Menyusul kekalahan menyakitkan di markas Napoli, skuad AC Milan asuhan Massimiliano Allegri akan kembali turun ke lapangan pada hari Sabtu di San Siro pukul 23:00 WIB untuk menghadapi Udinese.
Portal MilanNews.it merilis ulasan statistik yang menyoroti betapa pentingnya pertandingan ini bagi jalur kualifikasi Rossoneri menuju edisi Liga Champions musim depan.
Laga ini juga menjadi momen yang sangat krusial untuk menemukan kembali sedikit antusiasme yang telah hilang setelah tim terpuruk di pertandingan sebelumnya.
Rekor Gemilang Melawan Udinese
Di atas kertas, Iblis Merah tercatat telah memenangkan empat pertandingan terakhir melawan tim asal Friuli tersebut di kompetisi Serie A.
Sepanjang sejarah, hanya sekali mereka mencatatkan rentetan kesuksesan yang lebih panjang melawan Udinese di kasta tertinggi, yakni tujuh kemenangan antara tahun 1998 dan 2000.
Secara khusus akhir pekan ini, Milan berpeluang besar untuk mengalahkan lawan ini empat kali berturut-turut tanpa pernah kebobolan untuk pertama kalinya di dalam kompetisi tersebut.
Sambil berdoa agar tim kesayangan kita terhindar dari rekor buruk kekalahan beruntun, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini, segera sikat promo menariknya dengan 👉 Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Bayang-Bayang Conceicao dan Anomali Poin

Meskipun memiliki catatan apik melawan Udinese, ada sebuah bayang-bayang rekor negatif peninggalan pelatih sebelumnya yang kini cukup menghantui benak Mister Allegri.
Berikut adalah rincian data dan angka dari MilanNews.it mengenai anomali performa skuad musim ini menjelang laga krusial di akhir pekan:
- Tren Kekalahan: Milan telah kalah dalam tiga dari enam laga terakhir di Serie A, sangat kontras jika dibandingkan rentang waktu sebelumnya di mana mereka sempat tak terkalahkan dalam 24 laga.
- Hantu Conceicao: Setelah takluk dari Napoli, Rossoneri bisa saja kalah dalam dua laga liga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak Maret 2025 ketika masih ditangani oleh pelatih Sergio Conceicao.
- Kutukan Papan Bawah: Jika kompetisi hanya memperhitungkan hasil melawan tim-tim di paruh bawah klasemen, Milan saat ini akan terdampar di peringkat ketujuh dengan hanya mengoleksi 34 poin.
- Pembunuh Raksasa: Sebaliknya, saat bermain melawan tim-tim dari papan atas klasemen, Rossoneri justru berhasil mengumpulkan 29 poin yang merupakan sebuah rekor luar biasa yang setara dengan capaian Inter Milan.
Analisis Redaksi
Statistik unik yang dirilis oleh media tersebut memperlihatkan dengan sangat jelas betapa anehnya mentalitas bertanding skuad kita di sepanjang musim ini bergulir.
Tim ini seolah memiliki motivasi berlipat ganda saat menghadapi tim elit, namun justru sering tampil meremehkan lawan dan membuang poin krusial secara ceroboh saat melawan tim papan bawah.
Kemenangan melawan Udinese akhir pekan ini adalah harga mati untuk menghindari terulangnya rekor kelam kekalahan beruntun demi mengamankan satu tiket absolut ke panggung Eropa.





