Kekalahan menyakitkan dari Napoli di Stadion Maradona memaksa pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, untuk memberikan klarifikasi langsung kepada publik.
Berbicara kepada saluran DAZN seusai pertandingan, sang pelatih secara terbuka membahas berbagai kendala taktis dan fisik yang mendera tim asuhannya.
Pernyataan paling mengejutkan datang ketika ia secara implisit mengibarkan bendera putih dalam perburuan gelar Scudetto musim ini.
Evaluasi Taktik dan Perjudian Lini Serang
Allegri membeberkan alasannya memilih untuk mencadangkan pemain kunci dan lebih memilih duet Nkunku serta Fullkrug sejak menit pertama.
Berikut adalah seluruh kutipan langsung dari sang pelatih mengenai jalannya laga dan efektivitas serangan yang gagal membuahkan gol bagi Rossoneri.
“Itu adalah pertandingan di mana hanya ada sedikit peluang dan sebuah insiden… siapa pun yang membawanya menguntungkan mereka akan memenangkannya.”
“Mereka bermain bagus pada kesempatan itu, terlebih lagi kami memiliki pertahanan yang terorganisir.”
“Kami memiliki situasi di mana kami seharusnya lebih cepat menembak ke gawang karena kemudian yang lain tiba dan tidak membiarkan Anda menembak lagi.”
“Pertama-tama mereka memainkan permainan yang bagus.”
“Nkunku memiliki dua peluang bagus, dia bekerja sangat baik untuk tim, dia juga memainkan permainan yang bagus secara teknis.”
“Di babak pertama orang seperti dia harus mencetak gol, atau setidaknya mengenai sasaran.”
“Di babak kedua sama saja, namun saya akan mengatakan bahwa mereka bermain bagus sama seperti seluruh tim bermain bagus.”
“Sepak bola terdiri dari situasi-situasi di mana kami berbuat dosa.”
“Itu adalah pertandingan yang tertutup.”
“Di babak pertama kami menderita oleh tembakan Spinazzola, dan kemudian serangan balik dari hilangnya bola kami di tengah lapangan.”
“Di babak kedua sama saja, 2-3 serangan balik… Semuanya serangan balik.”
“Kami tahu bahwa mereka pandai melepaskan diri dengan kecepatan dan pada beberapa kesempatan kami yang melepaskan mereka.”
“Menurut pendapat saya di babak pertama kami memiliki 3-4 bola yang berhasil direbut di paruh lapangan lawan dan kami membuat pilihan serta presisi yang salah.”
“Sepak bola… Jika di 20 meter terakhir Anda membuat pilihan yang tepat dan Anda presisi, lebih mudah untuk mencetak gol.”
“Kami perlu berkembang dan tetap tenang karena kami masih memiliki beberapa kemenangan untuk diraih demi mencapai apa yang menjadi tujuan kami, yaitu Liga Champions.”
Sambil mengobati rasa kecewa dari pupusnya harapan juara musim ini, pastikan Anda tetap tampil gaya dengan Kaos AC Milan keren ini, segera sikat promo menariknya dengan ๐ Cek harga & promo terbaru di Shopee sekarang juga!
Kondisi Leao dan Realita Klasemen
Lebih lanjut, Allegri juga memaparkan kondisi kebugaran Rafael Leao dan Christian Pulisic yang memaksanya tidak bisa menggunakan formasi tiga penyerang sejak awal.
Berikut adalah rincian kutipan langsung dari sang pelatih yang kini secara resmi mengalihkan seluruh fokus tim ke target pengamanan tiket Liga Champions:
“Itu adalah solusi yang bisa kami lihat dari menit pertama tetapi selalu bergantung pada kondisi.”
“Pulisic baru kembali pada hari Jumat, Leao absen selama 12 hari, dia hanya melakukan dua setengah sesi latihan.”
“Memulai dengan 3 pemain di depan… Mungkin saya bisa saja memutuskan untuk memecah permainan lebih awal, memecahnya di menit ke-70 namun saya lebih memilih untuk membawanya sedikit lebih jauh seperti ini.”
“Akan tetapi para pemain sayap harus berada dalam kondisi yang baik.”
“Sayangnya Rafa memulai tahun ini dengan sangat baik dan kemudian dia mengalami serangkaian cedera yang menyeretnya dan dia hanya melakukan dua setengah sesi latihan.”
“Penting baginya untuk memulihkan kondisinya karena kami membutuhkan semua orang, kami berada di bagian akhir kejuaraan.”
“Perlombaan scudetto saya pikir sekarang kami telah menyerah, Inter memiliki keunggulan sembilan poin.”
“Lalu dalam sepak bola segalanya bisa terjadi tetapi ada Napoli di depan.”
“Kami memikirkan satu per satu pertandingan, kami memikirkan Udinese, kami harus memulihkan energi.”
“Hari Sabtu akan menjadi pertandingan yang sulit, Udinese saat tandang sangat berbahaya.”
“Kami harus tetap tenang karena untuk sementara kami berada di dalam tujuan kami.”
“Dan kami tahu bahwa bukan berarti pada hari Sabtu masalah untuk mencapai Liga Champions akan terselesaikan.”
“Kami harus mengumpulkan sejumlah poin, kami memiliki sedikit keunggulan poin dan kami harus berusaha mempertahankannya dengan memenangkan pertandingan-pertandingan.”
- Faktor Kebugaran: Pemilihan susunan pemain murni dipengaruhi oleh ketidaksiapan fisik pemain sayap andalan kita.
- Menyerah Kejar Inter: Jarak sembilan poin dianggap sudah terlalu mustahil untuk dikejar di sisa kompetisi musim ini.
- Fokus Liga Champions: Mengamankan poin melawan Udinese akhir pekan ini adalah harga mati untuk menjaga keunggulan di zona elit Eropa.
Analisis Redaksi
Pengakuan jujur dari sang pelatih mengenai pupusnya harapan Scudetto memang sangat menyakitkan untuk didengar oleh para pendukung setia yang telah berharap banyak.
Kondisi kebugaran fisik pemain pilar yang terus menerus menjadi kendala di saat genting harus segera dicarikan solusi permanen oleh jajaran tim medis klub.
Kini fokus absolut seluruh anggota tim harus diarahkan pada target tersisa yaitu mengamankan poin demi poin untuk memastikan tiket ke panggung Liga Champions musim depan tanpa cela.





