Krisis yang melanda AC Milan musim ini tidak hanya terlihat dari merosotnya posisi mereka di papan klasemen, tetapi juga tercermin dari statistik individu para pemainnya.
Hanya menyisakan dua pertandingan lagi sebelum kejuaraan Serie A berakhir, tidak ada satu pun pemain berseragam Rossoneri tahun ini yang berhasil menyentuh angka dua digit gol (10 gol atau lebih).
Kondisi ini membuat skuad asuhan Massimiliano Allegri berisiko besar menghentikan sebuah rekor positif penyerangan klub yang telah berlangsung selama enam tahun terakhir.
“Rafael Leao saat ini mengoleksi 9 gol, namun ia dipastikan akan melewatkan pertandingan melawan Genoa karena skorsing.”
“Christian Pulisic berada di angka 8 gol, tetapi kondisinya masih harus dievaluasi lebih lanjut setelah ia absen di laga melawan Atalanta karena masalah pada otot gluteus.”
Rincian Top Skor Milan 6 Musim Terakhir
Sebagai perbandingan betapa tumpulnya lini serang Iblis Merah musim ini, berikut adalah daftar pencetak gol terbanyak klub di Serie A sejak musim 2019/2020:
- Musim 2025/26: Leao (9 gol) dan Pulisic (8 gol) – *Musim masih berjalan dengan sisa 2 laga
- Musim 2024/25: Pulisic (11 gol) dan Reijnders (10 gol)
- Musim 2023/24: Giroud (15 gol) dan Pulisic (12 gol)
- Musim 2022/23: Leao (15 gol) dan Giroud (13 gol)
- Musim 2021/22: Leao (11 gol) dan Giroud (11 gol)
- Musim 2020/21: Ibrahimovic (15 gol), Kessie (13 gol), dan Rebic (11 gol)
- Musim 2019/20: Ibrahimovic (11 gol) dan Rebic (10 gol)
Sambil berdoa agar ada pemain Milan yang secara ajaib memecahkan rekor dua digit gol di laga sisa, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi

Statistik memalukan ini adalah bukti matematis tak terbantahkan betapa hancurnya skema penyerangan tim di bawah komando taktik Massimiliano Allegri musim ini.
Ketiadaan sosok penyerang tengah nomor 9 yang haus gol setelah era Olivier Giroud dan Zlatan Ibrahimovic sangat terasa dampaknya. Tim terlalu bergantung pada kilatan individu Rafael Leao atau tusukan Christian Pulisic dari sayap.
Ketika kedua pemain kunci tersebut mengalami kebuntuan, skorsing, atau cedera—seperti yang terjadi saat ini—Milan benar-benar kehilangan taringnya di depan gawang lawan.
Rekor emas selama enam tahun yang selalu dihiasi oleh striker pembunuh berdarah dingin kini hampir pasti hangus. Ini menjadi tamparan keras bagi manajemen RedBird dan direktur olahraga Igli Tare atas kegagalan total mereka mendatangkan striker berkualitas di bursa transfer lalu.
Jika lini serang setumpul ini tidak segera direvolusi besar-besaran, bermimpi untuk menaklukkan Liga Champions musim depan hanyalah sebuah lelucon kosong belaka.





