Akhir pekan kemarin, AC Milan menyentuh salah satu titik terendah dalam sejarah modern mereka.
Gagal lolos ke Liga Champions setelah menguasai posisinya selama dua pertiga jalannya musim adalah sesuatu yang sangat mengejutkan sekaligus menjadi sebuah bencana total.
Sebagaimana mestinya, kini semua pihak berada di bawah pengawasan tajam dan dievaluasi, mulai dari pihak manajemen tingkat atas hingga kursi pelatih kepala.
Namun, sangatlah wajar jika fokus kritik juga harus diarahkan kepada para pemain, mengingat merekalah aktor utama yang turun langsung berjuang di atas lapangan.
Pada titik nadir ini, sebuah pertanyaan besar muncul secara spontan: kita memang harus bangkit kembali, tetapi bersama siapa?
Siapa saja pemain di skuad saat ini yang benar-benar layak mengenakan seragam kebesaran Milan?
Mari obati kekecewaan atas performa buruk para pemain dan tetap dukung Iblis Merah untuk bangkit dengan memakai Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Poin Kunci Rapor Pemain Rossoneri

Berikut adalah ringkasan evaluasi dari kualitas skuad Iblis Merah yang menunjukkan betapa hancurnya fondasi tim di paruh kedua musim ini:
- Kiper & Bek: Maignan tampil krusial, sementara hanya Strahinja Pavlovic dan Matteo Gabbia yang pantas dipertahankan berkat konsistensi mereka di lini belakang.
- Bencana Lini Tengah: Kecuali Luka Modric dan Adrien Rabiot, seluruh gelandang lain seperti Ardon Jashari, Samuele Ricci, hingga Loftus-Cheek dinilai gagal total memberikan kontribusi.
- Evaluasi Lini Sayap: Sektor kanan aman berkat Athekame dan Saelemaekers, namun sisi kiri hancur lebur dengan rapor buruk dari Pervis Estupinan dan penurunan performa Davide Bartesaghi.
- Lini Serang Mandul: Rafael Leao dan Pulisic dinilai sudah habis, sementara transfer Santiago Gimenez terbukti sebagai bencana besar karena gagal mencetak satu gol pun sepanjang musim.
Analisis Mendalam Per Lini
Sektor penjaga gawang pada dasarnya adalah satu-satunya departemen yang layak untuk dikonfirmasi dipertahankan secara utuh.
Mike Maignan telah membuktikan bahwa dirinya berhasil kembali ke level tertinggi dengan menawarkan penyelamatan-penyelamatan berharga di momen sulit, namun pertanyaannya: maukah ia bertahan tanpa panggung Liga Champions?
Beralih ke sektor pertahanan, ada sedikit peningkatan dalam hal jumlah kebobolan dibandingkan musim lalu.
Namun, Fikayo Tomori kini hanya menjadi bayang-bayang dari dirinya saat musim Scudetto, dan Koni De Winter tampil layaknya wahana rollercoaster yang sangat tidak stabil.
Sementara itu, rekrutan anyar David Odogu bahkan nyaris tidak pernah terlihat, membuat publik bertanya-tanya ke mana hilangnya pemain tersebut.

Kisah sedih berlanjut di sektor gelandang, di mana Ardon Jashari terbukti menjadi investasi mahal yang gagal total.
Samuele Ricci tidak memberikan kontribusi lebih, Youssouf Fofana kehilangan tempatnya di tim nasional, dan Loftus-Cheek gagal mendekati target gol yang diminta oleh pelatih.
Pada akhirnya, sorotan paling tajam jatuh pada departemen penyerangan yang mutlak membutuhkan perombakan dan pembangunan ulang secara total.
Rafael Leao dan Christian Pulisic tampaknya sudah mencapai akhir siklus mereka dalam balutan warna Rossoneri, diperburuk dengan penampilan mengecewakan dan rumor di luar lapangan.

Lalu ada kasus Santiago Gimenez: bagaimana mungkin seorang penyerang Milan yang dibeli seharga lebih dari 30 juta euro mengakhiri musim tanpa mencetak gol sama sekali?
Niclas Fullkrug bahkan tidak perlu dipertimbangkan lagi untuk masa depan, sementara Christopher Nkunku hanya sesekali menunjukkan percikan magisnya di akhir musim.





