BeritaSerba Serbi

Prosesi Pemakaman Franco Baresi: Tangis, Legenda, dan Ribuan Fans Padati Basilica of Sant’Ambrogio

×

Prosesi Pemakaman Franco Baresi: Tangis, Legenda, dan Ribuan Fans Padati Basilica of Sant’Ambrogio

Sebarkan artikel ini
Franco Baresi
Franco Baresi

Hari yang berat akhirnya tiba, di mana dunia AC Milan, sepak bola Italia, dan negara pada umumnya harus mengucapkan selamat tinggal untuk selama-lamanya kepada sang legenda sejati, Franco Baresi.

Baresi meninggal dunia empat hari yang lalu, dan masa berkabung yang mendalam terus menyelimuti klub. Upacara pemakaman dilangsungkan di Basilica of Sant’Ambrogio di Milan—gereja yang sama yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir legenda Milan lainnya, Cesare Maldini, 10 tahun silam.

Ribuan orang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk para tamu penting, legenda sepak bola, dan delegasi dari berbagai klub di seluruh Eropa. Berikut adalah rangkuman prosesi haru yang berjalan sejak pagi hari waktu setempat.

Lautan Fans dan Spanduk Curva Sud

Sejak pukul 09:40 CEST, banyak penggemar telah berkumpul di depan Basilica of Sant’Ambrogio. Kelompok pendukung setia Curva Sud hadir, mengibarkan bendera bersejarah bertuliskan ‘BARESI 6’ untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

Selain menggemakan nyanyian bersejarah ‘Un Capitano, c’è solo un Capitano’ (Hanya ada satu kapten), Curva Sud juga membentangkan spanduk yang sangat menyentuh hati dengan tulisan langsung:

“Franco Baresi: legenda abadi, bendera tak tertandingi yang tidak akan pernah berhenti berkibar. Selamat jalan Kapten”

Kehadiran Para Legenda dan Pesan Duka

Menjelang pukul 10:00, para petinggi dan mantan pemain mulai berdatangan. CEO Milan Massimo Calvelli tiba, diikuti oleh jajaran mantan rekan setim seperti Filippo Galli, Roberto Mussi, Chicco Evani, hingga pahlawan kemenangan 4-0 atas Barcelona di 1994, Daniele Massaro (membawa ban kapten nomor 6) dan Dejan Savicevic. Paolo Maldini, Marco Van Basten, Mauro Tassotti, dan Roberto Baggio juga tampak hadir dengan raut wajah sedih.

Skuad utama saat ini diwakili oleh Christian Pulisic dan Santiago Gimenez. Tokoh-tokoh lain seperti Clarence Seedorf, Massimo Ambrosini, ikon tenis Roger Federer, hingga mantan pemilik klub Gordon Singer (mengirim karangan bunga) turut memberikan penghormatan.

Nelson Dida, salah satu penjaga gawang legendaris Milan, berbicara kepada jurnalis sebelum memasuki gereja dan menyampaikan perasaannya secara langsung:

“Ini adalah hari yang menyedihkan. Kita tahu pria seperti apa dia, pemain seperti apa dia. Saya harap dia merasakan emosi orang-orang di sini. Dia adalah pria yang hebat, ayah yang hebat, dan kita yang mengalaminya belajar banyak darinya.”

Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, yang turut hadir juga memberikan pernyataannya secara langsung mengenai sosok mendiang:

“Baresi adalah salah satu contoh yang harus membuat kita merenung, dan salah satu yang harus digunakan pemain muda kita sebagai contoh sebagai pria dan profesional.”

Prosesi Puncak dan Kutipan Uskup Agung

Tepat pada pukul 10:58 CEST, peti mati Franco Baresi tiba di Sant’Ambrogio. Di tengah tepuk tangan para penggemar, nyanyian keras yang membuat merinding bergema: ‘Hanya ada satu Kapten’.

Dalam momen yang paling mengharukan, peti mati Baresi dipanggul oleh Paolo Maldini, Marco Van Basten, Filippo Galli, dan Daniele Massaro untuk dibawa masuk ke dalam gereja. Pembacaan pertama pada upacara pemakaman ini dipercayakan kepada Beppe Bergomi, rival hebat di banyak laga derby, namun merupakan sahabat karib sang mantan kapten.

Monsignor Faccendini, Kepala Biara Basilica of Sant’Ambrogio, menyampaikan khotbahnya secara langsung:

“Franco adalah seorang juara. Ini adalah tindakan cinta dan iman yang besar. Kepemimpinannya di dalam dan di luar lapangan menjadikannya seorang Kapten.”

“Ini tidak terjadi secara kebetulan, mengingat asal-usulnya yang sederhana, dan dari imannya. Saya katakan kepada Anda semua: untuk menjadi juara sejati, bakat saja tidak cukup; karakteristik ini dibutuhkan. Piscinin menunjukkan kepada kita bahwa kita bisa menjadi besar sambil tetap menjadi kecil. Peliharalah ingatan tentang Franco dengan bangga.”

Setelah peti mati ditempatkan di depan altar, seragam Milan bernomor 6 diletakkan di atasnya oleh Paolo Maldini dan Mauro Tassotti, sementara Claudio Ranieri meletakkan seragam nomor 6 Timnas Italia. Peti mati kemudian dibawa keluar dengan iringan lagu ‘Da quand’ero piccolino, m’innamorai di te’. Pemakaman sang kapten telah usai, dan seorang legenda kini telah diistirahatkan dengan tenang.

🔴 Terima Kasih untuk Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. I Komang Sidartha Kusuma Rp 10.000

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumber daya finansial yang terbatas, bantu admin untuk mempertahankan situs ini dengan donasi ke nomor DANA:

0816598786

(Jangan lupa untuk menyertakan nama atau inisial pada catatan transfer untuk keperluan pembaruan peringkat donatur secara berkala.)

FORZA MILAN SEMPRE!