Kemenangan gemilang atas Lecce dengan skor meyakinkan 3-0 di San Siro sukses mengantarkan skuad AC Milan memasuki masa jeda internasional dengan kepala tegak.
Hasil positif ini sekaligus meredakan tekanan dahsyat yang sempat menghantam pundak pelatih Ruben Amorim menyusul rentetan hasil minor pada tiga pertandingan sebelumnya.
Di sisi lain, hasil imbang yang diraih oleh Inter dan Roma membuat jarak poin Rossoneri dengan puncak klasemen kini hanya tersisa dua angka saja.
Meski begitu, armada Merah Hitam masih harus bersabar karena posisi mereka saat ini belum berhasil menembus zona empat besar klasemen sementara liga domestik.
Perubahan Taktik dan Dominasi Babak Pertama

Juru taktik asal Portugal tersebut mengambil langkah berani dengan melakukan enam perombakan pemain dari skuad yang sebelumnya dipecundangi oleh Benfica pada pertengahan pekan.
Nama-nama andalan seperti Mario Gila, Luka Modric, Adrien Rabiot, Pervis Estupinan, Alexis Saelemaekers, hingga Christian Pulisic yang melakoni start perdananya musim ini kembali dipercaya tampil sejak menit awal.
Fase awal pertandingan sebenarnya berjalan cukup membuat frustrasi bagi kubu tuan rumah karena mereka kesulitan membongkar rapatnya barisan pertahanan tim tamu.
Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-14 melalui aksi berkelas Pulisic yang sukses mencetak gol pembuka keunggulan bagi publik tuan rumah.
Penyerang sayap asal Amerika Serikat itu berlari menyelinap ke belakang bek terakhir untuk menyambut umpan lambung terukur dari Strahinja Pavlovic sebelum menyelesaikannya dengan tembakan kaki kiri mematikan.
Gol tersebut seolah menjadi obat penenang bagi skuad Il Diavolo Rosso yang langsung memegang kendali penuh atas penguasaan bola meski kesulitan menciptakan peluang berbahaya tambahan di sisa paruh pertama.
Sebelum turun minum, Pulisic nyaris mencatatkan assist andai umpan silang akuratnya tidak disundul melebar oleh Koni De Winter di mulut gawang lawan.
Pesta Gol Babak Kedua dan Kontribusi Krusial Goncalo Ramos

Memasuki babak kedua, serangan Milan kembali mengalir deras yang diawali oleh aksi impresif Saelemaekers saat menggiring bola hampir sepanjang lapangan.
Tuan rumah sempat mengira mereka sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-55 melalui sundulan Pavlovic, namun wasit menganulir gol tersebut akibat jebakan offside.
Gol kedua yang dinanti-nanti publik San Siro akhirnya benar-benar tercipta pada menit ke-61 melalui skema kerja sama tim yang sangat menawan.
Adrien Rabiot sukses menuntaskan serangan tersebut di tiang dekat setelah menerima umpan pantul tanpa melihat yang dieksekusi secara brilian oleh Goncalo Ramos.
Amorim kemudian merespons keunggulan tersebut dengan memasukkan tenaga segar seperti Diego Moreira dan Ruben Loftus-Cheek untuk menggantikan Saelemaekers dan Pulisic.
Pergantian ini terbukti jitu karena Moreira sukses memperlebar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-74 berkat kegigihan Ramos dalam memenangi duel perebutan bola yang memungkinkannya melepaskan tembakan mendatar melewati kiper.
Berikut adalah beberapa sorotan penting dari pesta gol di hari ulang tahun keseratus stadion kebanggaan Milan tersebut malam WIB tadi:
- Bintang Lapangan: Christian Pulisic tampil gemilang dengan membuka keran gol di awal laga melalui sentuhan akrobatik yang mematikan.
- Aksi Cemerlang Goncalo Ramos: Meski belum mencatatkan namanya di papan skor, sang striker berperan sangat vital lewat sumbangan dua buah assist yang cerdas.
- Respons Penonton: Luka Modric mendapatkan tepuk tangan meriah saat ditarik keluar, sementara Pervis Estupinan justru disoraki penonton sebelum digantikan.
- Penyelamatan Gemilang Maignan: Sang penjaga gawang asal Prancis sukses melakukan blok krusial di lima menit terakhir demi menjaga kesucian gawangnya dari kebobolan.
Masuknya penyerang belia Francesco Camarda menggantikan Samuel Chukwueze di sisa waktu normal menjadi penutup manis dari kemenangan meyakinkan skuad Rossoneri yang perlahan mulai kembali menemukan ritme permainan terbaiknya musim ini.





