Malam di Bournemouth juga kembali menunjukkan semua keterbatasan skuad Milan musim ini. Absennya Ramos dan Chukwueze memperlihatkan kebingungan itu: Camarda, yang dipilih sebagai pengganti Ramos, bahkan tidak masuk lapangan.
Cisse dipasang jelas di luar posisinya, meski sulit dinilai karena jalannya laga. Di sisi kanan, tidak ada pengganti alami Chukwueze selain Moreira, tetapi pemain Belgia itu terus tampil kurang meyakinkan di sana.
Tugas Berat Amorim dan Harapan di Bursa Januari

Penampilan buruk bek kiri Estupinan dan Bartesaghi serta Loftus-Cheek yang mengecewakan menambah daftar persoalan. Kemarin, kecuali Torriani yang tak bersalah, tak ada yang benar-benar aman dari kritik.
Amorim harus benar-benar menemukan permainan yang tepat: cara memaksimalkan potensi skuadnya, dengan para pemain di posisi yang tepat dan bisa tampil terbaik. Selebihnya, semoga bursa transfer Januari yang membereskan.
Kritik Corriere dello Sport soal Milan menjadi alarm bagi Amorim untuk segera menata ulang skuad sebelum badai berikutnya datang.





