Alphadjo Cisse tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah berhasil mencetak gol perdana untuk AC Milan, sekaligus membantu mengamankan kemenangan besar di laga pembuka Serie A melawan Torino.
Pemain muda ini tampil sangat hidup di babak pertama, namun masih sedikit kehilangan sentuhan akhir yang mematikan. Hal itu berubah drastis pada menit ke-64, ketika ia memberikan momen brilian yang memecah kebuntuan dan mengarahkan Milan menuju kemenangan krusial.
Berikut adalah sorotan utama dari momen magis Alphadjo Cisse di Turin:
- Gol Kelas Dunia: Menerima umpan Rabiot, Cisse melakukan putaran memukau sebelum melepaskan tembakan ke tiang jauh.
- Mimpi Jadi Nyata: Sang pemain mengaku tidak pernah berani bermimpi bisa melakoni debut dan mencetak gol untuk Milan.
- Mentalitas Juara: Cisse tetap mempelajari taktik Amorim dari pinggir lapangan saat ia absen karena cedera.
Menjawab Pujian Pelatih dan Euforia Debut
Gol Cisse tercipta dari sebuah skema serangan balik yang apik. Pemain pengganti Adrien Rabiot mengambil bola di sisi kanan dan melepaskan umpan silang mendatar. Dengan tenang, Cisse berhasil menurunkannya, memutar badan, dan menembakkannya ke tiang jauh. Itu adalah gol yang dieksekusi dengan sangat indah, sampai-sampai tidak ada yang mengira itu adalah gol pertamanya di kasta tertinggi Italia.

Cisse berbicara kepada DAZN beberapa saat setelah peluit panjang dibunyikan di Stadio Olimpico Grande Torino, membagikan pemikirannya tentang malam yang tak terlupakan tersebut.
“Ini adalah perasaan yang unik bagi saya. Saya mungkin tidak akan pernah bermimpi melakukan debut untuk AC Milan dan mencetak gol. Saya senang, tapi sekarang mari kita fokus pada hari Jumat (pertandingan selanjutnya).”
Ketika reporter memberitahunya bahwa sang pelatih, Ruben Amorim, sempat secara terbuka menyatakan kekagumannya dengan berkata “Saya cinta Cisse”, sang pemain tertawa dan mengaku baru mendengarnya.
“Saya hanya senang… Tapi saya tidak mendengarkan konferensi pers itu, teman-teman saya yang memberi tahu saya (tertawa).”
Buah Kesabaran Saat Cedera
Perjalanan Cisse menuju tim utama tidaklah mulus. Ia sempat menepi karena cedera, namun mentalitasnya patut diacungi jempol. Alih-alih meratapi nasib, ia menggunakan waktu pemulihannya untuk terus memantau tim.
“Saya benar-benar percaya (pada prosesnya). Pada awalnya, saya harus absen beberapa saat, selalu menonton setiap sesi latihan untuk mengenal pelatih. Jadi ketika saya kembali, semuanya menjadi jauh lebih mudah.”
Di akhir wawancara, ia juga mengoreksi cara pengucapan namanya kepada publik Italia dengan singkat: “Cisse. Tanpa aksen.”





