Kondisi internal di tubuh manajemen AC Milan tampaknya sedang berada di titik nadir yang sangat memprihatinkan menjelang akhir musim kompetisi ini.
Melalui kolom editorialnya di surat kabar ternama Corriere dello Sport, jurnalis senior Ivan Zazzaroni memberikan komentar yang sangat menohok terkait momen kelam yang sedang dilalui oleh Iblis Merah.
Berikut adalah kutipan langsung dari pernyataan Zazzaroni yang menyoroti gelombang protes para pendukung serta hilangnya arah proyek dari petinggi klub.
“Kita telah beralih dari ‘Cardinale jual klubnya!, jual!’, sebuah paduan suara yang memenuhi San Siro selama berbulan-bulan, menuju petisi sosial melawan Furlani yang kini mencapai angka layaknya sebuah referendum pemisahan karir (kemarin malam telah melampaui kuota 25 ribu tanda tangan).”
“Scudetto milik Inter, dengan tambahan tiket ke final Coppa Italia, telah secara signifikan meningkatkan rasa frustrasi para Milanisti yang mencela manajemen saat ini karena benar-benar telah kehilangan rasa dimensi dibandingkan dengan, tentu saja, Nerazzurri.”
“Tidak ada unsur Milan di dalam pasangan Cardinale-Furlani, tetapi hal baru yang sebenarnya adalah perubahan target kemarahan dari para pendukung, yang hanya sebagian diakibatkan oleh keluarnya Elliott.”
“Arah maupun prospek jangka pendek dari perusahaan bermuka dua ini tidak dapat dipahami.”
“Tidak ada jejak sebuah proyek dan rumor terbaru menyebutkan direktur olahraga Tare akan keluar, sementara Cardinale dan Ibra (yang perannya untuk saat ini masih tidak dapat dipahami) berada dalam konflik terbuka dengan Allegri, yang mana satu-satunya tujuannya saat ini tetaplah sebuah tempat di Liga Champions.”
“Apakah itu sebelum ia pergi?”
Poin Krusial Krisis Manajemen
Dari pemaparan tajam Ivan Zazzaroni tersebut, kita dapat memetakan beberapa krisis besar yang saat ini sedang melanda Casa Milan secara bersamaan:
- Petisi Anti-Furlani: Kekesalan suporter kini memuncak dan terarah langsung kepada sang CEO, dibuktikan dengan puluhan ribu tanda tangan yang menuntut pertanggungjawabannya.
- Faktor Inter Milan: Kesuksesan rival sekota merajai kompetisi domestik menjadi pelatuk utama yang meledakkan bom waktu kesabaran para Milanisti.
- Hengkangnya Igli Tare: Direktur olahraga yang baru saja bertugas tersebut santer dikabarkan sudah bersiap untuk angkat koper akibat ketidakjelasan visi klub.
- Perang Dingin Internal: Terjadi keretakan hubungan yang nyata antara Gerry Cardinale serta Zlatan Ibrahimovic dengan Massimiliano Allegri terkait kegagalan transfer musim dingin lalu.
- Wasit Kontra Atalanta: Di tengah kekacauan ini, Federasi juga telah menunjuk wasit Zufferli untuk memimpin laga penentu nasib melawan Atalanta pada pekan ke-36 di San Siro besok.
Sambil terus menyuarakan kritik terhadap kebobrokan manajemen klub kesayangan kita, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Analisis Redaksi

Tulisan dari Ivan Zazzaroni ini seolah mengonfirmasi betapa hancurnya kondisi internal di tubuh manajemen klub kebanggaan kita saat ini.
Pergantian target kemarahan dari Cardinale menuju Furlani adalah sebuah bentuk keputusasaan dari para pendukung yang merasa identitas historis klub telah sepenuhnya hilang di tangan para bankir.
Rumor mengenai mundurnya Igli Tare dan konflik terbuka antara para petinggi klub dengan pelatih kepala semakin menambah awan gelap yang menyelimuti langit San Siro menjelang akhir kompetisi.
Keberhasilan Inter Milan dalam merengkuh gelar juara liga dan melaju ke final Coppa Italia tentu saja semakin menaburkan garam di atas luka para penggemar yang terus dijanjikan proyek semu tanpa realisasi nyata.
Kini staf pelatih dan para pemain harus mengisolasi diri mereka sendiri dari kekacauan politik manajemen tersebut untuk fokus sepenuhnya meraih kemenangan melawan Atalanta akhir pekan ini demi menyelamatkan tiket Liga Champions.



