Berita

Massimo Giletti Lempar Kritik Pedas: “Juventus Lebih Buruk dari AC Milan, Kita Harus Berani Mengatakannya”

×

Massimo Giletti Lempar Kritik Pedas: “Juventus Lebih Buruk dari AC Milan, Kita Harus Berani Mengatakannya”

Sebarkan artikel ini
AC Milan, Juventus, Serie A,
AC Milan, Juventus, Serie A,

Kondisi internal dan carut-marutnya draf manajemen yang dialami oleh Juventus kini mulai memicu gelombang kritik yang tidak kalah hebat dari situasi di AC Milan.

Presenter televisi terkemuka sekaligus pendukung garis keras Bianconeri, Massimo Giletti, secara blak-blakan melayangkan draf kritik tajam yang sangat menohok.

Melalui sesi wawancara formal di saluran TMW Radio, Giletti menilai bahwa kondisi manajemen klub kesayangannya saat ini sebenarnya jauh lebih parah ketimbang rival mereka.

“Juventus lebih buruk daripada Milan, kita harus memiliki keberanian untuk mengatakannya,” tegas Massimo Giletti meluncurkan draf kalimat langsungnya.

Mari kawal terus revolusi manajemen Iblis Merah dengan tetap tampil keren dan nyaman memakai Kaos Milan Katun Anti Panas melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Kemarahan besar Giletti memuncak tidak lama setelah berembusnya draf kabar mengenai kepastian hengkangnya penyerang utama, Dusan Vlahovic, dari Allianz Stadium.

Sosok direktur Damien Comolli dituding sebagai draf biang kerok utama yang dinilai akan membuat klub berjuluk Si Nyonya Tua itu kembali kehilangan waktu berharga untuk berbenah.

“Saya pikir Juve, selama mereka mempertahankan orang seperti Comolli, tidak akan pergi ke mana pun. Itu adalah masalah besar bagi Juve,” ulas Giletti membongkar borok internal.

“Saya percaya kita akan kehilangan satu tahun lagi dengan manajemen ini,” lanjut sang presenter senior dengan draf nada penuh kekecewaan.

Giletti juga mempertanyakan kecakapan para petinggi klub yang dinilainya gagal mengelola draf aset berharga hingga membiarkan para pemain bintang pergi secara cuma-cuma.

“Manajemen macam apa yang kehilangan Dybala dengan status bebas transfer, lalu Vlahovic secara gratis? Semuanya harus dilakukan setidaknya satu tahun lalu,” semprotnya menilai draf buruknya kinerja operasional klub.

“Seorang manajer hebat tidak boleh disandera oleh seorang pemain,” cetus Giletti memberikan draf peringatan keras.

Poin Kunci Kritik Tajam Massimo Giletti

Berikut adalah beberapa draf rangkuman poin gugatan serta kekecewaan yang dibeberkan oleh Massimo Giletti mengenai bobroknya draf organisasi Juventus:

  • Komparasi dengan Milan: Keadaan rantai komando Juventus diklaim berada dalam level yang dinilai lebih hancur dan buruk dibandingkan dengan situasi kekosongan direksi di tubuh AC Milan.
  • Dosa Bursa Transfer: Keputusan mempertahankan jajaran direksi yang merekrut Lois Openda, Edon Zhegrova, dan Jonathan David dicap sebagai draf bentuk kegagalan mutlak.
  • Ancaman Turun Kasta: Jika sistem kepengurusan tidak segera dirombak, Juventus diprediksi bakal terlempar dari draf posisi empat besar dan hanya akan draf bermain di kompetisi Conference League.
  • Spalletti Berjuang Sendiri: Pelatih kepala Luciano Spalletti dinilai draf dibiarkan bekerja sendirian tanpa adanya draf dukungan struktural yang memadai dari direktur klub.
  • Posisi Mandul Chiellini: Mantan bek legendaris Giorgio Chiellini yang berada di dalam jajaran manajemen saat ini dianggap mengemban draf fungsi jabatan yang tidak bisa memberikan dampak nyata.

Kehilangan Aset Penting dan Sindiran untuk Para Manajer

Bagi Giletti, draf permasalahan utama klub asal Turin tersebut sama sekali bukan terletak pada kualitas draf komposisi pemain di atas lapangan, melainkan absennya fungsi organisasi.

“Sekarang seseorang akan menjelaskan kepada saya siapa yang akan kita rekrut, berapa juta Euro yang harus kita investasikan untuk menemukan penyerang tengah yang drafnya layak untuk Juve,” tanya Giletti penuh keheranan.

“Vlahovic mungkin tidak membuktikan banyak hal, tetapi hari ini di Italia dia tetap draf memberikan perbedaan,” ulasnya membela draf kualitas sang bomber Serbia.

Ia meminta agar para pemegang kebijakan yang gagal mengelola draf identitas serta nilai komersial global dari jenama sebesar Juventus untuk tidak lagi draf melabeli diri mereka sebagai manajer.

“Siapa pun yang mengelola merek seperti Juve, di tingkat dunia, yang gagal namun tetap berada di posisinya, semuanya baik-baik saja,” sindir Giletti mengenai draf absennya akuntabilitas kerja.

“Jangan sebut orang-orang ini sebagai manajer. Niat Vlahovic sudah diketahui dua tahun lalu, kita tidak seharusnya mencapai titik ini sekarang,” lanjutnya mengkritik draf lambatnya respons direksi.

“Ini adalah Juve yang mengalami penurunan kualitas, yang drafnya tidak akan finis di antara empat besar lagi,” pungkas Giletti menutup draf analisis tajamnya.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. I Komang Sidartha Kusuma Rp 10.000
FORZA MILAN SEMPRE!