Berita

Sifat Emosional Rafael Leao Bisa Sangat Merugikan Skuad AC Milan!

×

Sifat Emosional Rafael Leao Bisa Sangat Merugikan Skuad AC Milan!

Sebarkan artikel ini
Rafael Leao
Rafael Leao

Kritik terhadap performa AC Milan belakangan ini rupanya juga menyeret nama bintang utama mereka, Rafael Leao, ke dalam pusaran perdebatan.

Mantan pemain dan pengamat sepak bola, Massimo Bonanni, baru saja melontarkan analisis yang cukup pedas mengenai gaya bermain dan mentalitas penyerang sayap asal Portugal tersebut.

Berbicara melalui saluran TMW Radio, Bonanni bahkan berani membandingkan Leao dengan bintang Napoli, Khvicha Kvaratskhelia, untuk menyoroti kelemahan krusial sang pemain.

Berikut adalah terjemahan utuh dari kutipan langsung Massimo Bonanni yang mengkritik sifat emosional Rafael Leao di atas lapangan.

“Bagi saya Leao adalah seorang pemain sayap yang harus bermain dengan kakinya berada di garis lapangan, tanpa tugas bertahan yang besar.”

“Dia adalah pemain yang sangat khusus dan dua tahun lalu ada pembicaraan tentang perbandingan antara Leao dan Kvara.”

“Saya selalu berpikir bahwa Kvara memiliki karakteristik sepak bola yang sama sekali berbeda dari Leao, yang mana ia sangat emosional dan jika dia sedang tidak dalam suasana hati yang baik, dia akan sangat merugikan rekan-rekan setimnya.”

Mari satukan dukungan untuk kebangkitan mentalitas tim kesayangan kita, dan pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren melalui 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!

Pembaruan Klasemen Serie A

Peringatan telah diberikan, dan Milan kini harus segera menyelamatkan diri mereka sendiri.

Setelah menderita empat kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir di liga, inilah saatnya bagi tim asuhan Massimiliano Allegri untuk kembali ke jalur yang benar agar tidak merusak kerja keras sepanjang musim.

Milan kini kembali jatuh ke dalam pusaran persaingan sengit untuk memperebutkan tiket ke Liga Champions.

Rossoneri untuk sementara masih berada di posisi ketiga dengan keunggulan tiga poin dari Juventus, dan bentrokan langsung di San Siro masih harus dimainkan.

Berikut adalah klasemen terbaru Serie A setelah mayoritas tim melakoni 32 pertandingan:

  • 1. Inter Milan: 75 Poin.
  • 2. Napoli: 66 Poin.
  • 3. AC Milan: 63 Poin.
  • 4. Juventus: 60 Poin.
  • 5. Como: 58 Poin.
  • 6. AS Roma: 57 Poin.
  • 7. Atalanta: 53 Poin.
  • 8. Bologna: 48 Poin.
  • 9. Lazio: 44 Poin (31 Pertandingan).
  • 10. Udinese: 43 Poin.
  • 11. Sassuolo: 42 Poin.
  • 12. Torino: 39 Poin.
  • 13. Genoa: 36 Poin.
  • 14. Parma: 36 Poin.
  • 15. Fiorentina: 35 Poin.
  • 16. Cagliari: 32 Poin.
  • 17. Cremonese: 27 Poin.
  • 18. Lecce: 27 Poin.
  • 19. Hellas Verona: 18 Poin.
  • 20. Pisa: 18 Poin.

Jadwal Lengkap Serie A Pekan ke-33

Pada akhir pekan ini, Iblis Merah akan turun ke lapangan setelah Inter dan Napoli memainkan pertandingan mereka terlebih dahulu.

Berikut adalah rincian jadwal lengkap pertandingan Serie A pekan ke-33 yang telah dikonversi ke dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):

  • Jumat, 17 April: Sassuolo vs Como (23:30 WIB).
  • Sabtu, 18 April: Inter Milan vs Cagliari (01:45 WIB), Udinese vs Parma (20:00 WIB), Napoli vs Lazio (23:00 WIB).
  • Minggu, 19 April: AS Roma vs Atalanta (01:45 WIB), Cremonese vs Torino (17:30 WIB), Hellas Verona vs AC Milan (20:00 WIB – Live DAZN), Pisa vs Genoa (23:00 WIB).
  • Senin, 20 April: Juventus vs Bologna (01:45 WIB).
  • Selasa, 21 April: Lecce vs Fiorentina (01:45 WIB).

Analisis Redaksi

Kritik dari Massimo Bonanni seolah menggaruk luka lama mengenai inkonsistensi sikap Rafael Leao yang sering kali terlihat malas dan kehilangan gairah jika pertandingan tidak berjalan sesuai keinginannya.

Sebagai pemain dengan gaji tertinggi sekaligus ikon klub, Leao harus menyadari bahwa bahasa tubuhnya di atas lapangan memiliki dampak psikologis yang sangat menular kepada rekan-rekan setimnya.

Melihat posisi klasemen saat ini, keunggulan tiga poin dari kejaran Juventus bukanlah margin yang aman untuk membuat skuad bisa bersantai.

Laga tandang ke markas Verona pada Minggu malam nanti harus dijadikan sebagai momen penebusan dosa kolektif bagi seluruh skuad untuk mengembalikan mentalitas pemenang.

Mister Allegri dituntut untuk mampu memotivasi para pemainnya, khususnya Leao, agar kembali menunjukkan rasa lapar dan determinasi tinggi demi mengunci tiket Liga Champions secepat mungkin.