Berita

Keputusan Cardinale Dipertanyakan: Pecat Massal Direksi, Siapa yang Berani Pecat Ibrahimovic?

×

Keputusan Cardinale Dipertanyakan: Pecat Massal Direksi, Siapa yang Berani Pecat Ibrahimovic?

Sebarkan artikel ini
Gerry Cardinale, Zlatan Ibrahimovic,
Gerry Cardinale, Zlatan Ibrahimovic,

Revolusi besar-besaran di tubuh manajemen AC Milan akhirnya benar-benar terjadi dengan memakan empat korban sekaligus.

Kepergian Massimiliano Allegri, Igli Tare, Geoffrey Moncada, dan Giorgio Furlani dinilai sebagai empat pemecatan yang sangat bisa dibenarkan.

Allegri harus membayar mahal karena tidak mampu menemukan penawar untuk menghentikan laju tim yang terjun bebas selama tiga bulan terakhir.

Tare didepak karena bursa transfer yang setengah gagal dan pembangunan skuad yang terbukti sangat buruk.

Moncada diusir karena rekomendasi pemain mudanya sama sekali tidak memberikan perbedaan yang berarti di atas lapangan.

Sementara itu, Furlani harus angkat koper karena manajemen hubungan internal yang sangat buruk serta rentetan kegagalan besar selama masa jabatannya sebagai CEO.

Invasi wewenang antar departemen telah mendestabilisasi klub dari dalam, namun pada akhirnya peperangan internal lah yang kembali menjadi pembeda utama kehancuran ini.

Sayangnya, Zlatan Ibrahimovic tidak bisa ikut dipecat, padahal kinerjanya juga sangat pantas untuk diganjar dengan hukuman serupa.

Sebagai Penasihat Senior dan mitra strategis Gerry Cardinale, posisinya mutlak aman dari pemecatan, namun hal itu tidak mencegah para penggemar untuk menilai kinerjanya secara sangat negatif.

Ini adalah sebuah kekecewaan yang teramat kuat, terutama jika kita mengingat masa lalunya sebagai seorang pemimpin sejati di atas lapangan hijau.

Presiden Paolo Scaroni juga kebetulan lolos dari daftar pemecatan, namun ia dipertahankan murni karena peran pentingnya dalam mengurus kelanjutan proyek stadion baru.

Mari obati kekecewaan ini dan tetap kawal proses revolusi berdarah manajemen dengan memakai Kaos AC Milan keren melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Masa Depan di Tangan Cardinale dan Ibra

Gerry Cardinale, Zlatan Ibrahimovic,
Gerry Cardinale, Zlatan Ibrahimovic,

Kini, wajah baru revolusi ini menunjukkan bahwa Cardinale akan turun tangan secara langsung untuk mengambil alih situasi dan berusaha mengubah segalanya.

Namun sebuah pertanyaan besar yang menakutkan mulai muncul: kompetensi apa yang dimiliki oleh seorang pebisnis Amerika Serikat mengenai cara kerja sepak bola di tanah Italia?

Terlebih lagi, ia akan dinasihati secara eksklusif oleh Ibrahimovic, sosok yang pada tahun sebelumnya telah membuat bencana dengan manajemen Fonseca dan Conceicao hingga membawa Milan terpuruk di peringkat kedelapan.

Ketiadaan pengalaman manajerial dan administratif dalam diri Ibra adalah sebuah fakta yang sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan masa depan klub.

Bahkan setelah bencana kegagalan masuk ke Liga Champions untuk tahun kedua berturut-turut, sang pemilik tetap lebih memilih untuk mengurung diri di hotel alih-alih berbicara langsung di hadapan jutaan penggemar yang kecewa.

Dalam empat tahun masa kepemimpinannya, sama sekali tidak pernah ada satu pun konferensi pers terbuka yang digelar untuk publik.

Kepala Pejabat Merek (Chief Brand Officer), Francesca Montini, bahkan memutuskan untuk tidak mengundang banyak jurnalis independen dalam pertemuan dengan Cardinale karena dianggap terlalu sering mengkritik sang pemilik.

Lagipula, apa lagi narasi positif yang seharusnya ditulis oleh media setelah menyaksikan empat rentetan kegagalan secara berturut-turut?

Seolah-olah Cardinale tidak pernah membuat pilihan apa pun selama empat tahun terakhir, padahal faktanya ia membuat banyak keputusan krusial yang semuanya berujung pada kesalahan.

Lalu mengapa sekarang publik harus diyakinkan bahwa ia akan berhasil dalam misinya membangun kembali AC Milan, dan dengan kompetensi apa ia akan melakukannya?

Mungkin lebih baik seperti ini, di mana publik terhindar dari slogan-slogan tak berguna yang sudah didengar selama empat musim berturut-turut.

Sementara itu, Milan terus runtuh di bawah kebingungan identitas yang diciptakan oleh Cardinale sendiri melalui keputusan-keputusannya.

Kandidat Pengganti Allegri

Di tengah kekacauan ini, nama-nama pertama untuk mengisi kursi kosong peninggalan Allegri sudah mulai bocor ke permukaan publik.

Andoni Iraola, pelatih yang sukses membawa Bournemouth meraih kualifikasi bersejarah ke Liga Europa, sangat diminati oleh manajemen dan bisa menjadi sebuah solusi yang menarik.

Namun, sebelum sibuk menunjuk seorang pelatih kepala, klub seharusnya lebih memprioritaskan pemilihan CEO dan Direktur Olahraga terlebih dahulu, setidaknya begitulah logika dasar manajemen yang seharusnya berlaku.

🔴 Daftar Pendukung Setia Beritamilan.com Bulan Ini ⚫

Terima kasih atas dukungan tulus Anda

Situs Beritamilan.com dikelola dengan sumberdaya finansial yang sangat terbatas, bantu kami untuk mempertahankan situs ini via DANA:

0816598786

(Sertakan nama/inisial di catatan transfer untuk update ranking)

No. Nama Donatur Besaran Donasi
1. Anonim Bank Sumut Rp 100.000
2. Athena Rp 100.000
3. Chris Yudha Rp 47.111
4. I Komang Sidartha Kusuma Rp 38.000
5. Ac Milan Siamo Noi Rp 28.266
FORZA MILAN SEMPRE!