Jurnalis senior Franco Ordine baru-baru ini menyampaikan pandangannya melalui saluran YouTube Andrea Longoni mengenai penurunan performa AC Milan pada fase krusial musim ini.
Ia mencoba membedah situasi skuad Iblis Merah secara objektif dan membandingkan ketenangan Massimiliano Allegri saat ini dengan momen-momen akhirnya saat masih melatih Juventus.
Berikut adalah terjemahan utuh dari kutipan langsung Franco Ordine yang menyoroti faktor kelelahan mental para pemain Rossoneri.
Kelelahan Mental dan Fisiologis
“Tapi lihatlah, menurut saya hal ini adalah sesuatu yang bersifat fisiologis.”
“Ada tim yang mengalaminya lebih awal dan ada pula yang mengalaminya belakangan.”
“Milan secara objektif telah melaju dengan kecepatan tinggi hingga beberapa putaran yang lalu.”
“Anda pasti ingat bahwa dalam pertandingan-pertandingan yang sangat penting, di akhir laga, mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.”
“Sebab hal itu mendukung taktik Allegri bahwa dengan sedikit pergantian pemain, serta kondisi fisik yang lebih baik dibandingkan lawan, ada kemungkinan untuk memengaruhi hasil akhir pertandingan.”
“Jadi menurut saya ini adalah sedikit masalah fisiologis.”
“Sekarang ini bukan tentang bagaimana mengisi ulang baterai fisik, melainkan baterai mental, karena itulah defisit yang paling mengkhawatirkan.”
Mari kita bantu isi ulang baterai mental tim kesayangan kita dengan terus memberikan dukungan, dan pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini melalui ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Ketenangan Allegri dan Bayang-Bayang Juventus

Selain menyoroti pemain, Ordine juga mengamati gestur dan reaksi Allegri yang menurutnya jauh lebih jernih jika dibandingkan dengan musim terakhirnya di Turin.
“Bukan berarti dia bisa mengelak dari tanggung jawab jika gagal masuk ke Liga Champions, mengingat ia sempat berada di posisi pertama dan kedua selama enam atau tujuh bulan.”
“Pada saat ini dia juga harus menempatkan dirinya ke dalam pusaran situasi yang sulit ini dan mengeluarkan sesuatu dari dalam dirinya.”
“Dari cara dia bergerak, dari cara dia bereaksi, dia sangat tenang, sangat tenteram, dan penuh perhatian.”
“Saya menangkap sebuah kejernihan pikiran yang mungkin tidak dia miliki pada musim di Juve yang sering dijadikan rujukan oleh semua orang.”
“Hal ini terjadi karena ketika Galliani memanggilnya dan memperingatkannya bahwa Giuntoli telah merekrut kiper Monza Di Gregorio, ia menyadari bahwa pihak klub sedang mempersiapkan Juventus untuk pelatih lain dan mungkin hal itu membuatnya sedikit lepas kendali.”
Analisis Redaksi

Analisis dari Franco Ordine ini memberikan sudut pandang yang sangat rasional untuk memahami mengapa skuad Iblis Merah tiba-tiba kehabisan bensin di fase akhir kompetisi.
Bermain dengan intensitas tinggi secara terus-menerus selama enam bulan pertama jelas menguras banyak energi fisik dan bermuara pada kelelahan mental yang akut.
Tugas terberat staf kepelatihan saat ini adalah mencari cara untuk menyegarkan kembali pikiran para pemain agar tidak terus terbebani oleh rentetan hasil buruk belakangan ini.
Sikap tenang yang ditunjukkan oleh Allegri di pinggir lapangan maupun dalam sesi wawancara patut diapresiasi sebagai upaya meredam kepanikan di dalam ruang ganti.
Namun ketenangan tersebut harus segera diiringi dengan solusi taktis yang nyata agar target minimal untuk mengamankan tiket Liga Champions tidak melayang begitu saja.





